Select Page

Jika suatu sistem engineering (proses, mesin, konstruksi, dsb) mengalami kerusakan atau kegagalan dan terdapat komponen gagal atau rusak, maka ada keinginan untuk mengetahui siapa atau fihak mana yang bertanggung jawab.

Jika suatu sistem engineering (proses, mesin, konstruksi, dsb) mengalami kerusakan atau kegagalan dan terdapat komponen gagal atau rusak, maka ada keinginan untuk mengetahui siapa atau fihak mana yang bertanggung jawab.

Komponen Gagal dapat dievaluasi/direspon dari:
1. aspek teknis dan 2.aspek litigation

  1. Aspek Teknik (Failure Analysis) :
    1. Apa yang Gagal/Rusak (What?)
    2. Kapan dan Bagaimana Kegagalan itu Terjadi (When and How?)
    3. Mengapa hal Itu Terjadi (Why?)
  2. Forensic Engineering (hal diatas ditambah) :
    1. Aspek Legal (Siapa atau Pihak Mana yang Bertanggung Jawab) (Who ?)
    2. Penalty Cost dan Insurance Claim (How Much Money ?)

Hal di atas ditentukan melalui Proses dan Keputusan Pengadilan

Definisi Forensic Engineering berdasarkan SSPE General Councel, USA (baca buku : Forensic Engineerimg : Learning From Failure, Edited by Kenneth L. Carper, Published by : ASCE , 1986) adalah :
“The Application of the Art and The Science of Engineering in the Jurisprudence System, Requiring the Services of Legally Qualified Professional Engineers.”, Including investigation of the physical causes of accident and other sources of claims and litigation, preparation of engineering reports, testimony at hearings and trials in administrative or judicial proceedings, and the rendition of advisory opinions to assist the resolution of disputes affecting life or property”

Sedangkan definisi dari seorang Forensic Engineer / Expert Witness adalah :
‘Those who are concerned with relationship and application of engineering facts to legal problems. A Forensic Engineer is a Failure Analyst, BUT A Failure Analyst is not necessarily a Forensic Engineer.’

Siapakah yang dapat dianggap sebagai seorang Expert Witness?

  1. Ahli Konstruksi
  2. Ahli Mesin
  3. Ahli Metalurgi
  4. Ahli Korosi
  5. Ahli Proses / Teknik Kimia
  6. Enginering Related Expert lainnya

Peranan Expert Witness adalah :
‘Menjelaskan Apa, Mengapa, dan Bagaimana Kegagalan Terjadi di depan Pengadilan’

Untuk siapakah Expert Witness bekerja?

  1. Kontraktor
  2. Owner
  3. Polisi
  4. Suplier
  5. Independent Party, dsb.

Bagaimana dengan Indonesia ?

Di Indonesia Failure Analysis sudah umum dilakukan, tetapi aspek litigasi (forensic engineering) dan kesaksian para ekspert belum sepenuhnya dimanfaatkan dan belum berjalan baik sepanjang sistem dan perangkat hukum di Indonesia kondisinya masih seperti sekarang.

Contoh Case Studi / Unfinished Job :

  1. Status Peluru Senapan Insiden Penembakan Mhs Trisakti.
  2. Penyebab Jatuhnya Pesawat Angkut Pesawat pada saat melakukan latihan Supply Dropping menggunakan parasit
  3. Penyebab jatuhnya pesawat Garuda di Medan tempo hari.
  4. Penyebab Kecelakaan Kereta Api yang baru-baru ini sering terjadi (beruntun), dsb.
  5. Meledaknya Boiler atau Kebakaran Tangki Penyimpanan di Jawa Timur
  6. dsb.

Namun patut dicatat bahwa perlu tidaknya sebuah kasus kegagalan sampai maju ke pengadilan tergantung dari fihak-fihak yang terlibat, adakalanya claim / kompensasi bisa diselesaikan tanpa melibatkan pengadilan.

Share This