Select Page

PLN secara tegas menolak keinginan BP Migas untuk membagi gasnya kepada industri di Jawa Timur yang tengah sekarat karena kekurangan pasokan gas.

PLN secara tegas menolak keinginan BP Migas untuk membagi gasnya kepada industri di Jawa Timur yang tengah sekarat karena kekurangan pasokan gas.

‘PLN tidak menyatakan setuju, itu urusan PGN dengan konsumennya, karena nantinya dengan dialihkannya gas kita yang menanggung rugi,’ kata Direktur Pembangkitan
Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim di Departemen ESDM, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta (10/8/2005).

Ali Herman mengaku belum mengkalkulasi berapa kerugian yang akan diderita PLN bila pengalihan tersebut terealisasi.

Sementara itu Dirut PGN WMP Simanjuntak mengatakan, PLN dapat mengalirkan 10 juta kaki kubik gas per hari hingga Juli 2006. ‘Kita harapkan bulan depan sudah terealisasi,’ kata Simanjuntak.

Menurutnya, masalah kekurangan gas bisa selesai pada tahun 2006 bila lapangan Santos sudah berproduksi 100 juta kaki kubik per hari. Saat ini PGN berupaya mencari pasokan gas dari sumber-sumber lainnya.

‘Mekanisme kompensasi harga gas akan dibicarakan business to business antara PGN dengan PLN,’ kata Simanjuntak.

Di tempat yang sama, Menteri Perindustrian Andung A Nitimihardja mengatakan, pengalihan gas PLN untuk industri merupakan bentuk win-win solution antara PGN dan PLN. ‘Tidak akan ada yang dirugikan, win-win solution antara PGN, PLN dan industri,’ kata Andung.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Departemen ESDM Yogo Pratomo menambahkan, dalam kasus ini, pemerintah hanya sebagai fasilitator. ‘Nanti dilihat apakah harganya sesuai dengan kemampuan PLN atau tidak. Caranya, PLN saat mengeluarkan biaya BBM jangan lebih dari biaya yang dikeluarkan untuk gas,’ jelas Yogo.

Source : www.detikfinance.com

Share This