Select Page

Sampai kemarin Perusahaan Listrik Negara belum dapat memastikan penyebab terganggunya sistem.

Akibat gangguan sistem interkoneksi 500 kilovolt Jawa-Bali, Kamis (18/8), listrik di Jakarta dan Banten mati total selama tiga jam. Gangguan itu juga mengakibatkan pemadaman di sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Sampai kemarin Perusahaan Listrik Negara belum dapat memastikan penyebab terganggunya sistem.

Direktur PLN Eddie Widiono dalam penjelasan resmi di Kantor Pusat PLN kemarin menegaskan, penyebab matinya listrik adalah kerusakan di jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 KV Jawa-Bali. Ia membantah bahwa listrik mati karena adanya kerusakan pembangkit.

”Sekitar pukul 10.23 WIB terjadi gangguan sistem interkoneksi 500 KV Jawa-Bali yang belum diketahui penyebabnya. Gangguan itu mengakibatkan beberapa unit pembangkit besar lepas dari jaringan, yakni PLTU Paiton unit 7 dan 8 serta enam unit PLTU Suralaya,” papar Eddie.

Jaringan yang terganggu adalah jalur Cilegon- Cibinong-Saguling. Jalur yang sama pernah terganggu pada September 2002 yang juga menyebabkan listrik mati selama dua hari.

Kemarin sampai pukul 14.30 WIB daya listrik yang pulih baru sekitar 45 persen. Di Jakarta, dari 61 gardu induk, baru 29 yang beroperasi. PLN mengupayakan listrik kembali normal sebelum beban puncak pukul 17.00.

Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim mengatakan, gangguan tersebut memengaruhi kerja pembangkit. ”Kondisi Paiton bisa segera pulih, tetapi Suralaya perlu dari awal lagi,” kata Ali.

Pembangkit lain yang ada di wilayah Jakarta, seperti PLTGU Muara Tawar, lanjut Ali, tidak bisa segera masuk ke sistem untuk menggantikan PLTU Suralaya. Untuk mengurangi akibat pemadaman, sekitar pukul 11.00 WIB PLN mengoperasikan sejumlah pembangkit di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur secara terpisah.

Suralaya terhenti

Secara terpisah, General Manager PLTU Suralaya Bambang Sutianto mengatakan, Suralaya berhenti beroperasi akibat naiknya frekuensi sistem jaringan listrik Jawa-Bali. Kenaikan itu terjadi pukul 09.10 WIB.

Kenaikan hingga 52,26 Hertz tersebut mengakibatkan turbin unit VI dan VII dari tujuh unit pembangkit terhenti. Gangguan kedua terjadi pukul 10.27 WIB, mengakibatkan unit I, III, IV, dan V terhenti. Saat itu unit II sedang diperbaiki sehingga produksi listrik di PLTU Suralaya terhenti.

Hingga pukul 18.00 WIB baru unit IV yang berkapasitas maksimal 400 megawatt yang beroperasi. Diperkirakan, seluruh unit akan beroperasi hari Jumat ini.

Source : www.kompas.com

Share This