Select Page

Mengingat analisa air buangan limbah dari industri MIGAS up stream dan down stream cukup frequent, kali ini artikel kimia akan mengambil topik tentang penyimpanan sample air.

Mengingat analisa air buangan limbah dari industri MIGAS up stream dan down stream cukup frequent, kali ini artikel kimia akan mengambil topik tentang penyimpanan sample air :

Penyimpanan Sampel???

Penyimpanan sampel adalah kegiatan yang sering tidak dapat dihindari dalam operasi suatu lab termasuk status lab yang beroperasi sebagai penunjang dalam operasi MIGAS. Hal ini terutama berlaku jika lokasi sampling jauh dari lab, atau jika beban kerja lab berlebihan sehingga sample terpaksa menunggu giliran untuk dianalisis.

Secara umum dikatakan bahwa penyimpanan sampel hendaknya dilakukan sesingkat mungkin, pada kondisi yang meminimumkan degradasi sampel. Bagaimana pelaksanaan praktisnya?

TAHUKAH ANDA? Panduan teknis umum menyarankan bahwa sampel air disimpan di tempat gelap pada temperatur di antara titik beku dan 10 oC. Disarankan pula untuk mulai mendinginkan sampel dalam lemari es dalam waktu tidak melebihi 6 jam dari saat sampling. Tentunya jangan lupakan pula pelabelan dan dokumentasi sampel. Seluruh usaha kita akan sia-sia jika kita mengukur sampel yang salah!

Diawetkan atau Tidak?

Salah satu resiko yang kita hadapi dalam menyimpan sampel adalah kerusakan (atau perubahan karakteristik) sampel dengan berjalannya waktu. Pertanyaan yang layak kita ajukan adalah: apakah sampel perlu diawetkan? Pengawetan pada dasarnya adalah usaha penundaan kerusakan/degradasi sampel melalui penambahan zat-zat tertentu yang menghambat laju kerusakan sampel.

Sampel mana yang perlu diawetkan?

Nah, ada Rekomendasi mengenai perlu tidaknya pengawetan tersedia di sumber-sumber pustaka. Kebutuhan pengawetan bergantung pada parameter kualitas air yang akan diukur, serta karakteristik air itu sendiri. Berikut adalah cuplikan panduan cara penyimpanan dan pengawetan dari salah satu sumber literatur :

Parameter uji : COD

  1. Wadah penyimpanan : PET, gelas
  2. Bahan pengawet : H2SO4 hingga pH 1.5-2.0
  3. Lama penyimpanan : 7 hari (tanpa pengawet) 30 hari (dengan. pengawet)

Parameter uji : pH

  1. Wadah penyimpanan : PET, gelas
  2. Bahan pengawet : –
  3. Lama penyimpanan : 14 hari

Parameter uji : Merkuri (Hg)

  1. Wadah penyimpanan : gelas, teflon dengan tutup berlapis plastik
  2. Bahan pengawet : 1-2 mL HNO3 per 250 mL sampel + minimum 0.5 mL K2Cr2O7 sampai berwarna kuning
  3. Lama penyimpanan : 7 hari

Parameter uji : Minyak (oil & grease)

  1. Wadah penyimpanan : gelas dengan tutup berlapis teflon / plastik
  2. Bahan pengawet : –
  3. Lama penyimpanan : 7 hari

Parameter uji : TSS (total suspended solids)

  1. Wadah penyimpanan : PET, gelas
  2. Bahan pengawet : –
  3. Lama penyimpanan : 14 hari

Parameter uji : Kekeruhan (turbiditas)

  1. Wadah penyimpanan : PET, gelas
  2. Bahan pengawet : –
  3. Lama penyimpanan : 48 jam

Parameter uji: Chromium hexavalent

  1. Wadah penyimpanan : gelas, teflon dengan tutup berlapis plastik
  2. Bahan pengawet : –
  3. Lama penyimpanan : 5 hari
Share This