Select Page

Dalam NDT untuk persiapan permukaan (surface preparation) seperti mengampelas untuk pengujian hardness, PMI, atau strain gauge, tidak termasuk kategori merusak material, umumnya hanya menghilangkan karat agar pengujian bisa akurat. Dalam perhitungan design, tebal karat juga diabaikan.

Tanya – andhi harisma

Salam buat semua,

Rekan-rekan, adakah metode NDT yang dapat menukur strain/stress pada pipa?
Menurut saya, pengukuran stress/strain dengan strain gauge kan sifatnya merusak material, karena harus membersihkan area tempat diinstal strain gauge dengan pengamplasan.
Terima kasih,

Tanggapan 1 – supriyatno_gatot

Dalam NDT untuk persiapan permukaan (surface preparation) seperti mengampelas untuk pengujian hardness, PMI, atau strain gauge, tidak termasuk kategori merusak material, umumnya hanya menghilangkan karat agar pengujian bisa akurat. Dalam perhitungan design, tebal karat juga diabaikan.

Tanggapan 2 – andhi harisma

Mohon maaf pak gatot, mungkin saya bisa luruskan pertanyaan saya.

Maksud saya kata kuncinya adalah ‘Non Destructive’, mari kita hilangkan kata TEST-nya karena menimbulkan makna ‘pengujian’. Apakah ada metode ‘Non Desructive Measurement’ yang dilakukan langsung di lapangan, tanpa melakukan pengamplasan atau perlakuan yang mengurangi bagian material.

Soalnya, perlakuan pengamplasan dapat menyebabkan konsentrasi tegangan pada area yang diamplas, kasus yang saya alami ini adalah pipa gas, yangnotabene bertekanan tinggi.

Salam hangat,

Tanggapan 3 – Amal Ashardian

Nempel kan strain gauge khan juga tidak merusak material pak. Materialnya rusak bukan karena strain gauge yang di tempel kan disitu, tapi strain karena hal lain, misal pipeline yang melewati tebing yang tebingnya terbukti secara geologi bergeser, misal dalam 3 tahun bergeser 5cm.

Yang saya tahu yaa strain occurence– nya diukur pakai strain gauge yang terbuat dari material flexible (seperti karet), tinggal direkatkan ke permukaan material yang akan diukur strain nya.

Strain gauge merekam secara real time…. simple tinggal tempel dibuang dulu kotoran di permukaan pipa supaya bisa menempel dengan baik. Apalagi untuk rencana mengukur strain selama …..misal 5 tahun….

Kalau sudah kejadian alias materialnya sudah mulur!…………….???? ngga ada gunanya menempelkan strain gauge…

Kalau sudah muklur caranya yaaa diukur secara langsung …. misal pipa sebelum mengalami permanent strain panjangnya =1m (misalnya sesuai gambar as built 5 tahun lalu), kemudian setelah diukur lagi panjangnya = 1.01m , jadi yang 0.01 m itu permanent strainnya. cara ngukurnya ya macam macam mulai pakai meteran roll (measuring tape), caliper, atau yang paling teliti secara optical.

Tanggapan 4 – Arief Yudhanto/p>

Pak Andhi,

Barangkali bisa dicoba pake GP1000 yg berbasis photoelasticity.
http://www.stressphotonics.com/PSA/PSA_Intro.html

Stress adalah parameter yg tidak physical, jadi yg biasanya diukur adalah strain. Begitu dapat strain, baru di-convert ke stress setelah mengikutkan parameter elasticity (young’s modulus etc).

Tanggapan 5 – bandi sabandi

Dears rekan2 migas sorry baru nongol lagi, kemaren abis dari croatia IIW meeting sekarang saya sdg di KL malaysia baru sempat buka milis kita ini sekarang.
saat di IIW meeting kemaren saya berkenalan dgn yg biasa buat da supply alat untuk mengukur residual stress dan internal stress, dan sudah qualitative berupa angka berapa MPa atau PSi nilai stres dalam logam prisipnya sama dengan accoustic emession test dengan menggunakan prinsip surface wave ultrasonic jadi sekarang sdh bisa diukur berapa residual stress hasil lasan. nanti setiba di jakarta saya akan email alamat websitenya dan contact orangnya.

Share This