Select Page

Penggunaan Expansion Joint disebuah Piping System yang tersambung ke Compressors atau ke Turbine atau ke mana saja, adalah sah-sah saja selama sudah melalui proses apa yang disebut risk assessment. Risk assesment ini dalam artian si EPC contratcor nya membuat tabulasi yang membandingkan beberapa opsi yang menjelaskan situasi yang dia hadapi, misalnya menjelaskan secara detail apa yang akan terjadi pada system ketika tidak menggunakan Expansion Joint, tapi sudah melakukan apa yang disebut dengan ‘fine tuning’ pipe support, termasuk penggunaan Mechanical Snubber, Line Stop maupun Spring Hanger.

Tanya – Donny Agustinus

Rekan Migas,

Saya punya pertanyaan khususnya kepada teman-teman di PT. Badak LNG di Bontang.

Pertanyaanya begini:

Para praktisi dan operator di Plant serta Design Engineer yang telibat dalam proses Engineering sepakat bahwa penggunaan Expansion Joint (EJ)secara umum adalah tidak disukai, karena ‘EJ’ dianggap sebagai titik lemah (weak point) didalam sebuah piping system yang rentan terhadap ‘leak’.
Apalagi jika Expansion Joint tersebut di gunakan pada Inlet Mixed Refrigerant Compressor.

Setahu saya, ada 4 LNG Plant didunia yang menggunakan Expansion Joint di Inlet MR Compressornya, salah satunya adalah Bontang LNG.

Bolehkah kiranya di share pengalaman teman-teman di Bontang LNG untuk menceritakan pengalaman menggunakan EJ pada Compressors serta hal-hal yang menarik yang terjadi selama operasinya.

Boleh saya tahu di Train berapa dipasangnya EJ di MR Compressor tersebut?

Apakah ditemukan permasalahan yang kritis pada saat operasi yang perlu penanganan khusus dan apakah kemudian berdasarkan kejadian tersebut diambil keputusan bahwa di Plant selanjutnya tidak lagi diperbolehkan atau malah disarankan untuk menggunakan EJ.
Mudah-mudahan ini teman-teman di PT. Badak tidak keberatan untuk sharing informasi dan pengalamn ini serta hal ini tidak dikategorikan sebagai ‘confidential’ alias rahasia perusahaan.
JIka boleh lewat japri saja.
Terimakasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Pak Donny,

Setuju pak, i think expansion/contraction yang di handle bellew type itu rawan. satu satunya bellow yang saya punya adalah bellow buat hx sea water cooler selama 24 th ini sudah lima kali near miss, bellow crack hidrocarbon menyelinap dengan gesit. untung (orang kita untiung terus) tidak terjadi kombinasi statik. compressor platform sudah putih ketutup cloud.

Yang baik memang di buat kan lay out yang baik, cukup space sehingga kalau ada issue stress piping masih punya cukup displacement atau manuvering say via elbow serangkaian elbow he he .

Untuk di cold criogenic section hal yang sama bisa dilakukan, di expander kami yang -40 kita run biasa st steel outlet expandernya -130 Fjuga just plain stainles steel cuman memang pegangan nya agak berbeda.

Ada beberapa trap and trix memang di criogenic, bagaianapun bagusnya tukang kepruk bolt, dan orang yang bertanggung jawab tentang integrity bilang siap pak, begitu start up dan chilled gas mulai ngalir, mending tiap sambungan besar di tunggu tukang kepruk, begitu kelihatan bocor dikepruk lagi biar benjol. banyak teman di diluaran langsung shutdown and purge, bisa 2 minggu baru betul.

Di offshore yang manuvering nya susah, kadang kadang rekan consultan biar cepet suka juga propose below buat ngilangkan issue stress. ngak pernah kita mau terima proposal engineering company untuk masang bellow, misalnya di disch cmp dg suhu 300 an. nurut saya langsung saja pasang long radius ke bottom of steell, jadi thermal expansion nya ke bawah sudah bagus. hasilnya selalu baik.

Kadang kadang juga mereka suka ngadu ke boss, biasa orang usaha. jangan didengerin, kalu kita lihat near miss bellow tipe ini, mulai dari fuel compressor yang cuman 200psig , cooler, piping ya dia lagi dia lagi si mas bellow.

Tanggapan 2 – yudi

Dear all,

Mohon pencerahannya juga, pertanyaan sama dengan pertanyaan Mas Doni tentang penggunaan Expansion Joint, tetapi yang ini untuk Kompressor di Ethylene and Propylene Plant (Cracked Gas Compressor, Ethylene Compressor, Propylene Compressor).

Tanggapan 3 – Donny Agustinus

Sebenarnya, penggunaan Expansion Joint disebuah Piping System yang tersambung ke Compressors atau ke Turbine atau ke manasaja, adalah sah-sah saja selama sudah melalui proses apa yang disebut risk assessment.

Risk assesment ini dalam artian si EPC contratcor nya membuat tabulasi yang membandingkan beberapa opsi yang menjelaskan situasi yang dia hadapi, misalnya adalah:

1. Menjelaskan secara detail apa yang akan terjadi pada system ketika tidak menggunakan Expansion Joint, tapi sudah melakukan apa yang disebut dengan ‘fine tuning’ pipe support, termasuk penggunaan Mechanical Snubber, Line Stop maupun Spring Hanger.

2. Menjelaskan juga kondisinya jika tetap tidak menggunakan EJ, tapi mencoba mengganti sebagian material, misalnya hanya dari Nozzle sampai elbow ke tiga, dengan material lain yang mempunyai sifat karaketristik yang berbeda.

3. Menjelaskan jika menggunakan EJ, tapi menghindari pemakaian Snubbers dan alat bantu lainnya. Jangan lupa juga menjelaskan apa resikonya jika menggunakan EJ, dilihat dari sisi operation dan maintenance, sambil menampilkan kemungkinan gagal serta solusinya, disamping menunjukan penggunaan EJ pada alat yang sama di plant lain.

Jika sudah melalui tahapan diatas, maka seharusnya kita sudah bisa menyodorkan ke Client bawa keputusan yang kita ambil adalah sudha melalui tahapan-tahapan diatas, tinggal Client nya yang memutuskan apakah akan menerima atau tidak.

Penggunaan EJ,menurut saya haruslah selalu ditempatkan sebagai ‘last resort’, setelah semua alternative lain sudah dipertimbangakan.

Sehingga, pertanyaan saya kemaren, lebih kearah penguatan justifikasi dari pengalaman Plant lain.

Untuk kasus Mas Yudi, sebaiknya tiga tahapan diatas harus dijalankan dulu, baru kemudian dilihat mana yang paling optimum.

Satu hal lagi yang bisa kita lakukan adalah melakukan diskusi dengan Manufacturer Compressornya, untuk melihat sejauh mana pengaruh yang terjadi terhadap Nozzle, jika kita tidak menggunakan EJ, misalnya dengan melakukan Finite ELement Analysis di sekitar Nozzle dan casing nya Compressors.

Tanggapan 4 – Nasrul Syahruddin

Pak Donny,

Saya reply di milis saja ya..maaf agak telat.

Di Bontang, kita tidak pakai expansion joint untuk inlet MR Compressor seperti yang Pak Donny sebutkan. Mungkin seperti pada plant di tempat lain, konfigurasi inlet piping-nya dengan expansion loop dan spring support di beberapa elbow sudah cukup meng-accomodate thermal expansion yang terjadi. Dari pengalaman operasional, kita tidak ada record masalah yang significant. Namun dari sisi maintenance, alignment yang selalu jadi persoalan dan takes time.

Sementara mungkin itu dulu yang bisa kita infokan.

Share This