Select Page

Sizing Criteria untuk Liquid line, termasuk air, kecepatan pada maximum flow tidak boleh melebihi 15 ft/sec, untuk meminimalkan terjadinya flashing pada control valve. Dan kecepatan minimum tidak boleh kurang dari 3 ft/sec untuk mencegah terjadinya deposit solid atau pasir. Untuk Single Phase Gas, jika kecepatannya melebihi 60 ft/sec, akan mengakibatkan noise. Untuk Two phase (gas-liquid), minimum velocitynya sekitar 10 ft/sec untuk meminimalkan terjadinya slugging. Namun limit angka tersebut bukanlah absolute kriteria, tapi bisa dijadikan acuan.

Tanya – Murdin, Baso (PTI – SOR)

Milis yang terhormat,

Saya anggota yang baru join di milis, saya punya pertanyaan semoga bisa dibantu, Berapa velocity maksimal untuk air serta fluida dengan density=0.82 kg/m3 dalam pipa, dan apa dampaknya jika melewati velocity maksimal tersebut.? Makasih atas batuannya.

Tanggapan 1 – Desbudiman – tripatra

Pak Nurdin,

Jawabannya ada di API 14E.

Sizing Criteria untuk Liquid line, termasuk air, kecepatan pada maximum flow tidak boleh melebihi 15 ft/sec, untuk meminimalkan terjadinya flashing pada control valve. Dan kecepatan minimum tidak boleh kurang dari 3 ft/sec untuk mencegah terjadinya deposit solid atau pasir.

Untuk Single Phase Gas, jika kecepatannya melebihi 60 ft/sec, akan mengakibatkan noise.

Untuk Two phase (gas-liquid), minimum velocitynya sekitar 10 ft/sec untuk meminimalkan terjadinya slugging.

Namun limit angka diatas bukanlah absolute kriteria, tapi bisa dijadikan acuan.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 – M. Teguh

Pak Murdin, dicari dulu bilangan Reynold (Re = (rho x v x D)/mu) rho = fluid density (sepertinya density 0.82 kg/m3 itu bukan air, malah lebih kecil dari density udara), v = kecepatan aliran (m/s), D = diameter hidrolik (m) (diameter dalam pipa), mu = dynamic viscosity (N m/s2) (bisa dilihat di http://www.engineeringtoolbox.com/water-dynamic-kinematic-viscosity-d_596.html). Kalau hasilnya Re > 2300 maka aliran turbulen dan efeknya bisa mengikis pipa. Kalau kecepatan terlalu rendah (laminer) juga tidak sepenuhnya baik karena bila fluidanya kental kemungkinan bisa membentuk endapan dan menyumbat pipa.
Semoga membantu.

Tanggapan 3 – kip – indosat

Pak Murdin, kalau untuk cairan jenis minyak secara praktrikal untuk penerapan dilapangan kecepatannya max 12 m/dt. Biasanya untuk jenis crude ataupun petroleum product speednya antara 7 ~ 12 m/dt. Bapak bisa merujuk ke ISGOTT. Apakah yg dimaksudkan dibawah adalah solar/hsd untuk keperluan pt inco?

Kalau yg dimaksud hsd/petroleum product, pembatasan kecepatan aliran untuk menghindari static electricity (CMIIW).

Tanggapan 4 – roeddy setiawan

Dear Pak Nurdin,

Pertanyaan anda mendasar sekali. pengalaman saya tidak ada jawaban yang perfect. dibidang engineering exact solution itu tidak pernah ada, yang selalu kita cari adalah approximate solution dengan weighting yang baik antara benefit, risk dan cost.

Kalau yang di cari pak nurdin itu hanya fluida saja tanpa ada solid yang ikut ngantol sebetulnya tidak ada masalah dg fluid velocity anda bisa saja weighting antara pipe diameter vs cost dr drifing force yang anda perlukan untuk memindahkan fluida tsb. secara praktis fluid velocity yang tinggi atau konstanta C di API manual >> 100 sering kita temui tanpa membuat masalah.

Kalau anda deal dengan diameter yang besar, jarak yang jauh. Fluid velocity yang besar akan memberikan momentum yang besar kalau aliran dicoba dihentikan, say operator menutup quarter turn ball valve in split second, bisa saja pipa yang didepan operator burst mengakibat kan hazzard yang seharusnya tidak terjadi.

Kalau anda deal dengan process piping yang kecil kecil impact karena momentum transfer ini bisa ngak kita perhatikan karena inherently small piping by design burst pressure nya tinggi (wall thickness vs diameter ratio gede) jadi mungkin anda tidak usah kuatir.

Jadi short story, knowledge, experience dan berbagai disiplin diperlukan untuk membuat keputusan yang sepertinya sangat sederhana ‘berapa liquid velocity di piping’. untuk itulah process engineer yang jam terbang nya cukup bisa anda consul. atau saya yakin pak Nurdin pernah ikut course fluid mechanic atau transport phenomena, ada baiknya di review lagi karena disana banyak foot note atau data yang bapak perlukan.

Tanggapan 5 – Murdin, Baso (PTI – SOR)

Milis yang baik,

Terima kasih atas tanggapannya semua, saya cuma mau meyakinkan yang pernah saya baca bahwa kecepatan maksimal air dalam pipa sebaiknya maksimal pada 6 m/s, karena jika lebih dapat menyebabkan pengerusan dalam dinding pipa, secara praktikal saya belum pernah mendapatkan dilapangan effect dari kecepatan max tersebut.
Dan secara teoritical dengan menentukan jenis alirannnya apakah turbulen atau laminar tidak dapat membuktikan effect dari kecepatan air tersebut.

Share This