Select Page

Sebelumya saya adalah orang yang sangat-sangat awam dengan piping mungkin karena beckground dan pengalaman yang sangat minim…saya mempunya kasus di pabrik tempat saya bekerja,berupa pendistribusian cooling water..dimana kejadianya sebagai berikut: Pada awalnya total flow yang distribusikan berjumlah 1278 m3/hr dimana total kapasity ini telah di naikkan dari sebelumnya adalah 887 m3/hr akibat dari peningkatan capasitas produksi dan setelah hal itu berjalan seiring dengan waktu timbul masalah yang saat ini saya hadapi. Banyak cooler2 yang running offspek…kesimpulan awal yang diambil akibat dari masih kurangnya cooling water yang terdistribusi ke process. Akhirnya dinaikkanlah flow nya menjadi 1578 m3/hr…dan setelah saya otak atik(sesuai dengan kemampuan saya tentunya) ternyata neraca massa tidak balance dimana dari jalur pendistribusian dan data sheet alat yang menggunakan cooling water. Dimana total flow max pada semua alat(yang menggunakan cooling water) hanya max 1347 m3/hr yang berarti terdapat sisa kira2 150 m3/hr an yang tidak jelas kemana juntrungannya (baca: pendistribusiannya..).

Tanya – Syamsur Rijal – polyprima

Assalamulaikum

Selamat pagi rekan rekan milis…

Sebelumya saya adalah orang yang sangat-sangat awam dengan piping mungkin karena beckground dan pengalaman yang sangat minim…saya mempunya kasus di pabrik tempat saya bekerja,berupa pendistribusian cooling water..
dimana kejadianya sebagai berikut:

Pada awalnya total flow yang distribusikan berjumlah 1278 m3/hr dimana total kapasity ini telah di naikkan dari sebelumnya adalah 887 m3/hr akibat dari peningkatan capasitas produksi..dan setelah hal itu berjalan seiring dengan waktu timbul masalah yang saat ini saya hadapi… banyak cooler2 yang running offspek…kesimpulan awal yang diambil akibat dari masih kurangnya cooling water yang terdistribusi ke process… akhirnya dinaikkanlah flow nya menjadi 1578 m3/hr…dan setelah saya otak atik(sesuai dengan kemampuan saya tentunya) ternyata neraca massa tidak balance dimana dari jalur pendistribusian dan data sheet alat yang menggunakan cooling water.. Dimana total flow max pada semua alat(yang menggunakan cooling water) hanya max 1347 m3/hr yang berarti terdapat sisa kira2 150 m3/hr an yang tidak jelas kemana juntrungannya (baca: pendistribusiannya..)…

Hal inilah yang menjadi pertanyaan di benak saya…

1> Bagai mana kah sistem pendistribusian menurut rule of tumb nya piping engineer…karena pada masing-masing alat yang menggunakan cooling water tidak terpasang flow meter…

2> Apakah bener hanya dengan mengatur diameter pipa kita bisa juga mengatur jumlah flow fluida yang mengalir pada perpiaan tersebut..??

3> Manakah yang paling effektif dan tepat guna yang dapat saya anjurkan pada atasan saya antara penggantian diameter pipa atau menambah/mengganti motor pompa..karena dengan flow 1578 ini cooler2 tersebut masih berada pada posisi offspek(suhu keluran masih terlalu tinggi)

Oleh karena itu saya sangat mohon bantuanya buat rekan rekan yang bergerak dibidang piping atau yang sering mengadapi permasalaahan piping atau yang berkompeten dalam permasalahan ini…
sekedar informasi saya punya buku Rule of thumb Piping Engineer(tapi masih nda mudeng .red..)

Tanggapan 1 – agus suryono

Waalaikum salam…

Pak Syamsur, berikut komentar saya :

1. Dengan adanya kenaikan peningkatan produksi, load (beban) tiap cooler di unit proses akan naik karena flow yang harus didinginkan pun naik, yang selanjutnya juga membutuhkan flow cooling water yang lebih banyak. Menurut saya harus dihitung ulang kebutuhan cooling water tiap cooler dengan heat duty yang baru. Biasanya beberapa rule of thumb utk menghitung kebutuhan /distribusi cooling water di cooler adalah : velocity = 4 fps dan temp. outlet maksimum 47oC.

2. Setelah diketahui jumlah kebutuhan cooling water utk seluruh cooler, dilihat kemampuan pompa cooling waternya. Biasanya sebuah unit pompa punya kapasitas normal dan ratednya pada head sistem tertentu. Kebutuhan melebihi kapasitas ratednya atau tidak ?? Jika tidak cukup, ya..harus ganti pompa atau secara teoritis tambah speed pompa. Setahu saya, kapasitas pompa itu fungsi dari diameter impeller dan speed.

3. Untuk menambah flow pompa, secara teoritis dapat diperoleh dengan menambah speed pompa (menambah speed motor), namun kalo menurut saya, lihat juga kemampuan discharge head dari pompa, jika tidak mampu, flownya tidak akan naik. Menambah diameter pipa distribusi juga bisa menurunkan head sistem tapi kontribusinya kecil sekali, menurut saya head loss disistem paling banyak dari asesories fittingnya dan bukan diameter pipanya.

Semoga membantu.

Tanggapan 2 – Harri Djati

Dengan trial tanpa modal, saya punya masukan sbb:

1. Bahwa masing2 alat heat exchanger (HE) punya pressure drop berbeda, jika di plant mas Rijal ada puluhan HE maka pada HE press drop lebih tinggi misal plate HE aliran cooling water akan kurang optimal atau HE tsb jaraknya paling jauh dg discharge pompa. Ini bisa disiasati dengan mengatur mengurangi opening valve cooling water, jika cooling water outlet (return) masih dibawah 40 deg C sehingga air bisa alir ke HE lain yang running offspec.
2. Komunikasikan dengan supplier chemical cooling water, bila mungkin pinjam flow meter dan pengukur temperatur infra red untuk menganalisa satu persatu dari jumlah HE anda yang banyak.

Tanggapan 3 – wendy junaedi

Mas Samsur,

Pertanyaan awalnya adalah dari mana mas Samsur mendapatkan angka 887 m3/hr, 1278 m3/hr dan 1578 m3/hr, apakah dari spek pompa ataukah dari flow meter? kalo dari spek pompa, pertanyaan selanjutnya adalah dengan cara apa mas Samsur menaikkan flow rate tsb (dari 887 ke 1278 terus ke 1578), dengan menambah pompa atau mengganti pompa?
Hal yg perlu diingat adalah spek pompa biasanya dinyatakan pada posisi BEP (Best Effective Point), dan ketika dipasang pada sistem perpipaan, maka flow rate-nya menjadi bergantung dari sistem perpipaannya. Pertemuan kurva head-capacity pompa dengan piping system curve itulah point dimana pompa beroperasi.

Tanggapan selengkapnya dari Rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan September ini dapat dilihat dalam file berikut”

Share This