Select Page

Adakah yang bisa memberi informasi, bagaimana seharusnya ruang yang menyimpan bahan kimia itu dibuat?
Bolehkan suatu laboratorium kimia berada pada ruangan yang mempunyai ruangan tertutup pada sisi atasnya? Pertanyaan ini saya sampaikan berdasarkan pengamatan saya terhadap kejadian serupa yang pernah terjadi di tempat saya bekerja, yang waktu itu mengakibatkan seorang teman meninggal.

Tanya – andryansyah rivai

Adakah yang bisa memberi informasi, bagaimana seharusnya ruang yang menyimpan bahan kimia itu dibuat?
Bolehkan suatu laboratorium kimia berada pada ruangan yang mempunyai ruangan tertutup pada sisi atasnya? Pertanyaan ini saya sampaikan berdasarkan pengamatan saya terhadap kejadian serupa yang pernah terjadi di tempat saya bekerja, yang waktu itu mengakibatkan seorang teman meninggal.

Untuk informasi yang diberikan, saya ucapkan banyak terima kasih.

Tanggapan 1 – Dimas Satya Lesmana (Chemwatch/Chemcare)

Tergantung jenis serta jumlah dari Chemical yang digunakan.secara umum disain laboratorium harus mempunyai sistem ventilasi yang memadai dengan sirkulasi udara yang adekuat.

Mas Andri bisa mengacu ke standard2 berikut:

* National Fire Protection Association (NFPA 45) Standard on Fire Protection for Laboratories Using Chemicals

* NFPA 30 Flammable and Combustible Liquids Code

* ANSI/AIHA Z9.5 American National Standard for Laboratory Ventilation

Kalau boleh tau bagaimana cerita kejadian yg sampai menyebabkan teman mas andri meninggal di Lab? Chemical apa saja yang terlibat dlm kecelakaan tsb? Siapa tau kita bisa belajar dan mengambil lesson learned dr kejadian tsb.
Trims

Tanggapan 2 – Dimas Satya Lesmana (Chemwatch/Chemcare)

Pak Andryansyah,

Membaca kejadian yang bapak tulis pada saat kejadian ledakan awal yang menewaskan rekan bapak kemungkinan ledakan berasal dari akumulasi bahan kimia (luperox) yang ada dan tertinggal di ruangan tersebut yang mungkin kondisi kemasannya mengalami leak/kebocoran apalagi dalam keterangan bapak ruangan tersebut tidak memiliki exhaust fan didalamnya, hal ini menimbulkan pertanyaan bagi saya pribadi sudahkan risk assessment dilakukan menyangkut bahan yang disimpan serta kondisi penghawaan di lab tersebut? Karena umumnya kriteria penyimpanan bahan kimia berbeda-beda dan masing-masing memerlukan perlakuan engineering control yang sesuai untuk menentukan apakah ruangan harus menggunakan Local Exhaust Fan atau AC atau lain-lain. Apa lab-lab di Batan juga sudah mengikuti kriteria atau standard safety yang berlaku? Nah untuk yang ini sepertunya perlu audit khusus seperti yang diminta dan didesak oleh rekan2 di Walhi.

Pada saat dilakukan pengecatan ada orang yang merokok di ruangan yang ditutup? Hal ini jelas dilarang di lab manapun dan ini sudah pasti sumber malapetaka ledakan di ruangan tersebut. Kalau saya lihat di database Chemwatch ada beberapa produk bernama luperox (saya tidak tau persis produk mana yang disimpan di ruangan tersebut) tapi umumnya kandungan bahan kimia di dalam produk luperox sama yaitu mengandung peroksida organik yang memiliki resiko ekstrim yaitu dapat meledak jika terkena friksi, guncangan, nyala api atau sumber igniton lainnya. So sangat realistis kalau pada saat itu ada seseorang yang merokok terjadi resiko ledakan.apalagi kondisi ruangannya tertutup. Apakah Label di kemasan bahan kimia tersebut tidak terpasang atau tidak mudah teridentifikasi dan memudahkan orang lain untuk mengetahui potensi bahaya dari bahan tersebut? Kalau saja di labelnya sudah terlihat logo UNDG kelas 1 (Ekplosif) atau kelas 2: Gases maka sudah sewajibnya dipindahkan terlebih dahulu.

Untuk pertanyaan bapak mengenai apa saja gas yang bisa menguap dari bahan kimia yang bisa terakumulasi dan terkungkung dalam waktu lama dan meledak ketika ada api tentu banyak jenisnya pak, silahkan di cek MSDS dari produk2 gas yang ada di tempat kerja bapak, dari situ pasti diketahui secara lebih detail tata cara penyimpanan, perlakuan serta parameter lainnya yang penting untuk diketahui umumnya bahan explosives tergolong dalam kelas 1 dalam standard UNDG sementara untuk Gas masuk ke Kelas 2 (class 2.1 untuk flammable gas).

Untuk kejadian ledakan yang baru-baru ini mudah2an ada penjelasan detil dari puslabfor dan dinas pemadam kebakaran mengenai root cause dr incident tersebut agar kita sama2 bisa belajar agar ke depannya tidak terulang lagi kejadian serupa, apalagi Batan memliki Reaktor Nuklir yg bikin masyarakat sekitar panik dan takut akan resiko radiasi jika terjadi ledakan/kebakaran seperti kejadian ledakan kemarin.

Tanggapan 3 – Adrianto (Adriant) @chevron

Dear Pak Andry,

Untuk design laboratorium kimia harus mulai dari awal. Apa analysis yang akan kita lakukan (radiasikah, bisafetykah, clinical kah, teachingkah, pathologykah..?.) Apa peralatan yang kita butuhkan ? Seperti apa Lay Outnya….? Pengaturan ruangan compatibility antara suatu analysis dengan analysis lain….belum lagi maslah instalasi listrik, limbah, air dan gas dan juga rencana pengembangan Lab ke depan….. Jadi harus benar-benar direncanakan dari awal.

Terkait dengan laboratorium yang ada di Indonesia, beberapa diantaranya ada dulu ruangan baru ada laboratoriumnya, sehingga ketika ada pengembangan dari lab tersebut mengakibatkan adanya keterbatasan….

Jadi ketika merancang suatu lab… kita harus tahu berapa space yang dibutuhkan, hood, exhaust Fan, lighting, chemical godown, berapa employee yang akan bekerja, berapa office, administration, Safety equipment and location, Furnishings, fire protection, plumbing dan sebagainya…

Mengenai ruangan tertutup diatasnya tergantung pada apa aktifitas yang akan dilakukan.

Mengenai operational, lab yang sudah terakreditasi sudah punya document level 1 – 4 yang mana semua nya sudah ada dalam bentuk QA Manual, Test method, SOP Operationals, FORM, JSA dan HES Manuals.

HES Manuals adalah uraian tentang point-point HES yang ada di Laboratorium. SOP Operationals adalah prosedurs bagaimana menjalankan sebuah laboratory misal :

* Sample Custody Procedure

* Chemical Management and Hazard Communication Procedure

* Cylender Handling Procedure

* Waste Handling Procedure

* Document Control and handling Procedure

* Equipment Calibration Procedure

* Internal Audit Procedure

* Emergency Respone Plan Procedure

* PPE Procedure

* MSDS Procedure

* Access Control Procedure

* LOTO Procedure

* JSA Procedure

* Housekeeping Procedure

* Etc.

Dan yang lebih penting lagi setiap aktivitas dan analysis di laboratorium harus ada JSA (Job Safety/Hazard Analysis) dan dipahami oleh semua personal yang ada di Lab tersebut.

JSA adalah analisa potensi-potensi bahaya yang kemungkinan terjadi ketika aktivitas di lab dilakukan. Biasanya setiap SOP atau Prosedur menpunyai 1 atau lebih JSA.

Untuk penyimpanan bahan kimia perlu ada ruangan khusus dan perlu diperhatikan compatibity dari chemical, MSDS, Fan, Inventory, Spill Kit, Lemari khusus misal untuk asam, reagent, access control dan sebagainya….

Segitu aja dulu pak.. mungkin bisa menbantu….

Tanggapan 4 – andryansyah rivai

Terima kasih untuk pak Adrianto dan pak Dimas.

Kebetulan saya juga di Batan dan pak Puji (salah satu korban) pernah juga berkantor di gedung saya berada, dimana pernah terjadi ledakan serupa (hentakan gas) dan mengakibatkan seorang teman meninggal. Sehingga kejadian sejenis yang kedua ini boleh dibilang sangat konyol dan memalukan untuk diri saya sendiri.

Untuk menjadi bahan analisis teman2, saya akan memberikan gambaran tentang ruangan di mana ledakan pernah terjadi di tempat saya bekerja (bukan ruangan yang mengalami ledakan baru2 ini). Ruangan itu memang pernah digunakan untuk menyimpan bahan kimia yang akan dibersihkan untuk digunakan sebagai ruang lain, dan sesaat sebelum ledakan masih ada beberapa jerigen bahan kimia merek luperox (?) (entah apa isinya). Saat itu dicari orang yang mengerti apa sebenarnya bahan itu, sehingga pengecatan dinding diteruskan sambil menunggu orang yang bertanggungjawab terhadap barang tersebut. Memang saat pengecatan itu ,menurut informasi, ada yang merokok di ruangan yang ditutup saat pengecatan itu.

Ruangan itu sendiri mempunyai plafon, dan di atas plafon ada ruangan sebelum ada cor semen (gedung bertingkat). Ruangan inilah yang saya pertanyakan sebelumnya. Saya menanyakan hal itu karena kalau saya amati, semua kehancuran di atas plafon arahnya ke bewah. Karena itu saya menduga hentakan itu berasal dari atas plafon. Pertanyaan saya yang sulit saya jawab adalah, apakah mungkin ruangan di atas plafon itu menjadi penampung gas yang menguap dari beberapa tabung kimia yang sebelumnya memang disimpan di tempat itu. Pada kenyataanya, ruangan tersebut sebelumnya tidak mempunyai exhaust fan, apalagi untuk memindahkan gas yang mungkin terperangkap di atas plafon!!!

Pada kasus ledakan yang baru saja terjadi, saya yakin tidak ada rokok saat itu karena mereka sedang bekerja. Tetapi saya tidak tahu apakah ledakan terjadi saat ada yang mematikan lampu, karena kemungkinan saat itu orang2 sudah bersiap untuk pulang. Bila benar ledakan terjadi saat ada yang mematikan lampu, saya menjadi curiga jangan2 kejadianya mirip dengan di tempat saya itu. Kebetulan ruangannya juga di lantai satu, persis seperti di tempat saya (dugaan saya ada juga ruangan antara plafon dan cor semen).

Sampai di sini saya hentikan dahulu cerita ini, sampai ada yang menanyakan hal lain untuk bahan analisis.

Satu pertanyaan yang sangat mengganjal buat saya, apa saja gas yang bisa menguap dari bahan kimia yang bisa terakumulasi dan terkungkung dalam waktu lama dan meledak ketika ada api.

Sekali lagi terima kasih untuk informasinya.

Share This