Select Page

Anda pasti ngamuk, terutama yang rumahnya di PUSPIPTEK. Pasalnya seperti saya, sebulannya biasanya membayar PLN sekitar 135 ribu hingga 150 ribu rupiah untuk daya 2200 KWH. Saya protes ke PLN, karena bulan Januari 2008 untuk tagihan Desember 2007, melonjak menjadi 356.745 rupiah. Saya usut ke PLN AP (Area Pelayanan) Serpong. Ternyata ada laporan MCB di rumah saya rusak, dan Tutup MCB Melorot. Lalu saya ditagih untuk perbaikan sebesar sekitar 598.000 rupiah, dicicil tiga bulan. Kerusakan tersebut terjadi pada bulan Agustus 2006. Ada tanda tangan anak saya yang dipaksa menandatangani orang PLN dan tidak tahu masalah apa-apa. Anak saya mengatakan, bahwa dia disuruh tanda tangan karena sistem di BOX PLN diganti dari dari sistem MUR BAUT menjadi sistem sambung langsung dengan pipa tembaga.

Pembahasan – soedardjo@batan

Anda pasti ngamuk, terutama yang rumahnya di PUSPIPTEK. Pasalnya seperti saya, sebulannya biasanya membayar PLN sekitar 135 ribu hingga 150 ribu rupiah untuk daya 2200 KWH.

Saya protes ke PLN, karena bulan Januari 2008 untuk tagihan Desember 2007, melonjak menjadi 356.745 rupiah. Saya usut ke PLN AP (Area Pelayanan) Serpong. Ternyata ada laporan MCB di rumah saya rusak, dan Tutup MCB Melorot. Lalu saya ditagih untuk perbaikan sebesar sekitar 598.000 rupiah, dicicil tiga bulan. Kerusakan tersebut terjadi pada bulan Agustus 2006. Ada tanda tangan anak saya yang dipaksa menandatangani orang PLN dan tidak tahu masalah apa-apa. Anak saya mengatakan, bahwa dia disuruh tanda tangan karena sistem di BOX PLN diganti dari dari sistem MUR BAUT menjadi sistem sambung langsung dengan pipa tembaga.

Saya bertanya,

SIAPA YANG MERUSAK MCB, padahal keluarga kami semua takut stroom. Lalu apa buktinya saya sekeluarga merusak MCB? Apa kualitas MCB dari PLN selamanya baik?. Bagaimana jika kerusakan pada faktor alam, kawat berkarat lalu putus? Apa bukan orang PLN sendiri yang merusak, lalu melaporkan pihak lain atau pelanggan yang merusak, lalu anak yang umurnya baru kemarin sore disuruh tanda tangan?

Sayapun langsung menulis surat ke MANAJER PLN Area Pelayanan Serpong, bahwa kasus tersebut akan saya laporkan ke Polisi, saya sebarkan ke Media Masa melalui internet dan sebagainya. Saya sedang menunggu balasan dari manajer AP. Serpong. ID Pelanggan saya adalah 546102958440.
Siapa dapat membantu saya meneruskan masalah ini ke pihak PLN?
Terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – Coki Nasution

Pak Dardjo,

Saya cuma mau tanya kiatnya apa sehingga hanya bayar antara 135-150 ribu, dengan daya yang sama 2200kwh dengan menggunakan lampu hemat energi dan pengurangan diberbagai hal (coba tdk pakai ac) bayarnya tetap saja diatas 225ribu.

Tanggapan 2 – Soedardjo@batan

Pak Coki,

Saya sudah bertahun-tahun hidup di Perancis dan Jepang yang mempunyai PLTN.
Selain itu, saya dapat menahan diri dari cemoohan tetangga, bahwa rumah saya adalah rumah hantu, gelap di malam hari. Saya tidur hanya dengan penerangan lampu jalan yang dapat masuk ke jendela kamar tidur saya. Tidur dalam kondisi gelap, bagi orang tertentu, akan merilekkan kelopak dan syaraf mata, sehingga akan lebih pulas. Tapi bagi orang penakut, akan menjadikan tidurnya sesak nafas dan mimpi buruk.

Saya sebagai PNS, tidak mempunyai barang elektronik mewah, hanya satu kulkas, satu televisi, dan dua kipas angin. Tentu orang BATAN tahu, kalau saya termasuk orang yang hidup pas-pasan. Jika rumah dinas yang saya tempati menggunakan daya 2200 KWH, itu sudah terpasang sejak dulu, pada saat saya 12 tahun menjabat di BATAN, untuk rumah tipe 120 di Perumahan Puspiptek.

Lalu kiatnya bagaimana agar hemat energi? PLN sekarang sudah mempunyai REMOTE METER KWH, sehingga dari jauh dapat mendeteksi berapa KWH sebulan daya yang saya gunakan. Jadi tidak ada unsur permainan pemakaian daya dengan petugas PLN.

Saya selalu mematikan lampu jika tidak saya pakai. Sebagai contoh, masuk kamar lampu saya nyalakan, keluar kamar segera lampu saya matikan, masuk WC lampu saya nyalakan, keluar WC lampu segera saya matikan. Hal ini sudah menjadi budaya keluarga kami, sehingga dapat menghemat enegi listrik.

Kalau Bapak/Ibu di Jepang atau di Perancis, maka setiap koridor akan dilengkapi senter battery pada ujung koridor, atau saklar listrik berpendar menyala ditempat yang gelap. Jika kita akan melewati koridor, baru kita tekan saklar dan secara otomatis dalam satu menit lampu koridor akan mati secara otomatis, sehingga jika kita membutuhkan cahaya lampu koridor lagi maka harus menekan lagi saklar di dinding koridor tersebut.

Demikian juga, untuk meja belajar anak-anak, cukup dengan lampu komputer yang hanya 5 watt, atau desk lamp kecil secukupnya untuk menerang obyek yang akan dibaca saja. Selain itu, saya menggunakan alat otomatis sensor semacam votovoltaic, sehingga lampu halaman akan menyala secara otomatis jika gelap dan padam saat matahari bersinar temaram.

Itu saja kiat yang saya terapkan yang telah menjadi budaya hidup saya secara otomatis saya lakukan sejak tahun 1993 sepulang saya dari Jepang.

Tanggapan 3 – Triez

Dear pak Sudarjo..

Dulu setelah lulus kuliah saya pernah ikut PDP project PLN untuk Yogya Area ,mungkin temen2 yang lain juga ada yang pernah ikut.Pengalaman saya dl memang ada ,pak di aturan PLN bahwa segel box ataupun MCB memang ada ketentuannya,nya,pak..kurang 1 pun segel kita harus liat ato confirm..tapi untuk denda ato tidaknya saya kurang tao..saya cuma validasi saat itu, karena rencananya akan dilakukan pengembangan Teknologi Jaringan..klo denda mungkin ada ,ya,pak,cuman di kasus ini kan cenderung menuduh salah satu pihak ya,pak untuk bertanggung jawab,itu kan masalahnya,pak..
Semoga berhasil perjuangannya,pak..

Tanggapan 4 – Amal Ashardian

Meter saya..dalam sebulan ini sudah ter hitung total pemakaian 700kwh tapi bulan ini saya cuma ditagih 80rb, biasa nanti bulan depan baru dihitung semua… ini taktik management PLN sepertinya untuk meng collect dana pelanggan lebih banyak???

Tanggapan dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Januari 2008 ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This