Select Page

Pada dasarnya sistem transmisi telekomunikasi di bagi dua, wireline dan wireless, jika tidak memungkinkan menggunakan wireline bisa menggunakan wireless, atau sebaliknya.
Wireline bisa menggunakan kawat tembaga (fixed telephone line) atau fibre optic, tergantung bandwidth sinyal yang akan dikirimkan, requirement noise dan distorsi, jika diinginkan bandwidth besar, noise dan distorsi kecil sebaiknya pakai F/O. pemilihan single mode atau multimode F/O ditentukan oleh seberapa banyak sinyal yang akan dimultiplex-kan, kapasitas transmisi multimode F/O lebih banyak, konsekwensinya harganya lebih mahal.

Tanya – Machmud Riyadh

Dear Experts,

>Mohon pencerahan mengenai pemilihan type telecommunication dan pertimbangannya, bilamana kita menggunakan Fiber Optics, bilamana menggunakan VSAT, Microwave, dsb. Apakah ada batasan dari Government Regulation untuk type telekomunikasi tertentu (misalnya frekuensi untuk VSAT, jenis Fiber Optic yg bisa dipakai – single mode/multimode, dsb.).

Terima kasih banyak sebelumnya.

Tanggapan 1 – Muhammad Padli

I’m not an expert, just trying to answer 🙂

Setahu saya pertimbangannya banyak sekali pak.

Requirement kualitas komunikasinya bagaimana?

Sebanyak apa channel data/voice yg ingin digunakan?

Di mana lokasi2 user (distance)?

Bagaimana kontur geo antar user?

Budget berapa?

dll.

Untuk regulasi frekuensi.. biasanya sudah berlaku international dan ditetapkan oleh ITU.

Langkah awal: survey, kemudian link budget, dst.

Setidaknya itu yg saya dapat di kuliahan dulu 🙂
Kalau experience gak ada, kitorang kerja di pabrik.. hehehe.

Tanggapan 2 – agung wirjawan

Dear Pak Machmud,

Pada dasarnya sistem transmisi telekomunikasi dibagi dua, wireline dan wireless, jika tidak memungkinkan menggunakan wireline bisa menggunakan wireless, atau sebaliknya.

Wireline bisa menggunakan kawat tembaga (fixed telephone line) atau fibre optic, tergantung bandwidth sinyal yang akan dikirimkan, requirement noise dan distorsi, jika diinginkan bandwidth besar, noise dan distorsi kecil sebaiknya pakai F/O. pemilihan single mode atau multimode F/O ditentukan oleh seberapa banyak sinyal yang akan dimultiplex-kan, kapasitas transmisi multimode F/O lebih banyak, konsekwensinya harganya lebih mahal.

Wireless bisa menggunakan terresterial radio link (trunking, point to point microwave link) atau space based radio link (VSAT), tergantung infrastrukturnya, jika tidak memungkinkan untuk mengakses infrastruktur terresterial bisa menggunakan VSAT, atau sebaliknya. terresterial radio link dibatasi oleh kendala permukaan bumi, sedangkan VSAT dibatasi oleh satelit yang biasanya punya orang lain.

Kaitannya dengan government regulation adalah : semua perangkat yang digunakan harus bersertifikasi ditjen postel, pemasangan jaringan kabel, stasiun radio atau stasiun repeater microwave link harus ada ijin postel dan pemda, penggunaan frekuensi harus seijin dan mendapat lisensi dari ditjen postel, kalau surat ijin penggunaan frekuensi sudah keluar artinya frekuensi yang kita pergunakan sudah sesuai dengan sistem yang kita pakai dan regulasi postel.

Demikian sekedar sharing info dari saya, terimakasih.