Select Page

Memperkirakan atau forecasting gempa dan banjir pasang yang benar
adalah memperkirakan kapan terjadinya, dimana, seberapa besarnya.
Namun pada kenyataannya semua itu tidak mudah diketahui, dengan pasti.

Pembahasan – Rovicky Dwi Putrohari’

Memperkirakan atau forecasting gempa dan banjir pasang yang benar
adalah memperkirakan kapan terjadinya, dimana, seberapa besarnya.
Namun pada kenyataannya semua itu tidak mudah diketahui, dengan pasti.
Kali saya hanya menyinguung kapan saat-saat yang perlu diwaspadai itu,
berdasarkan peredaran bulan. INI BUKAN RAMALAN .. hanya PREDIKSI .. 🙂

Mengintip (meramal) gempa dan banjir berikutnya dari peredaran bulan
Silahkan dibaca disini :

Mengintip <i>(meramal)</i> gempa dan banjir berikutnya dari peredaran bulan

Masih ingat pengaruh bulan pada terjadinya gempa ? Kalau lupa boleh
dibaca lagi Klik disini. Kalau masih ingat tentunya ngga heran dengan
gempa di Sumbawa kemarin yang hanya mleset sehari dari perkiraan dalam
gambar itu kaan ? Coba tengok lagi disini.

🙁 ‘Wah Pakdhe, ternyata pengaruh bulan terhadap bumi cukup signifikan ya ?
😀 ‘Lah hiya thole. Kamu tahu ngga banjir dua hari lalu yang
menutup jalan Tol ke lapangan terbang Sukarno Hatta memutus transport
Jakarta-Cengkareng juga karena peristiwa ini ?’

Banyak peristiwa alam di bumi dipengaruhi oleh benda langit. Bulan
merupakan benda langit terdekat dengan bumi. Sebenernya bulan ini
tidak hanya dekat jaraknya saja tetapi sudah seperti saudara dekat
dengan bumi juga. Apa yang terjadi pada bulan akan dirasakan oleh
bumi. Ketika bulan mendekat, bumipun bergetar.

Karena di mailist tidak menerima attachments silahkan baca disini

– http://rovicky.wordpress.com/2006/06/18/efek-bulan/

-http://rovicky.wordpress.com/2007/10/26/mengapa-efek-bulan-menjadi-pemicu-trigger-gempa/

– http://rovicky.wordpress.com/2007/10/26/awas-perigee/

– http://rovicky.wordpress.com/2007/05/21/gelombang-pasang-astronomi/

Tanggapan 1 – Budi Sudarsono

Pak RDP dan Rekans Anggota ML Migas Yth.,

Menarik membaca tentang hubungan gerakan bulan dengan kemungkinan
gempa.

Saya jadi teringat berita di Elshinta sekitar dua minggu lalu, bahwa
ada pejabat Pemda Bengkulu mengatakan ada seorang professor Brazil
menulis surat kpd KBRI di Brazil, yang isinya meramalkan bakal
terjadi gempa besar di Bengkulu yang disebabkan oleh terjadinya
konyungsi planet=planet dgn matahari pada tanggal 23 Desember 2007.

Saya baca di internet bahwa ada ahli India yang juga mempunyai
pendapat yang serupa, bahkan mengaku pernah meramalkan gempa
berdasarkan kejadian seperti itu.

Namun menurut USGS, gaya gravitasi planet lain selain bulan adalah
sedemikian kecilnya sehingga pengaruhnya dapat diabaikan.

Bagaimana duduk persoalannya ? Yang ahli India itu mengatakan bukan
gaya gravitas yang bepengaruh tetapi momentum sudut = angular
momentum.

Mohon pencerahan !

Tanggapan 2 – Rovicky Dwi Putrohari

Sebenernya ini sudah OOT dari migas. Pak Admin, kalau tidak
diperbolehkan let me know ya.

Diskusi tentang pengaruh bulan terhadap kejadian gempa sebenarnya
sudah lama. Yang saya tulis bukanlah yang pertama tentusaja. Dalam
tulisan saya juga saya sitir beberapa penelitian ‘ilmiah’nya, masih
statistical, yang bermakna korelasional, bukan kausal.
USGS memang belum menaruh perhatian khusus tentang hal ini. Mungkin
disebabkan karena evidence selama ini hanyala statistikal tadi. Bukan
penelitian fisis (scientific physics). Maksudnya belum ada sebuah
penelitian dengan menggunakan alat pengukuran dengan perhitungan
mathematical relations. Sehingga seolah-olah kejadian gempa sehubungan
dengan peredaran bulan hanyalah sebuah kejadian yang ‘kebetulan’ saja.

Gelombang EM (Electro-Magnetic)

Ada sebuah penelitian yg mungkin juga hanya kebetulan juga yaitu, di
Sanfrancisco, California ketika akan terjadi gempa sering ditandai
dengan meningkatnya jumlah laporan kehilangan anjing dan kucing. Kisah
anjing hilang ini sempat menjadi ‘mitos’ yang berkepanjangan disana.
Walaupun mungkin saja secara intuitif bisa saja kita bilang adanya
gelombang EM yang mempengaruhi orientasi kucing dan anjing. Lah wong
memang kenyataan saat ini penelitian gelombang EM untuk prediksi gempa
juga marak, bahkan mengukur gelombang EM lewat satelit yang khusus
diluncurkan utk riset ini. Tapi masak sih kita nanya sama kucing kalau
akan ada gempa ? 🙂

Banyak juga filem-filem sci-fi yang menggunakan kemunculan gangguan EM
sebagai salah satu clue (petunjuk) ketika akan muncul bencana. Kesan
mistis selalu saja akan ada, bahkan akhirnya akan menjalar sebagai
‘mitos’ dan seringkali justru meresahkan, karena tidak didukung
penelitian yang menghasilkan keputusan yang tidak bias (unbiassed
conclusions). Walaupun tidak dapat dikatakan 100% salah total. Tetapi
ketika ada sebuah berita yang kadang ada benarnya dan banyak salahnya
ini harus dibaca dengan proporsional.

Namun sekali lagi, bahwa banyak kejadian yang saat ini masih bersifat
statistikal (kebetulan) yang belum dikaji secara ilmiah scientific.
Maksudnya scientifik itu menggunakan alat ukur sehingga dapat dibaca
tanpa adanya prejudice, kekhawatiran, bisa pemikiran dsb. Penelitian
EM sendiri menunjukkan beberapa kemajuan. Hanya saja masih banyak yang
menggunakannya sebagai ‘riset’, belum bisa dikatakan applied.

Demikian juga dengan penelitian efek gravitasi akibat peredaran bulan
dengan trigger gempa. Walaupun saya menuliskannya bulan sebagai sebuah
‘pemicu’ gempa, menurut saya gejala gempa bersamaan dengan peredaran
bulan belum bisa dikatakan sebagai sebuah prediksi ilmiah (yg dapat
dipertanggung jawabkan secara ilmiah). Walaupun ga ada salahnya untuk
mengantisipasi. Saya sendiri sadar ‘science’ selalu ‘datang terlambat’
tetapi saya tetap tidak akan meninggalkan penelitian scientific ini
karena lebih mudah dikontrol dan dikembangkan serta, tidak bias dengan
mistis dan mitos.

Tanggapan 3 – ahmed syarif

Menanggapi masalah gempa.

Beberapa waktu yang lalu saya membaca (secara tidak sengaja) head line di salah
satu surat kabar yang memprediksi adanya tsunami yang akan melanda jakarta. Kalo
boleh tau itu berasal dari mana ya? apa gara2 krakatau? buat reka2 rekan yang
ada di off shore gimana?