Select Page

CMMS merupakan system terintegrasi yang mencatat hal-hal yang berkaitan dengan maintenance, dalam CMMS dicatatkan Nama Asset/mesin, daftar pekerjaan Maintenance (Planned & Unplanned Maintenance), history pemakaian sejak pembelian, history kerusakan, total biaya yang dikeluarkan, sparepart yang dibutuhkan untuk sebuah mesin, stok spare part yang ada, sampai menghitung nilai MTBF (Mean Time Between Failure) & MTTR (Mean Time To Repair). CMMS juga bisa terintegrasi dengan system lain, seperti ERP pada manufaktur dalam hal ini integrasi dengan data output mesin yang tercatat di ERP sehingga pada output tertentu mesin harus di maintain (servis, ganti spare part, dll), data pembelian spare part, jurnal accounting, dll.

Tanya – Riki.Sapari@sulzer

Dear Milister,

Jika ada yang punya pengalaman denagn MMS or CMMS (Maintenance Management System or Computerized Maintenance Management System), sudikah kiranya untuk berbagi ilmu kanuragan yang dimilikinya.

Terima kasih atas dan di tunggu replynya dari milister .

Tanggapan 1 – Syahril Dian Purwono

Dear Pak Riki,

CMMS merupakan system terintegrasi yang mencatat hal-hal yang berkaitan dengan maintenance, dalam CMMS dicatatkan Nama Asset/mesin, daftar pekerjaan Maintenance (Planned & Unplanned Maintenance), history pemakaian sejak pembelian, history kerusakan, total biaya yang dikeluarkan, sparepart yang dibutuhkan untuk sebuah mesin, stok spare part yang ada, sampai menghitung nilai MTBF (Mean Time Between Failure) & MTTR (Mean Time To Repair). CMMS juga bisa terintegrasi dengan system lain, seperti ERP pada manufaktur dalam hal ini integrasi dengan data output mesin yang tercatat di ERP sehingga pada output tertentu mesin harus di maintain (servis, ganti spare part, dll), data pembelian spare part, jurnal accounting, dll.

Tanggapan 2 – Zulkifli

Sebagai Tambahan, system yang sering digunakan ada yang menggunakan : Maximo, SAP ataupu JD Edwards, mungkin ada yang lain yang bisa menambahkan….!!

Tanggapan 3 – Seno Hardijanto

Untuk penjelasan tentang CMMS (atau sekarang Enterprise Asset Management), lihat di wiki : http://en.wikipedia.org/wiki/Enterprise_Asset_Management

atau lihat di gartner report :

http://mediaproducts.gartner.com/gc/reprints/ibm/external/volume2/article18/pdf/article18.pdf

Tanggapan 4 – Ilham B Santoso

Menambahkan sedikit, pada hakikatnya CMMS, seperti namanya, adalah sistem yang mendayagunakan komputasi (Data base sistem) untuk melakukan management aktifitas maintenance asset organisasi. Untuk itu tentu hal pertama yang harus dilakukan untuk menerapkan CMMS adalah standarisasi sistem registrasi asset.Mulai dari asset sistem service (misal kompressor service unit, power generation unit), equipment unit, maintanable unit sampai spare part. Selain itu asset man power resources juga teresgiter dalam data base CMMS, spesial tool yang tersedia, dsb nya. Kemudian setelah itu tentu adalah sistem management pekerjaan yang biasanya berupa work order flow process yang mengatur bagaimana suatu alur pekerjaan maintenance harus di jadwalkan, rencanakan, eksekusi ataupun di tunda di’pasang’ pada CMMS sehingga pekerjaan maintenance dapat diatur/di manage dengan baik. Work order flow biasanya juga dilengkapi dengan Standar Operating Procedure atau sejenisnya sebagai guidance untuk melakukan pekerjaan dalam suatu jenis work order. dalam SOP tersebut biasanya dicantumkan spesial tool ang diperlukan, jenis human resources nya, prekiraan man hour, spare part yang diperlukan, consumable item, dll. Berbekal data-data tersebut maka diharapakan pekerjaan maintenance dapat di’atur’ dan di jadwalkan dan di rencanakan dengan baik serta pekerjaan un planed dan unscheduled serta backlog dapat ditekan. Selain itu tentu akan sangat membantu (tidak selalu tersedia module nya) bila CMMS juga dapat menyimpan data histori asset, run time tracker (untuk melihat reliability dan availability asset), dan dapat ber’komunikasi’ dengan ERP perusahaan.

Adapun poduknya sangat banyak mulai dari yang sederhana seperti CWork, hingga MAXIMO, 7I (Data stream dahulu), JDE atau SAP.

Tanggapan 5 – usman kuniyo

Kalo saya nge gunain OCS Maisy, yah lebih simple drpd Maximo yg saking lengkap dan detail nya bikin orang susah make nya, itu kata client saya.
ada juga yg nge gunain AMOS D.

Kata client saya jg yg paling berat dlm CMMS cumen pas nge populasiin Asset yg kita punya sama nyusun maintenance job plan nya, termasuk spare parts, consumables, etc.. abis itu operation deh, yah klo ada yg kurang ditambahin and sebaliknya.

Mudah2an nge bantu.

Tanggapan 6 – Syahril Dian Purwono

Pada dasarnya system software digunakan untuk membuat kerja lebih efektif & efisien, laporan pekerjaan & finansial yang akurat, serta akan membuat lebih menguntungkan. Untuk menerapkan sebuah system software yang berhubungan dengan proses di perusahaan (cth : proses produksi, proses maintenance), secara otomatis merubah proses yang sudah mentradisi bertahun-tahun disitu, jadi untuk beberapa kalangan hal tersebut akan terasa mengganggu ‘pakem’ kerjanya selama ini.

Hal ini dibutuhkan koordinasi dari berbagai pihak, dalam hal ini Top Management ikut berperan serta mengatur & mengawasi proses di lapangan berdasarkan system software yang baru, tapi sebenarnya tidak se’saklak’ itu harus mengikuti system software, karena system software itu buatan manusia juga dan system software bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Nah… disinilah dibutuhkan peran serta konsultan dari system software tersebut untuk menjembatani antara proses aktual di perusahaan dengan proses yang ada di system.

System Software CMMS boleh saja mahal, menggunakan merk terkenal, akan tetapi menurut saya perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :

1. support yang baik dari vendor

2. support yang baik dari konsultan implementator

3. mapping yang akurat, mendata proses pekerjaan aktual dengan pencatatan dalam system, inilah faktor utama untuk penerapan system software

4. pricing policy, vendor IT menawarkan software tapi tidak dengan paket menarik, misal harus beli dengan kelipatan 5 user name, padahal client hanya butuh 2 user name saja

5. user friendly, karena saya yakin pasti ada yang protes dengan cara penggunaan yang ribet

6. fungsi, apakah semua fungsi yg ada dlm system software tersebut terpakai secara keseluruhan di dalam proses? jangan sampai mubadzir. (setidaknya minimal 75 % fungsi terpakai)

7. mudah untuk di modifikasi, khususnya disini untuk menampilkan reporting

8. memiliki integrasi yang tepat dengan system lain, misalnya dengan software accounting, ERP, Business Intelligence, reporting tools, barcode, scada, dll

Tanggapan 7 – usman kuniyo

Mantab sekali penjelasan dari pak Syahril nih, terima kasih pak sharingnya. saya akan coba sharing sedikit lagi, tapi tidak secanggih pak syahril.

CMMS jika dilihat dari sudut pandang:

1. Orang lapangan. yang dibutuhkan salah satunya adalah system ini bisa men generate work order/job card, dimana work order ini me record tools apa saja yg dibutuhkan, SDM yg terpakai, progress pekerjaannya sampai dimana, etc. jika ada yang kurang dalam work order, maka akan ada revisi dalam work order yg tentunya system ini harus dgn mudah dirubah work ordernya.

2. Procurement. system ini diharapkan bisa dengan mudah merelease PO sesuai dengan yg kita butuhkan, entah itu spare parts, consumables, etc. dan tentunya jika ada sedikit perbedaan dengan system procurement yg sudah berjalan di suatu perusahaan, maka diharapkan system ini bisa terintegrasi satu sama lain.

3. Management. simpelnya jika seorang manager yg ingin mengetahui produksi oil dalam 1 tahun terakhir atau ingin mengetahui history perawatan stripping pump dalam 3 tahun terakhir, atau men generate suatu report etc..

Yah intinya sih semuanya tereord dengan baik dan kita bisa beli barang yg kita butuhin dengan mudah, jadi ga ada kelebihan/kekurangan stock di warehouse.

Segitu aja dari saya, maap klo terlalu dangkal.

Tanggapan 8 – nhsetiawan

Pak RSP,

Saya akan coba jelaskan pengalalaman pribadi implementasi dan pemakaian CMMS – Maximo sebagai softwarenya.

CMMS pada umumnya adalah integrasi system dari pada Work Order management, detail Equipment database, Preventive Maintenance program (inspection, calibration, lubrication, cleaning, etc.), spare parts inventory dan Purchasing yg biasanya link/interface dengan Finance system untuk Invoice matchingnya.

Di dalam CMMS sendiri biasanya sudah ada generic structure (customized) untuk failure analysisnya spt SCRA (symptoms, Cause, Remedy, Action) untuk membantu menganalysa semua reported failures. Kemudian juga ada generic Tree Structures untuk PDS (Plant Data Structures) tergantung jenis industrinya yg akan dipakai untuk ngeLink semua Equipment dengan Location attached supaya cost yg muncul dari pada Equipment tersebut akan updated secara otomatis ke GL (general ledger) yg bersangkutan.

Tanggapan 9 – nhsetiawan

Pak Riki,

Melanjutkan respons saya sebelumnya yg ada gangguan teknis. Sekedar menambahkan apa yang dijelaskan pak Shahril.

Saya akan jelaskan berdasarkan pengalaman saya implementasi dan operational CMMS – Maximo sebagai software EAM (enterprise asset management) yg saya pakai.

CMMS pada umumnya adalah integrasi dari pada berbagai systems seperti Work Order management, detail Equipment database, Preventive Maintenance (Inspection, Lubrication, Calibration, Cleaning, etc.), Spareparts inventory dan Purchasing yg biasanya link dengan Finance untuk Invoice matching.

Sedangkan didalam CMMS sendiri bisasanya sudah ada generic structure untuk failures analysis spt SCRA (Sypmtom, Cause, Remedy, Action) dan PDS (Plant Data Structures) yg bisasanya dipakai untuk me-Linkan equipment dengan Lokasinya dan GL (general ledger) numbernya.

Sistim reportingnya sendiri sangat sederhana karena semuanya sudah pre-defined didalam generic systemnya, sehingga operator hanya perlu memilih Tables sesuai WO dan equipment yg bersangkutan. Dan data ini akan dipakai selanjutnya untuk berbagai kepentingan seperti downtime/failure analysis (MTTR, MTBF), cost on labors dan spareparts usage, inventory balance, re-order system, etc.

Sedangkan untuk output report yg diinginkan bisa di costumize sesuai dengan kebutuhan. Kalau di Maximo biasanya dapat di costumize dengan Cristal Reports.

Mudah2an ada bayangan dan bermanfaat.

Share This