Select Page

Pembatalan Tender itu sudah biasa dan sering terjadi baik karena alasan yang kuat atau tidak. Pihak Vendor biasanya akan menjadi korban karena umumnya rules tertulis atau tidak tertulisnya mengarah kesana. Rules tertulis biasanya ada di draft kontrak yang biasanya harus di paraf oleh peserta tender, didalamnya berisi hal hal yang sudah diantipasi sebelumnya oleh penyelenggara tender apabila terjadi pembatalan tender atau pembatalan kontrak. Dikatakan bahwa penyelenggara tender berhak untuk menghentikan kontrak tanpa harus membayar apapun ke pihak vendor. Jadi dengan kata lain, setelah mem paraf draft kontrak tersebut kita sudah tidak punya hak untuk menerapkan aturan main yang imbang untuk kedua belah pihak.

Tanya – nasrul agus

Dear All…

Buat rekan-rekan yg paham tentang rule of game tender,terutama rekan-rekan yg di BP-Migas. Kami vendor oil dan gas di sumatra,kami mohon penjelasan dan pendapat rekan-rekan vendor,bagaimana hukumnya kalau suatu oil company membatalkan suatu tender,dgn alasan klasik satu dan lain hal !

Apa cukup hanya dengan mengembalikan biaya registrasi yg sudah dikeluar vendor?!
sementara vendor sudah mengeluarkan biaya cukup banyak untuk tender tsb,(diluar biaya registrasi)seperti f. copy,jilid dokument tender,biaya bid bond Bank,akomodasi,trasportasi biaya begadang hitung tender…he..he..he..

Sementara kalau vendor membatalkan kontrak/atau mundur jaminan bank (yg uncoditional bond) langsung di cairkan…kami merasakan tidak adil rule of game ini.
demikian terima kasih atas masukannya yg bermanfaat buat kami.

Tanggapan 1 – hadi muttaqien

Pak Nasrul,

Setahu saya sih, tender batal karena ada persyaratan tender yang tidak lengkap atau belum memenuhi ketentuan yang telah di tentukan oleh owner, dan biasanya dilakukan lagi Re-tender. Untuk kasus anda saya kira bisa ditanyakan langsung ke panitia tendernya. Karena setiap perusahaan tentu punya syarat2 atau peraturan yang berlainan.

Tanggapan 2 – donny rico m

Pa Hadi,

Bisa tau alasan klasiknya dr client Anda? karena itu poin yang cukup kritikal untuk menjawab pertanyaan Anda.

Sebenarnya semua ongkos yang Anda sebutkan (bisa saya anggap preliminary activities), adalah hanya 1% (kurang malah) dari total transaksi nantinya berdasarkan pengalaman proyek sih). artinya, nilainya sangat kecil dan itu memang adalah hal yang amat lumrah, wajar, jamak, umum untuk dikeluarkan oleh supplier/kontraktor. bahkan sampai nantinya client Anda menyatakan kalau Anda kalahpun, itu sesuatu ongkos yang amat wajar. apalagi di industri migas dan oil. faktor kuatnya keuangan dari pihak ketiga seperti Anda, saya rasa jadi faktor utama untuk bisa hidup diantara yang lain. Anda masih cukup dihargai karena dikembalikan biaya admin or registrasi. bagi yang lain, seperti di tempat saya, itu adalah resiko Anda sebagai pihak ketiga tempat kami.

Tanggapan 3 – Hendriady [PTFI]

Pak Nasrul,

Menurut saya, apabila alasan: ‘satu dan lain hal’ sama sekali tidak bisa diterima. Sampai saat ini alhamdulillah saya belum pernah menemukan alasan pembatalan tender seperti yang bapak sebutkan. Dan memang sebaiknya ditanyakan kepada panitia pelelangan mengenai alasan mereka untuk membatalkan tender tersebut.

Hal yang sering menjadikan pembatalan sebuah tender adalah No Quorum (atau peserta tender yang kurang dari 2 perusahaan). Dan ini seperti yang disampaikan pak Hadi, biasanya akan dilakukan Rebid.

Pembahasan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut:

Share This