Select Page

Setelah produksi, geologist tetap punya peranan yang besar. Walaupun sudah produksi lapangan masih perlu dikembangkan. Sumur-sumur tambahan dibor lagi untuk menahan laju penurunan produksi. Sumur-sumur yang lamapun masih punya peluang untuk menambah produksi.

Tanya – sya_wal88

Bolehkah bertanya…. kebanyakan yang saya tahu fungsi seorang geologist kebanyakan ketika melakukan eksplorasi sumber daya…. nah kalau ketika telah produksi di oil dan gas seorang geologi berfungsi sebagai apa????

Tanggapan 1 – Robikhun (robihun)

Setelah produksi geologist tetap punya peranan yang besar. Walaupun sudah produksi lapangan masih perlu dikembangkan. Sumur-sumur tambahan dibor lagi untuk menahan laju penurunan produksi. Sumur-sumur yang lamapun masih punya peluang untuk menambah produksi. Nah hal-hal ini dikerjakan oleh subsurface team yang terdiri dari production engineers, reservoir engineers dan geologist. Dengan semakin banyaknya sumur akan semakin banyak data yang akan digunakan untuk memperbaiki earth modeling yang dibuat sebelumnya sehingga lebih mendekati kenyataan.

Penjelasan lebih lanjut, biarlah geologist sendiri yang menerangkan.

Tanggapan 2 – Rinaldi Mulyono

Berikut beberapa point peranan geologist untuk lapangan pengembangan:

– Membuat geological model yang akan digunakan dalam simulasi reservoir, untuk membuat ini akan dilakukan analisa well log, stratigraphy, sedimentology, image logs dll.

– Membuat cross-section dan geological map serta reservoir properties (structure, isopach, facies, porosity, permeability dll)

– Reservoir characterization

– Mengupdate volumetric in-place

– Menentukan lokasi sumur pengembangan, membuat geological drilling program (well prognosis, formation evaluation, coring dan testing programs)

– Mengkoordinasikan geological services seperti logging, coring, cutting dll

– Memonitor well production drilling dan memberikan evaluasi formasi selama pemboran.

– Evaluasi sumur produksi setelah pemboran selesai

Mungkin ada yang kurang bisa ditambahkan.

Tanggapan 3 – cahyo nugroho

‘…Finding oil is not a primary objective for the production geologist… The primary objective for production geologist is to make his appropriate contribution to the efficiency of the operations for recovering the oil that has already been found…’ (Dikkers, A.J., ‘Geology in Petroleum Production’, Elsevier Science Publishing, 1985, pp.13).

Geologist pada produksi minyak dan gas salah satu tugasnya adalah membuat model konseptual untuk reservoir. Model tersebut mencakup distribusi spasial dari fluida, rock properties dan saturation. Model ini nantinya akan digunakan oleh bapak-bapak petroleum dan reservoir engineer dalam meng-optimalkan produksi, juga untuk secondary recovery (misal dengan waterflooding, acidizing atau steam injection). Selain itu, model konseptual tersebut selalu berkembang seiring dengan hadirnya data-data tambahan, misal hasil survei 4D seismik juga sumur2 tambahan di lapangan tersebut. Dan model tersebut adalah hasil dari earth modelling yang lebih up-to-date, seperti yang dikatakan pak Robihun.

Satu contoh dari peranan geologist dalam secondary recovery adalah pada Denver Unit, Wasson (San Andres) field. Pada awalnya, reservoir di deskripsikan sebagai continuous dan mekanisme pendorongnya (drive mechanism) adalah solution gas drive. Sehingga, waterflooding dilakukan di bawah oil-water contact (OWC). Hasilnya adalah, sumur-sumur yang terletak 3-4 km dari sumur injeksi, tidak bereaksi terhadap waterflooding ini. Selanjutnya, diubah model konseptual reservoir tersebut menjadi 10 zona. Dimana zona-zona tersebut dipilah berdasarkan permeabilitasnya. Dan infill drilling dilakukan setiap jarak +/- 20 acre. Hasilnya adalah, produksi meningkat sampai dengan 4 tahun. (CMIIW).

Pendek kata, peranan geologist dalam produksi adalah untuk meng-optimalkan lapangan tersebut berproduksi secara ekonomis, dan model konseptual dari sebuah reservoir dapat digunakan untuk mendevelop lapangan tersebut sampai economic limit nya tercapai. Mohon koreksi dan tambahan dari bapak-bapak yang lebih senior.