Select Page

Gas yang disupply oleh PGN ke rumah tangga dan bangunan komersil (hotel, mall, rumah sakit, dll) selalu ditambahkan odorant utk keamanan. Dengan adanya odorant tsb at least apabila ada kebocoran, bisa terdetect secara dini oleh ‘alarm’ indera penciuman kita. Pasal 25 Kepmen ESDM No. 300K/1997 mewajibkan gas diberi zat pembau. Dalam praktek dipakai mercaptan 1 ppm (angka ini belum saya cek akurasinya). Spesifikasi gas kelihatannya belum ditetapkan oleh yang berwenang sampai saat ini.

Tanya – Ari Santoso

Dear All,

Terkait dengan kejadian ledakan di Plaza Indonesia karena gas Jum’at kemarin,
mau tanya, apakah untuk Gas yang disalurkan ke Konsumen-Konsumen besar ke Industri-Industri atau ke Mall/Hotel itu ada standardnya, misalnya tambahan bau seperti pada LPG yang dirumah-rumah.

Tanggapan 1 – Edyson@patrateknik

Ada Pak, namun menurut saya, pada jam tersebut kepekaan penciuman oleh para pekerja kurang, sehingga mereka tidak menyadari adanya ‘ bocoran LPG ‘, atau tidak mengetahui akibat dari bocornya LPG.
Kemungkinan sumber api / panas menurut saya, seseorang menyalakan lampu ( turn-on switch ), atau ada yang akan merokok dengan menyalakan mancis.

Tanggapan 2 – hasanuddin_inspector

Setahu saya, gas yang disupply oleh PGN ke rumah tangga dan bangunan komersil (hotel, mall, rumah sakit, dll) selalu ditambahkan odorant utk keamanan.

Dengan adanya odorant tsb at least kalo ada kebocoran, bisa terdetect secara dini oleh ‘alarm’ indera penciuman kita..

Tanggapan 3 – Gusti Sidemen

Pasal 25 Kepmen ESDM No. 300K/1997 mewajibkan gas diberi zat pembau. Dalam praktek dipakai mercaptan 1 ppm (angka ini belum saya cek akurasinya). Spesifikasi gas kelihatannya belum ditetapkan oleh yang berwenang sampai saat ini.

Tanggapan 4 – Herry Putranto@cendrawasih

Pak Ari,

Saya belum dengar berita mengenai kejadian di Plaza Ind itu, mohon info lengkapnya pak jika ada untuk pembelajaran bagi para pemasok gas ke industri. Setau saya yang memasok gas ke lingkungan Plaza Indonesia adalah PGN.

Pak Hasanuddin, dengan kejadian tersebut rasanya penyusunan pedoman pengangkutan Gas Non Pipeline menjadi sangat penting segera diselesaikan. So, masalah spec Gas or CNG harus ditegaskan lagi dengan penambahan odoran dan harus benar digunakan shg gampang dideteksi jika ada kebocoran.

Tanggapan 5 – hasanuddin_inspector

Ledakan terjadi hari Jumat lalu (jam 00.05). Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, penyebabnya berasal dari pipa gas yang sedang diperbaiki.

Betul pak Herry, kejadian seperti ini mungkin saja bisa terjadi pada saat pengangkutan gas (dengan moda non-pipa).

Ohya, dapat saya tambahkan bahwa dalam Permen ESDM no 0048/2005 sudah jelas ditentukan bahwa standar dan mutu (spesifikasi) bahan bakar (termasuk gas bumi, LPG, LNG dan hasil olahan gas lainnya) yang akan dipasarkan di dalam negeri harus memenuhi standar yg telah ditetapkan oleh pemerintah (dalam hal ini c/q Dirjen Migas).

Seingat saya ada kok persyaratan teknis/spesifikasinya (rasa2nya termasuk penambahan odoran utk produk tertentu) yg dikeluarkan oleh Ditjen MIGAS dan dipublished di website-nya. Silahkan dibrowsing saja..

PS: area plasa Indonesia masuk cakupan jalur pipanya PGN ya pak? Apa ini jalur pipa lama gas kota??

Tanggapan 6 – Herry Putranto@cendrawasih

Untuk penyaluran gas PGN ke Plaza Indonesia saya kira menggunakan saluran gas lama yang memang melintas dikawasan tersebut selanjutnya tinggal menambah sedikit saluran ke lokasi yang diinginkan. Kalau dari pipa gas saat sedang perbaikan berarti ada keteledoran dari petugas nya. Tks infonya.

Tanggapan 7 – Ari Santoso

Pertama-tama, terima kasih kepada rekan-rekan milis yang banyak memberikan masukan.

Pada saat ledakan terjadi, ada pekerjaan penggantian meter gas (ke para tenant di Plaza Indonesia) yang tadinya analog diganti menjadi digital. Vendor yang melakukan penggantian meter tersebut dari PT. JCI.
Artinya area kerjanya di daerah pemipaan di dalam gedung.

Benar pak, supply gasnya berasal dari PGN.
Dengan adanya tambahan pembangkit berupa Gas Engine (ada 9 buah), pipa gas yang dipasok oleh PGN yang tadinya hanya untuk kebutuhan gedung (masak, pemanas, dsb), menjadi kurang. Rencananya ada pipa baru dengan diameter yang lebih besar. Hanya saat ini pembangunan di lapangan terhambat (macet) di sekitar Cideng/Tanah Abang. Saya dengar ada permasalahan dengan perizinan dari Pemprov DKI..

Share This