Select Page

Standard untuk merancang fire water pump yaitu menggunakan standard NFPA 20, di sana di state secara mendetail perlengkapan apa saja yang harus di lengkapi oleh sebuah fire water pump. Fire water pump dilengkapi dengan jockey pump yang berfungsi untuk maintencane pressure, apabila nanti terjadi kebakaran maka pressure akan turun dan secara simultan fire water pump akan hidup untuk mempertahankan pressure. Untuk pemilihan penggerak disesuaikan dengan kondisi site yang ada, seperti ketersediaan listrik atau yang lain. Untuk area basic performance pompa ini harus mampu mendeliver paling sedikit 65% rated discharge pressure pada 150% rated flow sebagai contoh, pompa dengan rated flow 1000gpm dan rated pressure 100 psig harus mampu beroperasi pada flow 1500 gpm dan pressure 65 Psig. Untuk penentuan rated flow sendiri juga sudah di state di standard ini, jadi harus mengikuti standard. Pompa untuk FWP harus udah UL/FM listed.

Tanya – a. agung nugroho

Dear All,

Apakah ada dari rekan2 yang mengetahui parameter apa saja dan bagaimana cara sizing pump untuk pompa hydrant? standard apa yang bisa digunakan untuk melakukan sizing pump tersebut? Mohon pencerahan dari rekan2 karena saya masih awam dengan hal ini.

Terima kasih.

Tanggapan 1 – faizal rizki

Saya juga sangat tertarik untuk belajar soal FWP. saya sempat merancang untuk FWP tapi hanya sebatas di detail design. Berikut ini sepemahaman saya tentang FWP pump.
Standard untuk merancang fire water pump yaitu menggunakan standard NFPA 20, di sana di state secara mendetail perlengkapan apa saja yang harus di lengkapi oleh sebuah fire water pump. Fire water pump dilengkapi dengan jockey pump yang berfungsi untuk maintencane pressure, apabila nanti terjadi kebakaran maka pressure akan turun dan secara simultan fire water pump akan hidup untuk mempertahankan pressure. Untuk pemilihan penggerak disesuaikan dengan kondisi site yang ada, seperti ketersediaan listrik atau yang lain. Untuk area basic performance pompa ini harus mampu mendeliver paling sedikit 65% rated discharge pressure pada 150% rated flow sebagai contoh, pompa dengan rated flow 1000gpm dan rated pressure 100 psig harus mampu beroperasi pada flow 1500 gpm dan pressure 65 Psig. Untuk penentuan rated flow sendiri juga sudah di state di standard ini, jadi harus mengikuti standard. Pompa untuk FWP harus udah UL/FM listed.

Tanggapan 2 – Henry Krisyanto

Ikut nimbrung Pak Faizal dan Pak Agung….

sebelumnya salam kenal yup…

Setuju bgt dengan Pak Faizal bahwa standart yang digunakan untuk Fire Water Pump adalah NFPA 20.

Ini salah satu kutipan dari NFPA 20: Standard For The Instalation Of Stationary Pumps For Fire Protection.

___Fire Pump Settings.

The fire pump system, when started by pressure drop, should be arranged as follows.

(1) The jockey pump stop point should equal the pump churn pressure plus the minimum static supply pressure.

(2) The jockey pump start point should be at least 10 psi (0.68-bar) less than the jockey pump stop point.

(3) The fire pump start point should be 5 psi (0.34 bar) less than the jockey pump start point. Use 10-psi (0..68-bar) increments for each additional pump.

(4) Where minimum run times are provided, the pump will continue to operate after attaining these pressures.

The final pressures should not exceed the pressure rating of the system.

(5) Where the operating differential of pressure switches does not permit these settings,
the settings should be as close as equipment will permit. The settings should be established by pressures observed on test gauges.

(6) Example:

Pump: 1000-gpm, 100-psi pump with churn pressure of 115 psi.

Suction Supply: 50 psi from city — minimum static. 60 psi from city — maximum static.

Jockey pump stop = 115 + 50 = 165 psi.

Jockey pump start = 165 – 10 = 155 psi.

Fire pump stop = 115 + 50 = 165 psi.

Fire pump start = 155 – 5 = 150 psi.

Fire pump maximum churn = 115 + 60 = 175 psi.

(For SI units, 1 psi = 0.0689 bar.)____

Tanggapan 3 – Alvin Alfiyansyah

Ring dan jalur perpipaan fire water system yg dimaksud harus dianalisa juga hydraulicnya termasuk apakah sumber air bagi fire pump yg dimaksud cukup valid kapasitasnya dan headnya ketika fire terjadi, belum lagi kalo ditujukan buat cooling crude tanks, apakah fixed system juga berada dalam jalur ini, yg jelas duration dan rate dari pompa harus dipastikan mencukup jalur fire water yg dimaksud, dll. Selain itu ya -hal-hal yg sudah diterangkan Mas Faizal sebelumnya. Ingat isi recommended practise belum berarti adalah nilai mutlak looh, terkadang ada engineering judgement yang diperlukan.

Kalo dari sisi hydrantnya ada pemilihan jenisnya looh, lokasi dan jaraknya. Perhitungkan juga sisi maintenance dan inspeksi-nya.

Jika hendak belajar Fire Water System dan Fire Fighting Equipment maka cukup banyak referensi yang anda bisa pakai selain NFPA 20 seperti API 2021, API2510A, NFPA series dari 10-13, 15, 17 -dll. ; OSHA CFR 1910.156. Di upstream system deteksinya, jangan lupa juga ada peraturan lokal ttg sistem instalasi alarm otomatik yg mungkin perlu dirujuk juga.

Waah…apalagi ya. Susah kalo nerangkan disini dengan detail, lebih menarik bila dikasih study case langsung agar ada analisa yg berlangsung lebih hangat.

Tanggapan 4 – Achmad Hidayat

Jangan lupa refer ke plant lay out, agar optimasi pemilihan letak.
Sekaligus water balance, biar optimum penggunaan water nya, apakah ada yg bs dari recycle process.
Juga agar optimum storage nya, sisa nya panduan dan cara ngitung nya udah ada di standard.
Jgn lupa process consideration buat tiap chemical berbeda.

Kasus desain ttg ethanol fuel storage contoh nya.
Ethanol fuel kalau kebakar, di guyur air sd konsentrasi turun 15 persen baru padam.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Oktober 2009 ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This