Select Page

Mengapa FOS yang didapat dari Slope/w lebih kecil dari FOS yg didapat dari Plaxis. Saya pernah melakukan studi yg mirip, membandingkan FLAC dengan Slope/w. Hasilnya, FOS tergantung dari bidang runtuh yg diperoleh. Bisa sama, lebih kecil atau lebih besar.
Slope/w atau program lain yang menggunakan limit equiblirum approach, menghitung FOS dengan membandingkan resisting forces dengan driving stresses. Program2 ini tidak memperhitungkan adanya deformasi dari embankment, yg sebetulnya bisa terjadi terutama jika dibangun diatas soft-clay, dan mempengaruhi keseimbangan gaya2 yg bekerja. Dengan demikian, FOS yg didapat dari program ini adalah resisting forces dibagi dengan driving stress pada ketinggian awal embankment (sebelum bergerak).

Tanya – muhardi amuhardi

Perkenalkan saya Muhardi. Sekarang lagi malanjutkan S3 di UTM. S2 di Manchester Univ, bidang Geoteknik. Sekarang saya dosen di UNRI, teknik sipil, ngajar dibidang geoteknik. S3 saya mengenai aplikasi fly ash sebagai alternatif material pada pembuatan embankment dengan memakai mini centrifuge test dan finite element modelling dengan Plaxis.

Anyway, saya tertarik dengan diskusi mengenai perbedaan FOS antara Plaxis dan Slope/W. Saya pernah mencoba untuk membandingkannya. Salah satu research di research group saya adalah membuat full scale trial embankment di tanah lunak. Di bawah embankment dibagi tiga bagian, yaitu diletakkan high strength geotextile, geotextile sebagai separator (control embakment) dan bambu untuk memperbaiki tanah lunak (saya attachkan layout dalam files).

Saya memakai Plaxis versi 8.2 dengan Geostudio 2004 versi 6.02. Hasil yang saya dapatkan FOS dari Plaxis lebih besar daripada hasil Slope/W. Yang menariknya FOS dari Plaxis untuk control embankment yang hanya memakai TS40 (13.4 kN/m) sebagai separator lebih tinggi dari FOS embankment yang diletakkan High strength geotexile, PEC 100 (100 kN/m). Walaupun perbedaannya tidak terlampau besar (saya attachkan semua hasil Plaxis dan Slope/W dalam files).
Tetapi untuk modelling bambu, saya tidak menemukan pilihan material yang sesuai, baik untuk Plaxis dan Slope/W.

Sampai sekarang pun saya masih belum mengerti kenapa bisa sampai begitu. Tapi saya belum membandingkan FOS Plaxis dengan Slope/W kalau pakai finite element method. Apakah hasilnya sama atau tidak?

Melalui forum ini kalau ada bapak-bapak yang pernah mencoba memodelkan material, seperti bambu dalam kasus saya, yang tidak ada pilihan di Plaxis atau Slope/W, mungkin bisa dibagi pengalamannya.

Terimakasih sekali lagi atas diapprovenya saya dalam milis ini dan semoga milis ini bisa sebagai ajang tukar informasi dalam bidang geoteknik.
Mohon maaf kalau ada yang salah.

Tanggapan 1 – kang haje

Mas Muhardi,

Selamat bergabung di milis ini mas.

Saya pribadi sangat senang mendapat topik2 diskusi yg menarik ini dan diharapkan dengan adanya diskusi diantara kita, banyak manfaat yg bisa diambil buat kita semua.

1. Mas Muhardi mempertanyakan mengapa FOS yg didapat dari Slope/w lebih kecil dari FOS yg didapat dari Plaxis. Saya pernah melakukan studi yg mirip, membandingkan FLAC dengan Slope/w. Hasilnya, FOS tergantung dari bidang runtuh yg diperoleh. Bisa sama, lebih kecil atau lebih besar.

Slope/w atau program lain yg menggunakan limit equiblirum approach, menghitung FOS dengan membandingkan resisting forces dengan driving stresses. Program2 ini tidak memperhitungkan adanya deformasi dari embankment, yg sebetulnya bisa terjadi terutama jika dibangun diatas soft-clay, dan mempengaruhi keseimbangan gaya2 yg bekerja. Dengan demikian, FOS yg didapat dari program ini adalah resisting forces dibagi dengan driving stress pada ketinggian awal embankment (sebelum bergerak). Untuk kasus yg mas Muhardi hadapi, kemungkinan besar mas Muhardi menggunakan ‘large strain’ option (updated geometry) yg melakukan update geometry setiap iterasi. Dengan menggunakan opsi ini, dengan bertambahnya iterasi dan besarnya deformasi, ketinggian embankment crest-nya semakin rendah yg akibatnya makin rendah pula driving stress-nya. Karena resisting forces-nya tetap dan driving stress-nya berkurang (dengan bertambahnya deformasi), maka FOS yg diperoleh akan relatif lebih besar, dibandingkan yg diperoleh dari program Slope/w.

2. Tentang pemodelan bambu, kita bisa modelkan sebagai ekivalen beam, tapi harus dihitung dengan betul berapa moment inertia (I) dan juga modulus Young-nya, juga kalau perlu tensile strength-nya. Pernah dilakukan test2 utk mendapatkan parameter ini belum?
Kalau enggak salah mas Helmy pernah melakukan percobaan dengan bambu2 ini, barangkali beliau bisa share pengalamannya dalm soal bambu ini dan juga numerikal model dlam bidang ini.
Sayang pak Masyhur belum masuk di milis ini ya..kalau enggak salah beliau banyak melakukan model yg melibatkan bambu ini. Mungkin teman2 di Jurusan Sipil ITB bisa memforward ini ke emilnya.

Ditunggu masukan dari teman2 lainnya..mas Hasbi, mas Endro, mas Dedi dan mas2 lain yg jago numerik..

Mudah2an bermanfaat.

Tanggapan 2 – helmy darjanto

Mas Muhardi,

sampai saat ini saya belum menemui kesulitan saat running plaxis untuk pemodelan bambu. banyak pekerjaan desain matras bambu berjalan mulus. poin 2 kang Haje memang acuan dalam pemodelan bambu tersebut.
Kalau masih belum terjawab khusus untuk bambu ini tanya kan saja ke suhu saya pak Masyhur.

Tanggapan 3 – kang haje

Mas Adi,

Saya yakin semua orang tahu bhw dalam model numerik, input yg kita masukkan sangat berpengaruh thd output yg di dapat. Jadi kalau yg kita masukkan ‘sampah’ maka yg akan kita dpatkan adalah ‘sampah’ juga (GIGO – garbage in garbage out)…

Saya bukan fan fanatik PLAXIS jadi saya tidak banyak pakai program ini. Saya berpendapat bahwa program ini tidak se-sakti program FLAC yg sering saya pakai (opsi dinamik PLAXIS mah payah). Jadi pengalaman saya dengan PLAXIS terbatas pada pemodelan tunnel, retaining wall dan bangunan2 infrastruktur lainnya. Pemodelan soft clay, banyak saya gunakan program FLAC.

Boleh minta informasi data tanah dan parameter2 lainnya? E dan diameter bambu, strength dan stiffness tanah pondasi dan Fill, (su dan E versus depth), water table kalau ada. Juga ketinggian embnakment dan slopenya. Plot dari slope/w menunjukkan 3 m dan slope-nya 1V:2H. Betul?
Ntar saya cobain pakai FLAC di sini, mumpung lagi gak ada kerjaan nih..:-)..