Select Page

Untuk mengetahui metoda assessment outlet manifold reformer terkait dengan fenomena creep, biasanya yang paling mudah dan banyak diterapkan (applied) adalah dengan METODA INSITU METALLOGRAPHY. Dengan metoda tsb, umur pakai material dapat di prediksi berdasarkan struktur mikro yang terjadi.

Tanya – Isa Ansori

Dengan hormat,

Adakah di antara rekan-rekan yang mengetahui metoda assessment outlet manifold reformer terkait dengan fenomena creep?

Apakah bisa diperiksa seperti memeriksa tube reformer (menggunakan UT immersion) ?

Terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – Winarto

Pak Isa,

Sepengetahuan saya untuk mengetahui metoda assessment outlet manifold reformer terkait dengan fenomena creep, biasanya yang paling mudah dan banyak diterapkan (applied) adalah dengan METODA INSITU METALLOGRAPHY. Dengan metoda tsb, umur pakai material dapat di prediksi berdasarkan struktur mikro yang terjadi.

Banyak literatur yang meneliti tentang assessment outlet manifold terutama di BUKU :

VISWANATHAN, R. ‘Damage Mechanisms and Life Assessment of High Temperature Components, 3rd Printing – ASM, 1995.

Demikian dan semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 – soedardjo batan

Yth Pak Winarto,

Saya pernah mendapat pertanyaan, sampai seberapa jauh kita dapat mempercayai prediksi sisa umur komponen dengan metoda VISWANATHAN tersebut. Karena range angka-angkanya meloncat atau diskrit jauh untuk rongga atau void atau vacancy terisolasi, menyambung, retak mikro dan retak makro.

Apakah metoda VISWANATHAN sudah digunakan pada beberapa instalasi di dalam maupun luar negeri?.

Apakah untuk Remaining Life Assessment berlaku untuk komponen yang baru beroperasi misal sekitar 1 tahun hingga 2 tahun?

Apakah ada kelemahan dari metoda tersebut?

Apakah telah ada kesepakatan APAKAH CREEP TERSEBUT?. Lalu bahasa INDONESIANYA YANG TEPAT adalah apa? Apakah perpanjangan (expansion), ataukah MULUR atau MOLOR ataukah RANGKAK atau RAMBAT?

Yang jelas untuk orang BETAWI antara MULUR (kedododran) dan MOLOR (ketiduran) berbeda.

Tanggapan 3 – andryansyah rivai

Saya pernah membacanya, tetapi hanya sepintas.

Pertanyaan saya, bila pada uji metalografi itu kemudian didapatkan hasil terjadinya viod dengan prosentase sebesar A, apakah kemudian dapat digunakan untuk memprediksi sisa umur dari komponen yang kita uji tersebut?

Logika saya, kita harus melakukan uji creep material yang sejenis di laboratorium, dan dari beberapa kali pengujian dengan prosentase void pada akhir pengujian yang berbeda, baru bisa kita buatkan regresinya dan dengan memasukkan nilai A pada persamaan regresi yang kita dapat, baru bisa kita perkirakan sisa umur komponen tersebut. Salahkan logika saya itu? (ada cara lain yang lebih mudah?).

Terimakasih untuk jawabannya.

Tanggapan 4 – Isa Ansori

Terima kasih atas tanggapannya Pak.

Selama ini kami juga melaklukan degn cara Insitu Metalografi, namun saya kurang yakin efektifitasnya, mengingat crack akibat creep juga dimulai dari tengah tebal tube, sedangkan insitu berguna setelah crack/ micro crack menjalar ke permukaan.