Select Page

Quality management adalah merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam elemen Project management yang lainnya seperti: Scope, Cost, Schedule, Risks, Procurement, Human Resources, Communication dan Integration. Quality adalah sebuah ‘proses’ atau sistem kerja. Seperti halnya juga Safety management (yg mungkin tidak ada dalam PMBoK kecuali pada Construction extention knowledge pada Project Management Institute).

Tanya – Dirman Artib

Apakah seharusnya Quality Management System (QMS) yang membuat Management semakin baik atau…..

Management yang membuat Quality semakin baik.

Tanggapan 1 – andyuli

Salam Quality,

Kok kayaknya dua-duanya bener ya. Kalimat pertama: QMS membuat management semakin baik. Ini bener karena management awal yang berlaku sebelum QMS ada sekarang lebih teridentfikasi, terorganisir dan terdokumentasi sehingga otomatis management yang ada sekarang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kalimat kedua: Management yang membuat Quality semakin baik. Asumsi saya ‘Management’ yang dimaksud disini adalah Top Management. Klo benar seperti itu, kalimat tsb bisa benar bila komitment dari Management terhadap Quality benar-benar ada dan konsisten dilakukan.

Mungkin intinya menurut saya, selama ada komitment dari top management terhadap Quality maka seharusnya QMS yang ada akan membuat management semakin baik. Karena sesuai dengan 8 prinsip manajemen mutu, LEADERSHIP (prinsip ke-2) adalah sesuatu yang harus diestablish oleh para leaders (top management) pada awalnya.

Mungkin rekan yang lain ingin sharing, dipersilahkan..

Tanggapan 2 – hadi muttaqien

Pak Dirman,

Karena QMS itu memperhitung kan progress dan waktu, maka QMS seharusnya membuat Management semakin baik dengan tujuan menghasilkan Quality yang semakin baik. Menurut saya QMS merupakan cara Quality Assurance mengatur tujuan akhir deal atau tujuan akhir/Quality. QA tidak menjamin hasil yang baik, hanya mengarahkan untuk menghasilkan hasil akhir/output yang baik (Quality), tergantung manusia2nya yang melaksanakan bagaimana, capabel, qualified atau tidak.

Tanggapan 3 – Maulana Hendra

Pak Hadi,

Bukankah QMS adalah bagian dari sebuah Management? CMIIW

Mnrt saya Management yang baik bisa membuat QMS yang baik, bukan sebaliknya (ideal condition).

Tanggapan 4 – hadi muttaqien

Pak Maulana,

Tulisan saya berpatok pada konteks pertanyaan Pak Dirman, dan kita tahu Elemen QMS adalah:

Struktur Organisasi, Tanggung Jawab, Methode, Data Manajemen, Proses, Resources, Kepuasan Pelanggan/hasil yang ingin di capai, Pemengembangan berkelanjutan, dan Monitoring. Tapi saya tetap berpegang pada bahwa progres dan waktu akan mempengaruhi QMS.

Berdasarkan elemen QMS Itulah pendapat saya tuliskan, silahkan kalau ada pendapat lain mungkin bisa menambah wawasan saya.

Tanggapan 5 – Boedi Setyono

in other words: Management lah yg bertanggungjawab membuat perusahaan menjadi makin baik (termasuk quality, dll, semuanya).

wong QMS juga dibuat oleh Management kok.

bahkan dgn QMS yg sama sekalipun, di Management yg berbeda akan membawa hasil yg berbeda pula.

mister d’Art ini cuma mengajak kita bermain kata-kata, mentang2 dah masuk weekend…. (padahal sebagian kita meskipun weekend tetep aje masuk kerjo…)

Tanggapan 6 – Dirman Artib

Dengan QMS kita bisa membuat Management yang konsisten, semua rencana manajemen terdokumentasi dan informasi bisa disebarkan.
Semua implementsai dari rencana manajemen akan terukur, dan apa yang terukr akan ditinjau agar mengetahui sudah sejauh mana kita berjalan, dan apa saja yang sudah dihasilkan.

Bahkan kita bisa mendeteksi ancaman laten agar tidak tiba-tiba saja meledak dan rugi besar/kecelakaan dan kerusakan alat penting.

Apakah QMS membuat Manajemen lebih baik ?

atau…

Manajemen membuat QMS lebih baik ?

Tanggapan 7 – Alex Iskandar

Quote yang sangat menarik dan ‘menggelitik’ pk Dirman, Jadi kepingin sekedar komentar menemani weekend kita ..:)

Sepemahaman saya mengenai ‘konsep’ dalam perspektif project management, dimana Quality management adalah merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam elemen Project management yang lainnya seperti: Scope, Cost, Schedule, Risks, Procurement, Human Resources, Communication dan Integration.

Quality adalah sebuah ‘proses’ atau sistem kerja. Seperti halnya juga Safety management (yg mungkin tidak ada dalam PMBoK kecuali pada Construction extention knowledge pada Project Management Institute)

Dalam bahasa sederhana untuk melihat Quality Management system (QMS), saya mencoba menjabarkan dalam:

Input – Proses – Output.

Inputnya adalah: rencana kerja, raw material, man, dan resourcess yang lain

Prosesnya adalah: spesifikasi, standard sistem dan prosedur kerja, dan bisa jadi standard sistem kerja yang mangadopsi standar yang sudah mapan (semacam ISO, six sigma, kaizen dll)

Dan hasilnya adalah: produk atau hasil kerja yang sesuai dengan standar dan spesifikasi

Semua kata yang merujuk ke manajemen, yang mengarah pada konsep proses manajemen yg sederhananya biasa kita bilang PDCA: Plan, Do Check and nAction.

Jadi untuk menjaga sistem ini tetap berjalan, diperlukan adanya program tersendiri untuk merencanakan (Quality planning) menjaga dan mengontrol proses berjalan. (Quality Assurance) dengan programnya seperti: audit (utk yg berkala), inspection (tidak berkala / insidental / sesuai dengan kebutuhan) Untuk memastikan apakah proses quality yang dijalankan (Quality Check) telah mengacu pada standard dan spesifikasi yang telah dibakukan..

Yang secara konsep akan kembali ke ‘pelaku’ proses itu sendiri, yaitu ‘people’. Orang yang menjalankan proses atau sistem.

Sebagus apapun sistem yang dibuat, tanpa adanya. Komitmen atau paling tidak kemauan untuk menjalankannya, maka sistem ini akan sia-sia..

‘Top down approach is always a good start to start’

Itu yang saya tangkap dalam pembahasan strategic management dan balance score card teori, yang menyebutkan bahwa, komitmen ‘top manajemen’ atau pimpinan perusahaan sangat penting untuk laveraging the system to his/her sub ordinat ….
Sehingga sampai kelevel paling bawah para pekerja, yang bekerja dengan ‘sadar’ untuk mengikuti sesuai dengan standar operating prosedurnya..

Jadi inget kan, pada perusahaan yg menerapkan ISO 9001 / 14000 , OHSAS, QMS, Safety system… Slogan-slogan Komitmen manajemen yang dipampang di tempat strategis di tempat kerja…

Komitmen manajemen yang berarti kemauan, keterlibatan, dorongan, dan sekaligus ‘punishment’… Termasuk juga peng alokasian budget/dana yang mungkin tidak sedikit untuk menjalankan sistem ini…. agar sistem ini bisa berjalan…dari level atas sampai ke pekerja…

Kalau tidak, akhirnya hanyalah sebuah sistem kerja yang tidak ada artinya…

Demikian sekedar ulasan, mengakhir kerja rutin di minggu ini….

Salam manajemen…

Tanggapan 8 – anshori_budiono

Hehehe. Dalam QMS ada proses PDCA seperti kata Pak Alex. Juga seperti apa yang dikatakan punggawa QA/QC di tempat saya bekerja sekarang, dalam QMS ada ‘quality process improvement’. Kalau disimpulkan, maka jawaban pertanyaan pak D’Art mengenai mana yang membuat ‘semakin baik’ apakah QMS atau Management, jawabannya adalah yang membuat ‘semakin baik’ adalah QMS, management dan karyawan melalui proses PDCA dan penerapan quality process improvement itu.

Karena saya bukan orang QMS, maaf dan harap dimaklumi ya kalau jawabannya tidak benar 🙂

Tanggapan 9 – leryflounder

Sepemahaman saya :

Quality akan berjalan dengan komitment dari top management dan seluruh jajaranya sampe lapisan bawah .. jadi seharusnya dengan komitment tersebut maka ada dua sisi yg akan berjalan beriringan . quality jalanya akan tersendat sendat bila tanpa dukungan atau komitment dari management dan jajaranya,,, dengan adanya komitment tadi maka seharusnya management akan menjadi lebih baik karena akan selalu aware dengan qmsnya dimana ada yg namanya managenet review yang diadakan untuk menindak lanjuti penyimpangan dan memberikan solusi dari setiap ketidak sesuaian / hambatan yg membuat quality tidak seperti yg di harapkan .

Tanggapan 10 – Ijef effendy

Ke 22 nya harus saling bersinergi Management guidance nya dan Quality implementasi di lapangan atau saling mengadopsi…

Sedikit pencerahan CMIIW :-).