Select Page

Perhitungan ‘rule of thumb’ akan menjadi sangat variatif terhadap project, karena sifat project itu sangat unik (spesifik) dan berbeda antara satu proyek satu dengan yang lain. Mungkin pembahasannya di bawa dulu ke konsep bagaimana menghitung secara ‘rule of thumb’ dari total keseuluruhan project, atau dengan kata lain ‘hitung cara cepat’, dan biasanya digunakan dalam ‘early stage’ of the project.

Tanya – Pandu Winarno

Dear rekan2 migas,

Saya ingin bertanya, apakah ada rule of thumbs untuk cost structure percentage dari suatu EPC Project.

Katakan, dalam suatu EPC project, ada cost structure untuk setiap major item, misal:

1. Project Management & EPC Contract

2. Procurement of Major Equipment & Bulk Material

3. Fabrication

4. Construction & Installation

5. Pre-comm, comm & start up

Yang ingin saya tanyakan, dari pengalaman rekan2, berapa bobot persentasi cost untuk tiap2 item di atas, dari total budget yg dikeluarkan. Misalkan, utk PMT & EPC contract, sekitar 20-30% dari total EPC project, dll.

Tanggapan 1 – syadli_03

Pak Pandu,

IMHO

Untuk rule of thumb secara general sepertinya sangat sulit karena project EPC cukup bervariasi dan kompleks baik dari sisi tipe perkerjaan (platform, pipeline, subsea, FPSO, modifikasi, etc) ataupun lokasi (shallow water, deept water, swamp area, onshore, etc). Selain itu scope of supply jg bisa bermacam.

Kalau pertanyaannya lebih spesifik misalnya estimasi EPC contract untuk project greenfield berupa construction new platform 3000ton di kedalaman 50m sy rasa akan banyak yg akan merespon.

Tanggapan 2 – Pandu Winarno

Pak Syadli,

pekerjaannya adalah modifikasi, yaitu menambah 1 set AG compressor trubin dan 1 set gas turbin generator pada top side platform,plus scrubber, etc.
mulai dari engineering, procurement, fabrikasi, instalasi sampai commissioning.

Tanggapan 3 – Irawan.H.Haditomo

Rekan Pandu,

Saya sarankan coba refer ke RAB atau BOQ dulu untuk melihat bobot pricingnya utk pekerjaan2 tiap unitnya.

Setahu saya dapat dibuatkan bobot % dari tiap item pekerjaan.

Dapat juga diskusi dngn ownernya untuk merumuskan bobot% shg disepakati bersama dan usahakan link and match dengan rencana kerja kita.

Terima kasih,

Tanggapan 4 – nawi okranajdiw

Kami sedang ada proyek Konstruksi Floating Storage dengan model kontrak Time Charter.

Proposal Provider/Kontraktor tersebut hanya menawarkan Harga Sewa Floating Storage tersebut beserta biaya OPEX per day-nya saja.

Bagaimana menentukan bobot per item pekerjaan tersebut jika proposal dari provider/kontraktor tidak dicantumkan price setiap item pekerjaan yang akan dikonstruksi?

Apakah dapat saya menentukan bobot tersebut dengan menggunakan durasi waktu pekerjaan setiap item pekerjaan dari schedule konstruksi kontraktor tersebut?

Terimakasih atas penjelasan dari rekan-rekan.

Tanggapan 5 – Alex Iskandar, Moderator – KBK Project Management

Rekan Pandu,

Perhitungan ‘rule of thumb’ akan menjadi sangat variatif terhadap project, karena sifat project itu sangat unik (spesifik) dan berbeda antara satu proyek satu dengan yang lain.

Mungkin pembahasannya saya bawa dulu ke konsep bagaimana menghitung secara ‘rule of thumb’ dari total keseuluruhan project, atau dengan kata lain ‘hitung cara cepat’, dan biasanya digunakan dalam ‘early stage’ of the project.

Methode estimate yang menjadi rule thumb atau top down estimate adalah dengan:

– Capacity factor : $B/$A = (Cap B/Cap A) pangkat e , dimana e adalah exponen dan biasanya dalam faktor range 0,5 s/d 0,85 , namun yang palng terkenal adalah ‘six tenth factor’ atau pangkat 0,6

– Parametric estimation : Yaitu dengan membandingkan data historical atau parameter2 atau referensi dari vendor, sehingga ditemukanlah $/ton atau $/MW atau $/HP .. dan ini sangat bergantung dari referensi data base dan kehandalan parameter nya ..

Dan kemudian kelanjutan dari stage (tahapan) project, estimasi yang lebih mendetail pun kemudian diperlukan terutama pada tahapan pekerjaan FEED, early Execution phase dan merupkan estimate bottom up price yang terdiri dari:

– Deterministic (detailed) estimation: Perhitungan secara detail terhadap cost, pendekatan bottom up price. dihitung sedetail mungkin tergantung dari ketersediaan data dan informasi yang di miliki oleh estimator.

– dan yang terakhir adalah Material Take Off atau yang sering kita dengar dengan MTO, yang di estimate berdasarkan detail data informasi dari Engineering yang dihasilkan..

Untuk menghindari double dib perhitungan, biasanya perhitungan menggunakan basis pada main equipments.
Dan yang ini biasanya di sebut dengan base price. (dan biasanya adalah cost installed) .. dan sudah termasuk biaya design, dan pemasangan/installasi,
bila sudah termasuk seluruh biaya, termasuk PMT / supervisi (Project Management Team) itu yang disebut TIC (total installed cost).

Dan disini bisa kita dapat ‘lang factor’ (factor main equipment terhadap total biaya).

Sekarang kembali ke persentase yang ditanyakan,

Bila sudah mempunyai base price untuk equipment , biasa nya ‘rule of thumb’ nya untuk estimate adalah

1. Equipment = base price

2. Installation = 40% x base price

3. Engineering + supervision = 10% x base price

Untuk PMTcost sendiri biasanya dalam range 10-20% (walaupun ada juga yang berani taruh 5%, padahal sangat riskan sekali terhadap pengawasan dan pengontrolan project) dan juga tergantung dari jenis organisasi perusahaan.
(Semua itu diluar profit untuk EPC contractor)

Namun apabila hanya ingin mengetahui berapa persentase dari masing-masing untuk project-project offshore adalah
PMT&Admin, Engineering, Procurement, Construction, Hook&Up & comissioning.

1. Project Management & Admin: 10-15% (avg:10%)

2. Engineering: , 5-10% (avg 5%)

2. Procurement of Major Equipment & Bulk Material: 30-60% (avg 50%)

3. Fabrication: , 15-25% (avg 20%)

4. Construction & Installation:10-15% (avg 10%)

5. Pre-comm, comm & start up: 5-15% (avg 5%)

Persentase diatas adalah untuk offshore projects dan akan berbeda dengan Onshore project dimana tidak ada biaya Installation (offshore campaign), dimana untuk Onshore Project, Fabrication and Construction & Installation adalah Construction itu sendiri Makanya ada perbedaan istilah untuk pekerjaan Offshore EPCI dan Onshore adalah EPC (tidak ada ‘I’ nya).

Tapi sekali lagi, saya tidak merekomendasikan pak Pandu untuk menghitung estimasi berdasarkan prosentase diatas karena diatas lebih merupakan data dan rata-rata, yang bisa jadi sangat berbeda dan spesifik sesuai dengan proyek bapak.

Dan akan lebih baik pak Pandu mencoba sedikit merinci perhitungan dengan basis-basis / perhitungan sedetail yang bisa didapat (berdasarkan email terakhir pak Pandu):

– main equipment: AG compressor, Turbin generator , Scrubber (berdasarkan data vendor quote)

– mobilization & installation cost: Barge & heavy lift & mobilization, manpower (merupakan cost yg significant, perlu dicari referensi cost barge nya dan heavy lift installation dan method nya, kalau bisa dengan data valid dari budgetery quote )

– fabrication ; kemungkinan piping spools & instrument related (bisa dipersentasekan, namun apabila sudah dapat MTO nya bisa di kalkulasi sedikit dengan dia-inch lari dan total material requirednya)

– hook up & commissioning: bisa di persentasekan (10-20% cost).

– PMT admin cost: berdasarkan forecast manpower (bisa di persentasekan 10-15% cost).

Namun tetap saja, saya menyarankan untuk dapat lebih mendetail kan perhitungan nya, apalagi telah mendekati tahap eksekusi project..

Demikian pendapat saya, CMIIW, bila ada masukkan/koreksi dari anggota milis yang lain saya persilahkan,

Semoga membantu.

Share This