Select Page

Untuk alternatif pengangkutan gas alam bisa dilakukan dengan bbrp cara spt : – LNG; – CNG; – Pipeline; – PLNG (pressurized LNG); dan hydrate natural gas. Pemilihan alternatif (tinjauan ekonomi) transportasi gas bisa dipengaruhi oleh jarak antara sumber dan pemakai gas alam tsb.

Tanya – Budhi, Swastioko (Singgar Mulia)

Rekan Migas Indonesia,

Mohon masukan dari anggota milis mengenai untung-rugi transportasi gas alam dengan menggunakan metoda CNG dibandingkan dengan LNG.

Attachment : CNG Ship.pdf

Tanggapan 1 – M. Teguh

Menurut saya…

– Kelebihannya daripada LNG :

Fasilitas lebih sederhana yaitu stasiun kompresor (dan fasilitas penunjang lain), begitu unloading pressure bisa diturunkan (mungkin bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik bila di ekspansikan ke turbin) untuk dialirkan melalui pipa sehingga biaya konstruksi dan operasional lebih rendah.

– Kekurangannya daripada LNG :

Volume yang bisa diangkut lebih kecil (Kalo nggak salah 1/200 x volume normal bila dibandingkan dgn LNG yang 1/600 x) jumlah perjalanan kapal lebih banyak untuk volume yang sama (3 kali LNG).

Sampai batasan jarak tertentu yang tidak terlalu jauh (tapi saya nggak tau berapa km), mungkin CNG lebih efisien dari LNG.

Tanggapan 2 – amir lng

Selamat Pagi Pak Budhi,

Melanjutkan info mengenai CNG minggu lalu, sbg sharing info untuk alternatif pengangkutan gas alam bisa dilakukan dengan bbrp cara spt :

– LNG

– CNG

– Pipeline

– PLNG (pressurized LNG)

dan hydrate natural gas.

Pemilihan alternatif (tinjauan ekonomi) transportasi gas bisa dipengaruhi oleh jarak antara sumber dan pemakai gas alam tsb.

Mengenai keuntungan dan kekurangan CNG dan LNG dan bbrp alternatif transportasi gas alam dpt dilihat pd website berikut (berhubung cukup besar file memorynya):

http://www.transoceangas.com/Press.htm

www.bookrags.com/Liquefied_natural_gas – 48k

http://www.freepatentsonline.com/6460721.html

http://www.dohagascon.com.qa/dgc/dgc.nsf/28c6f2216c838a0543256df2002e2863/4c3751f4a4a434f643256f1d001ea0e3/$FILE/Hamish%20Cubbit.ppt

http://www.spegcs.org/attachments/studygroups/6/CNG_vs_LNG.ppt

http://www.mes.co.jp/english/mes_technology/ngh.html

http://unit.aist.go.jp/mhlabo/index-e.htm

http://www.ipt.ntnu.no/~ngh/library/paper3.html

http://www.rina.org.uk/rfiles/navalarchitect/gasjun05.pdf#search=%22plng%20lng%20gas%22

http://www2.exxonmobil.com/Corporate/Newsroom/SpchsIntvws/Corp_NR_SpchIntrvw_HJL_131002.asp

http://www.isope.org/publications/journals/ijope-16-2/abst-16-2-p118-RB-08-Ayer.pdf#search=%22pressurized%20lng%20%22

Semoga berguna,

Tanggapan 3 – Mira Maulidiana

Berkaitan dengan CNG, mungkin paper terlampir bisa membantu. Pada dasarnya akan bergantung jarak yang harus ditempuh untuk transportasi gasnya serta volume gas yang ditransportasikan. Antara CNG dan LNG dapat saling melengkapi untuk memonetisasi cadangan gas.

Attachment : CNG an Alternative Transport for Natural Gas.pdf

Tanggapan 4 – roeddy setiawan

CNG transport bisa dilaksanakan dengan possible cost 25 sen dollar/mmbtu untuk sea transport dengan radius 200 – 300 mil laut CNG transport di darat possible dengan harga 15 sen dollar /mmbtu dengan radius satu hari perjalanan.

Harga jual Listrik PLN berkisar antara 3.5 – 4.5 sen dollar/kwh, dengan konversi sederhana harga ini ternyata menjadi $ 13.05 /mmbtu. Cukup menarik ???, padahal power plan yang di pulau Jawa hanya membayar gas antara $ 2.8 – 3.6/mmbtu.
Rupanya cukup banyak juga margin yang di dapat oleh power plan provider.

Opportunity untuk substitusi menu energy dari $ 30/mmbtu ke harga yang jauh lebih murah. Dengan Current gas price sebesar $ 3.6/mmbtu, feasible membuat sarana tranportasi pengantar CNG ketempat yang memerlukan dan pasar terbuka lebar .

Jumlah yang mungkin di substitusi banyak sekali, berikut komponen utama pemakai energi kita, industri 24% ; rumah tangga 18.2 % ; transportasi 47 % ; power plant 10.8 %. total pemakaian diatas 1 juta barel ???, tinggal dipilih saja mana yang mau ditembus.

Dari segi engineering feasible sekali, dengan material comercially available (X80 steel) meskipun bukan tanpa masalah, welding/fabrikasi high strength steel berbeda dg X42, mungkin rekan milis bisa menyebar luaskan bagaimana caranya membuat WPS buat X80 sehingga banyak fabrikator kecil bisa membuat CNG container.

offshore gas reserve kecil yang sudah ditemukan say cuman 5 – 10 BCF dengan jaraknya puluhan kilometer dari facilities yang terdekat. Dengan CNG mungkin di monetize. Gas nya di bawa dg Barge, re inject di next facilities. kalau ketemu di darat yah tinggal di trucking.

Selama ini kita hanya mempersoalkan material, barge, gas , dollar yang umumnya tidak akan memberikan feed back yang di luar dugaan, karena semuanya menganut sytem deterministik. Kelihatan nya semua mendukung oportunity ini, tapi nanti dulu. Banyak unknown yang belum bisa dimasukan untuk membuat bisnis plan kita melaju dengan aman.

Kita belum punya aturan seperti DOT di Amrik untuk transportasi gas moda ini, kita tidak tahu DLLAJR ?? Mau melakukan xeroc copy atau temen bilang copy and paste dari aturan DOT untuk implementasi di lokal sini, kita belum punya aturan buat pengemudi HAZMAT seperti di AMRIK, yang lulus psycho test, lulus test ugal ugal an, dan banyak sekali kriteria untuk Hazmat.

tapi sebetulnya compressed gas transportaion ini sudah juga dilakukan misalnya trucking 5,000 psig container (oxigen dll) jadi mungkin sudah tidak ada masalah.

Tumpang tindih nya peraturan antara pusat dengan daerah mulai dari mentri, gubernur, bupati. Sudah di approve dr pak mentri belum tentu bisa langsung jalan kalau daerah belum berkenan misal nya sering sekali kasus Amdal mentah lagi di tingkat daerah, drilling di area perhutani misalnya take forever, yang paling sering issue teknis dibikin issue politis dll.

Karena CNG ini temasuk Hazmat, aturan liability, asuransi untuk fihak ketiga harus dengan jelas di atur, sebagai contoh yg masih hangat. kalau buat sumur, bukan sumurnya saja yang di asuransikan, tapi lingkungan dan isi nya juga (bisa bangkrut yang ngebor di onshore he he kidding)

Umumnya interaksi dengan policy maker ini. kalau saya umpamakan di material science very ductile, resilience sekaligus volatile. Penting sekali peran PR yang baik dan orang2 yang kenal siapa supaya bisnis plan ini bisa naturaly flow. Disini bukan peran orang yang bisa bikin apa ( sorry yah engineer kidding) tapi dari pengalaman, penting mempunyai pemain utama yang kenal dengan siapa ???.

Issue yang lain, jangan lupa, sebagai engineer disini kurang terlindungi dengan baik. kalau di Amrik untuk kasus yang di anggap negligence, distric attorney punya lawyer yang ex proffesional engineer begitu juga attorney yang membela punya lawyer yang juga ex proffesional engineer. Jadi kalau memang sampai ke pengadilan bisa dibilang fair trial (kecuali OJ simpson). ini kalau container yang dibikin mleduk ???

Tapi di tingkat lokal, polisi dan jaksa bisa langsung masuk, padahal kompetensi terhadap persoalan nya maaf agak repot.

Rekan yang berprofesi kedokteran sudah lebih baik punya Majelis kehormatan yang akan melihat apakah tidakan sejawat nya negligence atau tidak. Tapi kita yang berkecimpung di Engineering kelihatanya belum ada majelis seperti itu.

Overall, kesempatan, margin keuntungan yang sangat besar dari CNG ini tinggal di gapai, ayo rame rame bikin bisnis venture membuat sarana transportasi CNG di darat.

Share This