Select Page

Ada yang bisa ngasih penjelasan, untuk mengkualifikasi (uji) WPS berdasarkan AWS D1.1 yang benar tahapannya seperti apa ya? Apakah pengujiannya sudah cukup dengan yang ada di tabel 4.3 AWS D1.1? Kemudian boleh tidak kalau tebal material yang dipakai untuk kualifikasi sesuai aktual yang dilas (40mm) bukan 25mm?

Tanya – Wadi

Dear rekan milis,

Ada yang bisa ngasih penjelasan, untuk mengkualifikasi (uji) WPS berdasarkan AWS D1.1 yang benar tahapannya seperti apa ya?

* Apakah pengujiannya sudah cukup dengan yang ada di tabel 4.3 AWS D1.1?

* Terus boleh tidak kalau tebal material yang dipakai untuk kualifikasi sesuai aktual yang dilas (40mm) bukan 25mm?

– material yang akan di las adalah baja karbon SM 490 YB (standar JIS) tebal 40*40mm yang akan dijadikan profile/beam (bentuk sambungan T-joint).

– Rencana design joint yang digunakan adalah bevel (PJP) + Fillet

– Rencana welding prosess yg dipakai adalah GMAW (mengisi bevel) dan SAW untuk filletnya (Kombinasi)

sebelumnya kami sudah punya WPS untuk proses las beam/profile menggunakan SAW tapi hanya bisa sampai ukuran leg size 8mm.

Tanggapan 1 – Hendra Gunawan

Mencoba membantu,

Untuk material yang digunakan SM 490 YB (standar JIS) <--- Coba di check ditabel 3.1 dan 4.8 / 4.9 , Apakah material tersebut ada dilist tersebut?

Dari 4.8 Essensial Variable.

mengatakan ‘The use of unlisted base metal shall be approved by the Engineer’

# Terus boleh tidak kalau tebal material yang dipakai untuk kualifikasi sesuai aktual yang dilas (40mm) bukan 25mm?

Boleh. ‘PJP Groove weld nontubular Connection. 4.11.1 A sample a weld shall be made using the type of groove design and WPS to be used in contruction, except the depth of groove need not exceed 1 in (25mm)’

Tanggapan 2 – Budi Nuryanto

Pak Wadi…

Saya coba memberi masukan..

1. Untuk pengujian ya kita harus ikuti sesuai AWS D1.1 pak…..tabel 4.3 untuk PJP ya.

2. Kalo mau pake 40 mm ya gak apa2 pak, tapi kalo ada plate 25 mm. kan range Qualifikasinya juga unlimited thick plate.

3. Kalo bisa kualifikasi pake material dari Group II pak, misal A516-70 materialnya jg mudah di dapat, kan bisa mengcover material Goup I dan Group II.

Barangkali aada yang mau menambahkan, maklum lg banyak belajar pak….

Tanggapan 3 – Khaerul Anam

Pak Wadi,

Sekedar berbagi…

Langkah pembuatan WPS berdasarkan AWS D1.1 ;

1) Membuat rancangan WPS ( PWPS )

a. Scope ; structural

b. Reference ; AWS D1.1

c. Memperhatikan 4 M ( Material, welding machine, Welder, proses welding )

Sebaiknya direview dulu oleh Third Party yang akan mengendorse WPS, sehingga bisa direvisi bila ada kesalahan sebelum melakukan langkah berikutnya.

2) Melaksanakan PQR ( jika belum ada qualified PQR )

Memperhatikan Esential variabel dari 4M refer ke AWS D1.1

3) Pengujian PQR dgn Destructive Test

Jumlah test piece dan type DT refer ke AWS D1.1.

Biasanya pengujian mekanikal PQR akan diwitness oleh Third Party.

4) Membuat Qualified WPS berdasarkan PQR di atas

Seringkali dilakukan sedikit revisi dari PWPS di atas sesuai aktual PQR

5) First production welding, sekalian welder test.

Welder yang melakukan PQR bisa langsung dikualifikasi bersamaan dgn WPS.

Semoga bermanfaat, silahkan dikoreksi kalo ada yg keliru.

Tanggapan 4 – Wadi S.T

Terimaksih Pak Khaerul atas masukannya..

Alhamdulillah kami sudah melaksanakan tahapannya sesuai AWS D1.1 akan tetapi, yang msih sy bingung untuk mengkualifikasi PWPS jadi WPS-nya, untuk sambungan PJP+Fillet;

* apakah Destruction Test yg ada di Tabel 4.3 sudah bisa mengcover untuk sambungan PJP+Fillet (T-joint)?

* untuk kasus sambungan ini, apakah diperlukan NDT juga, semisal RT atau UT?

Kapasitas mesin las SAW kami hanya bisa sampai leg size 8mm (fillet) untuk satu kali proses dan hanya dipakai untuk ketebalan beam >= 30mm, sehingga untuk ketebalan yg lbh besar kami coba untuk menggunakan kombinasi (sesuai perhitungan design).

###==

Makasih juga Pak Budi atas masukkannya,.

Sama Pak, apalagi sy masih Junior, jd msih kudu banyak belajar..

Kebetulan semua material yg kami pakai jenisnya hampir sama, dan grade itu masih yg paling tinggi untuk produk beam,. jd sementara masih pake jenis yg sama untuk kualifikasinya.

Tanggapan 5 – Khaerul Anam

Pak Wadi,

Ada step yg kelupaan saya cantumkan, yaitu Visual Inspection ( par 4.6.1 ) dan NDT ( par 4.9.2 ) sebelum dilakukan pengujian mekanikal (DT).

Tujuannya utk memastikan welding sesuai dgn acceptance criteria dari AWS D1.1 sekaligus mengkualifikasi Weldernya.

* Refer ke AWS D1.1 par 4.9.2.1, salah satu diantara RT atau UT bisa digunakan, tergantung dari joint designnya.

Karena T-joint kurang memungkinkan penempatan RT film utk mendapatkan interpretasi radiografi yg mendekati actual condition, maka UT akan lebih efektif diterapkan.

* Untuk joint designnya bisa refer ke AWS D1.1 par 3.12 dan Figure 3.3, dengan memperhatikan essential variabel di Tabel 4.5.

* Mengenai Proses welding,

– Refer ke Figure 3.3

– Refer ke Tabel 4.3 Note d : ‘ Any PIP qualification shall also qualify any fillet weld size on any thickness. ‘

– Refer ke par 3.8.1

‘ Welds may also be made in the root of groove or fillet welds using GMAW, followed by parallel or multiple electrode sublnerged arcs, provided that the GMAW conforms to the requirements of this section, and providing the spacing between the GMAW arc and the following SAW arc does not exceed 15 in (380 mm) ‘

Dari referensi di atas, menurut saya akan lebih efisien bila test piece PQRnya sbb :

– Cukup menggunakan PJP utk T-joint, karena kualifikasi PJP mencakup utk Fillet

– Perlu diperhatikan perbedaan antara Groove Depth (T) yg ada di Tabel 4.3 dengan Thickness material.

Jika bapak hanya punya thickness 40 mm, itu bisa digunakan dengan mengatur Groove Depth 10

– Kombinasi Welding bisa menggunakan GMAW utk root, kemudian SAW utk hot pass sampai capping.

Pengaturan weld size utk GMAW dan SAW bisa refer ke Figure 3.3, dengan memperhatikan esensial variabel di Tabel 4.5

Semoga bermanfaat, harap di koreksi kalo ada yang keliru.

Tanggapan 6 – Wadi S.T

wah, makasih banget nih Pak Khaerul atas penjelasan rincinya, jd nambah ilmu nih saya.

Nanya lagi Pak

kalau me-refer ke Tabel 4.3 Note d; ‘ Any PJP qualification shall also qualify any fillet weld size on any thickness. ‘

Yang saya mengerti, PJP qualified untuk sambungan PJP itu sendiri dan juga qualified untuk sambungan fillet (itu masing-masing/terpisah tidak dalam satu joint). Tapi kalau PJP+fillet (dalam satu sambungan las), apa bisa dianggep sama pak dengan di atas, dengan syarat, welding yang digunakan GMAW dan SAW untuk sambungan PJP-nya? Maaf Pak banyak nanya.

Tanggapan 7 – Khaerul Anam

Pak Wadi, senang bisa membantu..

Mengenai design welding, pasti ada hal2 yg dipertimbangkan seperti kekuatan welding, cost material, manpower, dll.

Menurut saya PJP qualified utk PJP dan Fillet joint terpisah ataupun PJP+Fillet dalam satu joint.
Namun perlu dipikirkan lagi apakah efektif dan efisien bila digunakan design PJP+Fillet dalam satu joint?

* Jika berdasarkan hitungan Engineering, Fillet welding sudah cukup kuat, apakah efisien jika ditambah dgn PJP ?

Sebaliknya jika PJP welding sudah cukup kuat, apakah perlu ditambah Fillet ?

Bukankah pada prinsipnya Capping dari PJP utk T-joint sama fungsinya dgn Fillet ?

* Refer ke AWS D1.1 Figure 3.3 ), PJP dgn Double bevel groove dan maximum capping 3 mm sudah cukup kuat untuk thickness 40 mm, selama Groove Depth PJP diatur 10

Saran saya, sebaiknya bapak diskusikan dulu dgn Engineering dan Third Party / Class utk merancang WPS yg applicable dan efisien.

Semoga bermanfaat, harap di koreksi kalo ada yang keliru.

Tanggapan 8 – Wadi S.T

Sebenarnya Pertimbangan memilih PJP juga dari design engineering Pak.
Kalau misal pake fillet, perlu ukuran leg size sampai 12mm, sedangkan kemampuan mesin SAW di sini hanya sampai 8mm. Sedangkan kalau dibuat 2 layer, tidak efektif karena design mesinnya ga bisa bolak-balik. Intinya kurang efektif di masalah waktu.

Benar Pak, memang dari design kekuatan setelah dihitung design joint PJP saja sudah cukup. Akan tetapi, kami berfikir kalo ditambahkan fillet, kami tidak perlu membuat ukuran bevel yang terlalu besar. Apalagi produknya untuk beam yang akan banyak menerima beban geser. Sependek pengetahuan saya, design fillet lebih efektif/banyak digunakan untuk mengakomodasi gaya-gaya geser, mohon koreksi kalau salah.

Makasih banyak nih Pak Khaerul masukannya.

Share This

Miliki Sekarang!

You have Successfully Subscribed!