Select Page

Crack bisa merambat ke Base metal dikarenakan Kontraksi Tegangan yang terjadi pada daerah dekat pengelasan (Base Plate). Base Metal tersebut akan mengalami unstabil struktur ditambah lagi adanya gaya vibrasi tersebut. Metode repairnya kalau dilakukan repair pengelasan pada daerah yang mengalami crack TIDAK MENJAMIN TIDAK AKAN TERJADI LAGI. Dikuatirkan jika anda melakukan proses repair dengan pengelasan defect ini akan timbul didaerah yang sama dan akan melebar pada daerah disekitar repair pengelasan tersebut. Langkah yang paling baik buang crack tersebut dengan metode pemotongan dan ganti dengan material yang baru.

Tanya – Syam_Tawakkal

Pak Darmayadi,

Saya adalah anggota milist Migas Indonesia, saya mendapatkan email Bapak dari Milist tersebut. Saya ingin menanyakan sesuatu ke Bapak yang menyangkut masalah pengelasan.

ada foto terlampir terdapat crack yang terjadi pada daerah pengelasan dan crack tersebut juga merambat ke base metalnya. Base metalnya adalah plate stainless steel 6 mm thickness. Pengelasan tersebut adalah pengelasan support Vibrator dengan motor ¾ HP.

Pertanyaan saya adalah apa penyebab dari crack tersebut? Dan bagaimana metode repair yang terbaik untuk kasus seperti ini. Sebagai tambahan informasi di lapisan dalam plate stainless steel tersebut terdapat liner yang materialnya terbuat dari Teflon. Apakah bisa pengelasan langsung dibuat di daerah crack tersebut? Atau bagaimana kalau menggunakan dupler plate?

Tanggapan 1 – qaqcptmeco

Penyebab Crack pada support vibrator Bapak kalau boleh saya analisis akibat dari pengelasan FILLET pada Support VIBRATOR. Saya belum melihat secara jelas bentuk CONTOUR dari FILLET WELD tersebut. Saya menduga Contour dari fillet weld tersebut CEKUNG sehingga akibat dari adanya gaya VIBRASI dari VIBRATOR anda maka Weld tersebut rentan sekali terjadi crack pada daerah disekitaran weld tersebut.

Crack bisa merambat ke Base metal dikarenakan Kontraksi Tegangan yang terjadi pada daerah dekat pengelasan (Base Plate). Base Metal tersebut akan mengalami unstabil struktur ditambah lagi adanya gaya vibrasi tersebut.

Metode repairnya kalau dilakukan repair pengelasan pada daerah yang mengalami crack TIDAK MENJAMIN TIDAK AKAN TERJADI LAGI. Dikuatirkan jika anda melakukan proses repair dengan pengelasan defect ini akan timbul didaerah yang sama dan akan melebar pada daerah disekitar repair pengelasan tersebut. Langkah yang paling baik buang crack tersebut dengan metode pemotongan dan ganti dengan material yang baru.

Metode dengan DUPLER amat sangat memungkin dengan syarat crack defect harus dibuang. Dan perlu dingat pada saat pengelasan DUPLER tersebut usahakan jangan sampai permukaan FILLET WELD CEKUNG dan pada pinggiran dupler yang masih ada takik-an harus dihilangkan dan sisi permukaan dupler yang tajam harus dilakukan grinding smoth.

Demikian pencerahan ini bisa membantu.

Terima Kasih.

Tanggapan 2 – DARMAYADI

Pak Syam,

Saya pikir masalah bapak sangat menarik untuk kita diskusikan di milis migas ini,
Oleh karena nya email bapak saya forward juga ke Pak Budhi ( Moderator milis ) untuk kita mintain tolong memforward pertanyaan bapak ke milis.
Oh ya.. bisa saya dapatkan gambar teknik dari Vibrator support nya? Kalau bias yang ada dimensinya sekalian.

Tanggapan 3 – Agus Setijono

Pak Syam / Pak Darmayadi,

Memang menarik ini Pak, berikut analisa saya;

1. Design Joint

Kalau dilihat dari gambar, pada supportnya Joint designnya adalah double fillet dengan SMAW (tolong dikoreksi bila salah).
Sebenarnya joint ini kurang atau disarankan untuk support vibrator dalam posisi vertikal. Dalam keadaan tidak bekerja, sudah ada stress.

Luas daerah (pengelasan) yang menanggung beban/stress tidak sebanding dengan vibrasi beban dinamis, akibatnya spt gambar.

Memang seharusnya memakai doubler plate atau support bentuk C. dengan pengelasan fillet.

2. Pengelasan

Dari visual inspeksi nampak ada spatter dan undercut yang memanjang walaupun kedalaman mungkin masih bisa ditoleransi. Ini menunjukkan pemakaian ampere yang besar dan kecepatan agak lambat. Secara mikro structure dari weldment akan menjadi lebih brittle (getas) -tensile & elongation rendah-, Nampak initial crack berasal dari toe weld yang undercut dan merobek base metal (6mm). karena luas area inilah yang sebenarnya menanggung beban /loading stress (dinamic/vibrate) dan bukan pada daerah yg sudah dilas.

Solusinya (usul dari saya),

Sama seperti yg direncanakan yaitu doubling plate. pastikan plate SS penggantinya memiliki luas area yang cukup besar untuk menahan beban, kemudian dilas fillet di sekeliling doubling plate, bila perlu tambahkan lobang2 di tengah untuk memungkinkan dilakukan spot welding (circular).

Usahakan pengelasan jangan ada undercut, gunakan ampere yang cukup ( Ø kawat las yang lebih kecil) dan interpass temperature yang tidak melebihi 150°C. Untuk tebal plate 6mm, fillet weld, disarankan jumlah pass nya ±3 pass/layer (Ø2.5mm). Jangan 1 capping seperti nampak pada gambar ( akan cenderung undercut, overheating dan susah kontrol interpass temperaturenya).

gunakan profile C yang dipakai sebagai pengganti support.

Untuk lebih detailnya memang harus dipastikan dengan drawing support vibratornya, seperti saran Pak Darmayadi.

Semoga membantu.

Tanggapan 4 – Priyan Ferdian

Pak Dar

Kalo boleh saya tambahkan,

Terlihat bahwa support yang dipilih untuk vibrator tersebut tidak tepat, karena support tersebut mengalami beban dinamis dengan lokasi beban pada titik yang memiliki lengan momen dan kemudian timbul momen(arah ccw untuk support kiri, dan cw untuk support kanan), sehingga dapat diperkirakan akan terjadi stress yang besar pada bagian bawah support dengan arah momen berlawanan.

Terjadinya crack kemungkinan di picu oleh adanya undercut sehingga dengan arah momen cw (support sebelah kiri) dan ccw (support sebelah kanan), dapat dipastikan terjadi crack dengan arah kedalam (ga mungkin keluar).

Saran:

– Pilih support yang tepat, bisa type C seperti kata pak Agus

– Sebelum dipasang vibrator pada support tersebut, seharusnya hasil las2 san di test dulu, cukup dengan MPI atau Dye Penetrant, jika sudah oke baru dipasang vibratornya

– Qualifikasi welder juga perlu dilihat lagi, apakah qualified untuk pekerjaantersebut (secara visual hasilnya not acceptable karena terlihat undercut sepanjang lasan).

Tanggapan 5 – raharjo_wida

Ikut nimbrung,

Untuk Design joint-nya (lepas dari jenis materialnya) pada photo terlihat sambungan lasannya penuh pada ‘mounting angle’.

Pada pembebanan dinamis untuk distribusi stress yang merata, barangkali bisa dipertimbangkan opsi berikut :

1) Jangan lakukan lasan penuh, sisakan area sekitar 10mm dari kedua ujungnya bebas dari lasan.

2) atau bilamana ingin melakukan pengelasan pada ujungnya buat bentuk seperti ‘ekor burung’ (istilah kita di gemba), yaitu leg length memanjang sekitar 3x, trus lasan bagian ujung tsb (sekitar 100-an mm)di-finishing smooth.

Share This