Select Page

Saya yakin banyak yang berkecimpung dengan material eksotis seperti duplex 31803. Adakah yang bisa berbagi pengalaman jika didapati kasus sebagai berikut:
Sambungan ke branch utama 3/4′ x 6′ dengan sockolet. Dari sockolet, disambung dengan pipe nipple dan seterusnya.
Dalam kasus ini, terjadi leaking saat operasi (sudah beroperasi sekitar 1,5 tahun) dari dari las-lasan antara sockolet dengan nipple.

Tanya – Suharyo Haryono

Rekans,

Saya yakin banyak yang berkecimpung dengan material eksotis seperti duplex 31803. Adakah yang bisa berbagi pengalaman jika didapati kasus sebagai berikut:
Sambungan ke branch utama 3/4′ x 6′ dengan sockolet. Dari sockolet, disambung dengan pipe nipple dan seterusnya.
Dalam kasus ini, terjadi leaking saat operasi (sudah beroperasi sekitar 1,5 tahun) dari dari las-lasan antara sockolet dengan nipple.

Dari hasil Penetrant test, yang muncul seperti crack kecil.
Dalam kasus duplex welding, apakah ini biasa ditemui? Apa penyebabnya dan bagaimana ‘pengobatan’ dan pencegahan ke depannya.

Mohon sharing dari rekan-rekan yang pernah mengalami atau punya kompetensi dalam hal ini.

Tanggapan 1 – qaqcptmeco

Kalau hasil NDE (PT) sudah dinyatakan acceptable saya yakin tidak ada kebocoran. Ada satu pertanyaan bagi saya apakah gambar visual ini sudah after repair maksud saya untuk PT nya ? Kalau memang ini benar dan didukung oleh parameter Ferrite content yang sesuai anda paparkan hampir pasti tidak ada kebocoran.

Tanggapan 2 – Suharyo Haryono

Pak Farid,

Terima kasih atas responnya.

Saya lupa memberikan informasi bahwa pengelasannya jenis fillet (sambungan antara socket weld flange dengan nipple).

Setelah pengelasam, Ferrite content dari empat titik di lasan diperoleh angka 46.7 – 50.1 %.
Dari report, sepertinya mereka hanya melakukan local grinding di lokasi crack sampai (dengan PT) tidak diperoleh lagi crack. Baru kemudian direpair.

Apakah ini praktek yang aman untuk duplex?

Tanggapan 3 – Suharyo Haryono

Nope, gambar tersebut adalah gambar sebelum direpair.
Retak kecil yang ada bisa dilihat di daerah lasannya.

Inspector yang melakukannya menyebut pitting dalam laporannya. Kalau memang pitting, zat apa yang kira-kira bisa nyerang lasan ini?

Tanggapan 4 – qaqcptmeco

Sorry Pa. Email ini sebenarnya akan saya lepas pada hari senin kemarin berhubung ada trouble di email kantor saya. Baru saya lepas hari ini.

Persepsi saya juga sama yaitu PITTING CORROSION bukan crack defect yang anda sebutkan pada saat awal. Pitting corrosion mempunyai sifat menggerus sampai kebagian dalam seperti kalau kita menggali lubang sumur semakin lama semakin dalam.

Penyebabnya :

Tingkat ke asaman dari FLOW SERVICE dan kandungan H2S. Pa. Haryo bisa analisa pada Fluid Service tingkat kandungan asam dan H2S nya Berapa % ? Selain itu typical Welding Joint anda Fillet Weld yang dilakukan pengelasan pada satu sisi tanpa ada sedikit Bevel pada Socket anda yang mengakibat pengelasannya tidak Full Penetrasi. Akibatnya masih ada celah antara socket dengan pipe sehingga ada rembesan Flow service tsb. Selain itu saya pun tidak mengetahui historical bagaimana saat awal fit-up pada joint tsb ? Welding Proses ? Oxygen content ? serta welding parameter yang lainnya.

Tanggapan 5 – Luhur Wibowo 93

Kami juga punya pengalaman tentang duplex, sebuah HE, service tubeside pakai air laut, shell side pakai natural gas, kami belum paham betul mengapa tube side pakai duplex SA 2205, seharusnya pakai SS 316 sudah cukup, kami mengalami problem pada lasan antara tube dan tube sheet tiap kali turn around stelah kami penetrant pasti ada pitting korosi, selama ini ya kami repair aja, dan ga da masalah yang berarti.

Tanggapan selengkapnya :

Share This