Select Page

Aluminium , dilas dengan proses pengelasan GTAW polaritas DCEN bisa juga MIG umumnya gas yg digunakan adalah Argon untuk shielding , kendala pada pengelasan Aluminium adalah lapisan oksida Aluminium (Al2O3) yang meltingnya tinggi (Kira2 1500oC dari beberapa referensi) shg sulit mencair , padahal temp melting Aluminium 650 oC akan terjadi bagian bawah lapisan oxide mencair lebih dulu shg lasan tidak akan fusion atasi dgn grinding (buang lapisan oksida sebelum mengelas).

Tanya – novembri nov

Mohon bantuannya ttg welding Aluminium. Pertanyaan saya adalah :

1. WPS weldingnya apa perbedaan mendasar dengan welding steel.

2. Repair kalau ada distorsi seperti bending apa yang harus dilakukan. Bolehkah dengan pemanasan lalu di luruskan atau bagaimana..?

3. Kawat lasnya dan proses lasnya pakai apa…

4. Apakah persiapan bevel ( root, face dan sudut sama dg steel..?

5. Uji NDT yang cocok untuk iternal defectnya.

Penjelasan dan ulasan dari rekan rekan semua saya ucapkan terimakaksih.

Tanggapan 1 – DARMAYADI

Pak Novembri,

Saya hanya menjawab apa yang menjadi kompeten saya :

Saya mohon info yang lebih dalam seperti :

– Jenis aluminiumnya ? Biasanyanya yang dipakai Alm 5356 (high Mg atau 4043 High Si )

– Pengelasannya bisa dipakai cara : – Solder, Brazing atau SMAW atau MIG ( tergantung dari dimensi dari benda yang mau di sambung.

Tanggapan 2 – novembri nov

Jeis materialya adalah Al 5083 H 116 (Al – Mg). Kayaknya kalau SMAW nggak deh …..mungkin maksud pak Damaryadi GMAW atau TIG.

Saya belum pernah mengerjakan pengelasan ini. Jadi WPS nya kayak apa juga nggak pernah lihat. Pakai code apa ya untuk structuralnya. AWS, ASME IX sepertinya juga nggak masuk limitationnya.

Mohon share informasi ….

Tanggapan 3 – amal ashardian

Coba buka link dibawah ini:

http://www.weldreality.com/aluminumalloys.htm

Tanggapan 4 – bandi sabandi

Aluminium , dilas dengan proses pengelasan GTAW polaritas DCEN bisa juga MIG umumnya gas yg digunakan adalah Argon untuk shielding , kendala pada pengelasan Aluminium adalah lapisan oksida Aluminium (Al2O3) yang meltingnya tinggi (Kira2 1500oC dari beberapa referensi) shg sulit mencair , padahal temp melting Aluminium 650 oC akan terjadi bagian bawah lapisan oxide mencair lebih dulu shg lasan tidak akan fusion atasi dgn grinding (buang lapisan oksida sebelum mengelas).

Code bisa ASME IX, EN 288.

Share This