Select Page

Di fluid composition data biasanya kita menemukan ada component C6+, C7+, C10+, C20+ etc… Jika sebuah hasil laboratorium menunjukkan jumlah mol komponen yang lebih lengkap, contoh sampai C30, haruskah kita melakukan fluid characterization sampai hanya menjadi C7+ misalnya. Ada pendapat yang mengatakan ini tidak praktis untuk mencantumkan jumlah komponen sampai sebanyak itu (sampai C30), so heavy end dicharacterized menjadi 1 single pseudo component saja. Bukankah dengan mencantumkan detail component (sampai C30 contohnya) akan menggambarkan lebih detail tentang properties dari fluida tersebut? Pertanyaan saya, apa plus minusnya jika kita melakukan fluid characterization menjadi 1 single pseudo component.

Tanya – Rafirah

Rekan2 migas yth,

Di fluid composition data biasanya kita menemukan ada component C6+, C7+, C10+, C20+ etc…

Jika sebuah hasil laboratorium menunjukkan jumlah mol komponen yang lebih lengkap, contoh sampai C30, haruskah kita melakukan fluid characterization sampai hanya menjadi C7+ misalnya..

ada pendapat yang mengatakan ini tidak praktis untuk mencantumkan jumlah komponen sampai sebanyak itu (sampai C30), so heavy end dicharacterized menjadi 1 single pseudo component saja..

bukankah dengan mencantumkan detail component (sampai C30 contohnya) akan menggambarkan lebih detail tentang properties dari fluida tersebut…

pertanyaan saya, apa plus minusnya jika kita melakukan fluid characterization menjadi 1 single pseudo component.

Tanggapan 1 – EG Giwangkara S

Dear Rafirah,… (maaf, Bapak atau Ibu ya ? :)… )

Tentang pertanyaannya, sebetulnya tergantung untuk keperluan apa juga. Tapi untuk produk sih biasanya kembali kepada spesifikasi dan kemungkinan keberadaannya juga. Jika di spesifikasinya hanya meminta sampai C6+ saja, selain sangat kecil kemungkinan terdapat C7+, C10+, apalagi sampai C30+, kenapa juga harus membuang waktu utk menganalisis sampai C7+, dst. ?
Misal, jika kita menganalisis komposisi LPG (C3 C4) pada stright run product dimana suka terbawa juga sedikit fraksi kondensat dan gasoline (C5 – C11), sementara pada spesifikasi hanya meminta sampai C6+ saja maka analisis pun cukup sampai C6+. Lagipula keberadaan C6+ nya pun hanya 0,1 %vol saja.

Lain halnya jika memang ingin menganalisis komposisi secara detail untuk keperluan riset atau untuk pembuatan standar, misal komposisi hidrokarbon pada crude, rasanya memang perlu dilakukan analisis secara detail, meskipun bisa dibayangkan berapa panjang kolom yang akan digunakan. Mengingat makin panjang ranta C maka makin banyak juga isomernya.

Demikian, semoga cukup membantu.

Tanggapan 1 – Moh Darwis

Dear Mas / Mba Rafirah,

Properties fluida tergantung dari component-component yang dikandungnya.
Semakin besar/sedikit jumlah suatu component di fluida tsb, maka semakin besar/kecil pula contribusi component tsb terhadap properties fluida.

Statement ‘haruskah kita melakukan fluid characterization’?

Tentunya tidak, tergantung seberapa besar jumlah heavy end component-component tsb.

Jika dicompare propertiesnya, maka tidak terdapat perbedaan yang siginifikan antara yang dicharacterized dengan yang tidak dicharacterized untuk fluida yang sama.
Hal ini dapat diterima di dunia engineering. Tetapi dalam dunia science, mungkin hal ini tidak dapat diterima. Seperti kata Pak Giwangkara, semua itu tergantung dari keperluannya.