Select Page

Variation Order dan Change Order atau juga ada yang menyebutnya Change Authorization mererefer pada obyek yang sama yaitu ‘Change’ terhadap lingkup kerja atau dalam bahasa baku Indonesia-nya adalah, Perubahan Lingkup Kerja (PLK). Biasanya terms ‘Charge Order’ sering digunakan oleh US, dan terms ‘Variation Order’ lebih banyak digunakan oleh Inggris. Beberapa referensi terms kontrak yang menggunakan basis FIDIC (International Federation of Consulting Engineers) mengadopsi terms ‘Variation’, yang sebenarnya juga mengarah pada arti yang sama. Sehingga untuk sebuah project, bisa dikembalikan lagi pada terms apa yang digunakan didalam Kontrak Kerja yang disepakati bersama, dalam mendefinisikan perubahan (change) itu sendiri.

Tanya – Endri Prasetyo

Rekan Milis,

Mohon pencerahannya tentang definisi dari variation order dan change order pada kontrak project.

Akan sangat berterima kasih jika tidak keberatan share contoh prosedurnya (via japri boleh…).
Terima kasih.

Tanggapan 1 – Alex Iskandar

Rekan Endri,

Sepengetahuan saya, Variation Order dan Change Order atau juga ada yang menyebutnya Change Authorization mererefer pada obyek yang sama yaitu ‘Change’ terhadap lingkup kerja atau dalam bahasa baku Indonesia-nya adalah, Perubahan Lingkup Kerja (PLK).
Biasanya terms ‘Charge Order’ sering digunakan oleh US, dan terms ‘Variation Order’ lebih banyak digunakan oleh Inggris. Beberapa referensi terms kontrak yang menggunakan basis FIDIC (International Federation of Consulting Engineers) mengadopsi terms ‘Variation’, yang sebenarnya juga mengarah pada arti yang sama.
Sehingga untuk sebuah project, bisa dikembalikan lagi pada terms apa yang digunakan didalam Kontrak Kerja yang disepakati bersama, dalam mendefinisikan perubahan (change) itu sendiri..
CMIIW, mungkin rekan dari SCM (Contract) dapat memberikan masukan yang lebih tepat.

Sekedar informasi, Beberapa bulan yang lalu (December 2010) milis migas- KMI berkolaborasi dengan PMI, IAMPI dan ITAPPI, mengadakan seminar mengenai Change Management.
Yang kalau boleh saya berkesimpulan dalam seminar itu, ‘Dalam setiap perubahan harus tercatat atau terdokumentasi dengan baik, untuk menghindari disputes (ketidak setujuan/perbedaan pendapat para pihak) dikemudian hari’

Untuk prosedur, karena keterbatasan prosedural, mungkin rekan milis yang lain bisa memberikan contoh kepada pak Endri melalui Japri.

Demikian semoga membantu..

Tanggapan 2 – hadi muttaqien

Kalau saya berpendapat Variation Order itu ‘perubahan’ pekerjaan yang dikeluarkan sebelum Kontrak, sedangkan Change Order adalah ‘perubahan’ pekerjaan setelah Kontrak pekerjaan Konstruksi.

Tanggapan 3 – Alex Iskandar

Terima kasih tambahan nya pak Hadi.. Untuk change order mungkin sependapat.

Namun untuk Variation Order saya belum menemukan referensinya, sedikit pertanyaan saja pak Hadi, bagaimana ‘perubahan’ itu dikatakan sebagai ‘perubahan’ sebelum dilakukan lakukan sebelum kontrak kerja? jadi perubahan merefer terhadap hal apa?

Bahkan FIDIC juga menggunakan kata-kata Variation Order instead of Change Order

Dan kebetulan saya menemukan referensi yang saya dapatkan di tempat saya bekerja:

Variation Order : ‘A request to change a vendor or contractor’s scope of work; this change does not necessarily imply a scope change to the project, but typically affects the contractor’s cost or schedule budget’.

Change Order(CO) or Change Order Request (COR) : ‘A request to alter the Project premises’.

Terlepas perbedaan dari terms, memang intinya sih itu adalah sama-sama perubahan..

Tanggapan 4 – cak.topan@batam

Saya kurang setuju kalo dikatakan Variation Order adalah perubahan pekerjaan sebelum kontrak.
Semua drawing, dan spek selama bid clarification boleh berubah 180 derajat dan berkali-kali. Tapi, selama kita belum teken kontrak…. apanya yang mau diklaim?

Variation Order dan Change Order simpelnya adalah pekerjaan tambahan dari perjanjian awal.
Bisa perubahan volume, pekerjaan, kompleksitas dibandingkan dengan kontrak kerja yang disepakati di awal.
Di tempat kami, VO dan Change Order sama saja.
Tergantung proyeknya menggunakan istilah apa dalam kontraknya.

Share This