Select Page

Meskipun ketiga trafo parameternya identik di atas kertas (ratio, vector group, impedansi, dll adalah sama), namun pada kenyataannya arus sirkulasi akan tetap terjadi dan berakibat tidak terjadi equal load sharing diantara ketiga trafo tsb. Ini adalah hal yang anda harus antisipasi dan monitor. Jika ingin meminimalkan arus sirkulasi, idealnya, minimal dua dari tiga trafo itu anda lengkapi dengan Load Tap Changer, sehingga tap trafo bisa anda adjust on load manually atau automatically (preferable) untuk setiap kondisi load yang tentunya fluktuatif.

Tanya – dewa wakbhie

Dear Milis,

Saya rencananya ingin memparalel tiga buah trafo 3 phase yg spesifikasi semuanya sama (ratio, vector group, impedansi, dll adalah sama). Dari syarat untuk paralel trafo sudah terpenuhi, tapi saya terkendala dengan prosedur teknis untuk memparalel trafo itu seperti apa.. Mohon bantuan nya dari bapak-bapak sekalian jika ada yang sudah berpengalaman dalam hal pemparalel trafo tsb dengan safety yg terjamin. Saya dapat rekomendasi dari seseorang kalau mau memparalel trafo tersebut sebaiknya masing trafo dihubungkan ke LV panel nya masing2 dan Antara LV panel tersebut dihubungkan dengan Tie breaker.. Apakah prosedur tersebut cukup recomended? trus apakah ada hal lain yg mesti diperhatikan?

Terimakasih sebelumnya atas sharingnya..

Tanggapan 1 – trisworo99

Dear Mas Dewa,

Kalau boleh tahu philosophy operasinya bagaimana yang dikehendaki? 2 trafo Running 1 standby atau ke-3,nya harus running semua?

Trafonya LV atau MV?klo saya lihat sedikit dibawah mungkin LV transformer yang dimaksud.

Barapa spesifikasi rating tegangan dan kapasitasnya? Jenis trafonya apa, oil immersed atau dry type ( Ini berhubungan dengan maintenance. Ada baiknya disebutkan )?
Coba bapak email lagi dengan spesifkasi yang lebih lengkap. Mungkin sedikit masukan dari temen2 disini bisa membantu bapak.

Memang bisa menggunakan Bus Tie,pak. Untuk jawabab lebih spesifik dan details coba bapak sedikit infokan pertanyaan saya diatas.

Semoga membantu,

Tanggapan 2 – Ade Wibawa

Terimakasih mas Triez atas tanggapannya, Info mengenai trafo sbb :

Untuk operasi adalah 3 running semua, trafonya adalah step down (6.6 kV / 0.4 kV) dg kapasitas 500 kVA, jenis trafo adalah oil immersed type, impedansi 4%, Vector Group Dyn 11.

dEmikian yang dapat saya sampaikan, mohon sharingnya..terimakasih..

Tanggapan 3 – Lily Satryadi

Mas Ade,

Kenapa harus memparalel 3 trafo 500 kVA jika anda bisa menyediakan satu trafo 1500 kVA ? Ada alasan yang cukup reasonable untuk itu ?

Tanggapan 4 – Ade Wibawa

Karena ketersediaan di lapangan cuma 500 kVA..kembali ke masalah teknis, kira2 mas lily satryadi bisa kasih info sedikit ga ttg prosedur teknis instalasi trafo? nb: untuk syarat paralel trafo sudah terpenuhi.

Tanggapan 5 – Lily Satryadi

Mas Ade,

Meskipun ketiga trafo itu parameternya identik di atas kertas (ratio, vector group, impedansi, dll adalah sama), namun pada kenyataannya arus sirkulasi akan tetap terjadi dan berakibat tidak terjadi equal load sharing diantara ketiga trafo tsb. Ini adalah hal yang anda harus antisipasi dan monitor. Saya yakin anda sudah memberikan margin kapasitas yang cukup untuk setiap trafo terhadap peak load yang ada utk mengantisipasi unequal load sharing pada ketiga trafo tsb.

Jika ingin meminimalkan arus sirkulasi, idealnya, minimal dua dari tiga trafo itu anda lengkapi dengan Load Tap Changer, sehingga tap trafo bisa anda adjust on load manually atau automatically (preferable) untuk setiap kondisi load yang tentunya fluktuatif.

Kalau prosedur teknis instalasi trafo saya berikan lewat japri saja ya ?

Tanggapan 6 – alman fauzi

Pak Ade,

Sebenarnya efek arus sirkulasi pada kondisi paralel trafo terjadi jika ‘turn ratio’ dari kumparan trafo tersebut tidak indentik. Hal ini bisa terjadi jika sejak awal manufaktur trafo tersebut secara individu memang tidak untuk parallel operation.

Sependek pengetahuan saya, sangat tidak efisien hanya untuk meminimalkan arus sirkulasi efek dari parallel trafo, dengan menggunakan OLTC pada trafo 500 kVA 6/0.4 kV (sampai sekarangpun saya belum pernah buat & menjumpai trafo 500 kVA 6/0.4kV dgn OLTC).

Kalau masalah un-equal load sharing, ini terjadi jika impedansi antara trafo yang di paralel tidak equal (perbedaan lebih dari 10%).

Saran saya coba tes dulu turn ratio dari masing2 trafo dengan menggunakan TTR, dari tap tertinggi, normal, hingga tap terendah.
Berhubung Pak Ade sudah menyatakan bahwa semua parameter untuk paralel sama termasuk impedansinya, jadi jika turn ratio masing2 trafo indentik maka sudah tidak ada masalah lagi untuk di paralel.

Saran yang lainnya lebih baik kapasitas 2 dari 3 trafo tersebut bisa menanggung 100% beban untuk menjaga continuitas sistem.

Tanggapan 7 – Ade Wibawa

Terimakasih pak alman atas sharing ilmunya.. saya bisa yakinkan kalo trafo yg mau diparalel adalah identik.. dari info yg bapak berikan, berarti tidak perlu di kwatirkan lagi soal arus sirkulasi, unequal loading dll. Tapi yg masih mnegganjal di pikiran saya adalah prosedur teknis cara memparalel trafo itu sendiri secara safety. seperti email saya sebelumnya bahwa disarankan agar memakai tie bus breaker untuk menghubungkan masing2 LV panel trafo.. kira2 hal ini cukup recomended ga?

Tanggapan 8 – Ade Wibawa

Wahh.. terimakasih banyak mas lily satryadi atas sharingnya, bener2 bermanfaat buat saya.. n saya tunggu prosedur teknis instalasi trafo via japri..

Tanggapan 9 – alman fauzi

Pak Ade,

Sebenarnya ini tergantung dari hirarki sistem yang bapak kehendaki.
Gambaran prinsip sistem menurut saya pribadi jika memakai tie breaker, brarti pada saat normal kondisi dari tie-breaker ini akan close. Jika terjadi sesuatu dengan salah satu trafo maka tie-breaker akan membuka sehingga tidak menggangu load pada trafo yang lain (CMIIW).
Jika hal ini yang bapak inginkan maka tie-breaker ini suatu keperluan, tapi jika hirarki sistem bukan seperti itu maka perlu bapak jelaskan lebih dalam di milis ini.
Yang penting juga adalah harus ada synchronous check relay pada breaker sekunder (incoming MCC) untuk proses ini.

Tanggapan 10 – raharj77@yahoo

Untuk fleksibilitas dan safety, penggunaan breaker pilihan terbaik. Kalau di sisi LV, dengan single bus dan LVCB di incoming dan bus tie secara ekonomis masih memungkinkan. Tapi yg sedikit mengganggu pikiran saya, kalau sisi MV masing2 trafo memakai CB, apakah secara ekonomis masih masuk dihitungan?

Tanggapan 11 – pharjono@gmail

Mas Lily,

1. Apa yang dimaksud dengan arus sirkulasi?

2. Akibatnya (sperti yang Pak Lily bilang) tidak terjadi pembagian beban yang sama, persamaan matematisnya bagaimana pak?

3. Apakah ada referensi Trafo dengan rating 500 kVA, 6/0.4 kV memakai OLTC

Tanggapan 12 – trisworo99

Wah udah rame.. 🙂

Udah numpuk2 pertanyaannya, mungkin dari Pak Jono dulu,

1. Sebenarnya arus sirkulasi ( Is ) ini arus yang timbul dari sisi belitan sekunder yang terjadi akibat adanya selisih ggl induksi dari sisi sekunder dan primer trafo terhadap akumulasi impedance dari kedua sisi belitan, Pak. Arus ini biasanya akan berputar diantara kumparan saat dibebani. Makanya dinamakan arus sirkulasi.

Klo digambarkan secara matematis kurang lebih Is = Ea-Eb/ Za +Zb. Sebenarnya dimanapun philospohy arus terhadap tegangan dan beban sama E=I. Z , Z=X+R ( tergantung jenis loadnya tentunya).

2. Untuk pertanyaan nomer 2 , sebenarnya diantara syarat vital untuk mempararelkan trafo adalah perbandingan tegangan yang dipararelkan harus sama. Jika perbandingan tegangan tidak sama, maka ggl induksi pada masing2 belitan sekunder tentunya tidak akan sama. Nah perbedaan tegangan inilah sebenarnya yang memicu adanya arus sirkulasi pada sisi belitan sekunder trafo saat dibebani,pak.Arus sirkulasi inilah yang akan menimbulkan panas pada sisi belitan sekunder trafo kita. Arus yang mengalir ke beban tentunya akan lain besarnya,pak karena sisi sekunder trafo yang terhubung dengan beban akibat adanya Is tentu tidak akan mendapat supply arus yang sama ke beban karena perbandingan tegangan yang dipararelkan tidaklah sama. Klo sama insyaalloh tidak akan terjadi kok,pak.Rumus matematis mungkin seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

3. Untuk pertanyaan nomer 3, sebenarnya jawabannya relatif, trus terang klo referensi saya memang belum menjumpai, tapi itu bisa kita tanyakan ke vendor, dengan sentuhan ‘special order ‘ apa sech mereka tidak bisa buat . Tapi ada baiknya kita melihat dari sisi loadnya terlebih dahulu,pak. Umumnya memang jarang trafo2 kecil in case 500 kVA menggunakan On Load Tap Changer (OLTC). Sebenarnya klo karakteristik bebannya kebanyakan adalah dinamik load sperti motor yang mempertimbangkan cos phi tentunya bisa jadi untuk memperhitungkan penurunan cos phi dan efesiensi motor on the next. Jika selisih cos phi membesar dari demand tentunya daya reactive akan semakin membesar, walaupun semisal daya aktif tetap, tentunya total kebutuhan daya atau kapasitas trafo akan membesar,pak. Kita bisa siapkan margin dalam range OLTC tentunya. Kalu Si empunya mau hemat, tentunya itu bisa terjadi,pak. Atau in case untuk maintenance atau penggantian beban yang sudah dipersiapkan marginnya, tentu juga bisa,pak.

Untuk Mas Ade,

Untuk membuat prosedur yang benar tentunya syaratnya harus benar dulu. Baru prosedur operasinya akan benar.

Klo saya lihat penjelasan mas ade pada rekan2, yang saya tangkap sudah ada yang terpenuhi saya hanya menambahkan sedikit. Syarat pertama, seperti yang sudah saya sebutkan diatas, perbandingan tegangan yang akan dipararelkan harus sama. Yang kedua polaritas harus sama, klo ga akan terjadi panas pada trafo. Phase juga harus sama. selanjutnya perbandingan reactance terhadap impedance sama ( lebih baik ) supaya ‘mereka’ (mas trafo ) bekerja pada cos phi yang sama. Khusus untuk trafo 3 phase vector group tentunya harus sama, klo tidak berati tar bisa ketinggalan x derajat dari yang lain. Saya kurang tahu ada yang ketinggalan atau tidak. Tapi kurang lebih itu harus terpenuhi dulu, mas.

Mungkin bisa sedikit membantu,

Tanggapan 13 – faried mustawan

All,

Sekedar nambah references ya:

http://tkne.net/downloads/power/HighVoltage/Protection%20of%20MV%20LV%20substation%20transformers.pdf

http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&hs=3YP&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&channel=s&biw=1280&bih=576&q=schneider+cahier+161&oq=schneider+cahier+161&aq=f&aqi=&aql=&gs_sm=e&gs_upl=26241l26896l0l2l2l0l1l0l0l355l355l3-1

Tanggapan 14 – Ade Wibawa

Trimakasih untuk rekan milis semua atas sharing dan saran nya… masukannya benar2 membantu..

Tanggapan 15 – pharjono@gmail

Pak Triez,

Terima kasih atas penjelasannya, satu lagi….pertanyaan saya:

Pada praktiknya sehari-hari, Katakanlah, perbandingan tegangan trafo yang diparalelkan sama, apakah tetap akan terjadi arus Is ini? .

Klo digambarkan secara matematis kurang lebih Is = Ea-Eb/ Za +Zb. Sebenarnya dimanapun philospohy arus terhadap tegangan dan beban sama E=I. Z , Z=X+R ( tergantung jenis loadnya tentunya).

2. Untuk pertanyaan nomer 2 , sebenarnya diantara syarat vital untuk mempararelkan trafo adalah perbandingan tegangan yang dipararelkan harus sama. Jika perbandingan tegangan tidak sama, maka ggl induksi pada masing2 belitan sekunder tentunya tidak akan sama. Nah perbedaan tegangan inilah sebenarnya yang memicu adanya arus sirkulasi pada sisi belitan sekunder trafo saat dibebani,pak.Arus sirkulasi inilah yang akan menimbulkan panas pada sisi belitan sekunder trafo kita. Arus yang mengalir ke beban tentunya akan lain besarnya,pak karena sisi sekunder trafo yang terhubung dengan beban akibat adanya Is tentu tidak akan mendapat supply arus yang sama ke beban karena perbandingan tegangan yang dipararelkan tidaklah sama. Klo sama insyaalloh tidak akan terjadi kok,pak.Rumus matematis mungkin seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

3. Untuk pertanyaan nomer 3, sebenarnya jawabannya relatif, trus terang klo referensi saya memang belum menjumpai, tapi itu bisa kita tanyakan ke vendor, dengan sentuhan ‘special order ‘ apa sech mereka tidak bisa buat . Tapi ada baiknya kita melihat dari sisi loadnya terlebih dahulu,pak. Umumnya memang jarang trafo2 kecil in case 500 kVA menggunakan On Load Tap Changer (OLTC). Sebenarnya klo karakteristik bebannya kebanyakan adalah dinamik load sperti motor yang mempertimbangkan cos phi tentunya bisa jadi untuk memperhitungkan penurunan cos phi dan efesiensi motor on the next. Jika selisih cos phi membesar dari demand tentunya daya reactive akan semakin membesar, walaupun semisal daya aktif tetap, tentunya total kebutuhan daya atau kapasitas trafo akan membesar,pak. Kita bisa siapkan margin dalam range OLTC tentunya. Kalu Si empunya mau hemat, tentunya itu bisa terjadi,pak. Atau in case untuk maintenance atau penggantian beban yang sudah dipersiapkan marginnya, tentu juga bisa,pak.

Tanggapan 16 – trisworo99

Dear Mas Jono,

Actualnya akan selalu ada arus sirkulasi, Pak. Namun masih dalam range toleransi yang diijinkan. Saya kurang tahu berapa kisaran maksimal nominal yang diijinkan. Kecuali pada saat kondisi tidak terbebani, maka E=Ea=Eb dan tidak ada perbedaan fasa, tidak ada arus sirkulasi disana.
klo perbandingan tegangan bisa sama persis, ya itulah yang dinamakan trafo ideal. Tapi realitanya hampir / nyaris mendekati ideal mungkin tepatnya dengan asumsi impedancenya identik juga dari ‘mereka’ (trafo) tentunya.

semoga membantu,

Tanggapan 17 – pharjono@gmail

Pak Triez,

Tapi memang tidak ada trafo ideal, itu hanya matematis aja…. Jadi arus sirkulasi masih tetap ada. Seberapa besar arus sirkulasi ini, apakah memang mengganggu? hingga menyebabkan panas yang berlebih di salah satu Trafo yang diparalel….? Mudah-mudahan rekan-rekan dimillist ada yang mempunyai pengalaman nyata tentang hal ini dan bisa berbagi…..

Terima kasih Pak Triez..atas penjelasannya….

Share This