Select Page

Menurut Australian Standard, tandem harus mengikuti rule’s dimana slinging point untuk kedua crane harus dicari dan tidak boleh melebihi load chart, apalagi yang berakibat kestabilitas dan structural. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tamdem lifting : 1. Panjang dan berat dari beban yang diangkat, karena berhubungan dengan lifting point crane A dan B; 2. Mencari slinging point untuk mengikat sling dari crane A dan crane B, kalau umpamanya kita buat panjangnya kira-kira 20 m, maka dari perhitungan bias didapat sling point untuk crane A sekitar 5.55 meter dari crane A dan 14.45 meter dari crane B, kemudian masing-masing ukuran tersebut dibagi 2 untuk sling point.

Tanya – BGP HSESupv.

Dear Bapak2,

Masih menyangkut tentang crane dan saya mohon sharing pengalamannya, Apakah Tandem bolem dilakukan untuk pengangkatan object misalkan beratnya 30 Tons dan crane yg akan digunakan masing masing 25 Ton dan 65 Ton, kemudian adakah aturan yang mengatur ini, dan juga apa saja potential hazard dari Tandem ini? Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Mahadi Capah

Dear Brother Hardian,

Untuk tandem sih boleh2 aja asal mengikut rule yang ada, menurut Australian Standard, tandem harus mengikuti rule’s dimana slinging point untuk kedua crane harus di cari dan tidak boleh melebihi load chart, apalagi yang berakibat ke statbilitas dan struktural.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tandem lifting

1. Panjang dan berat dari beban yang diangkat, karena berhubungan dengan lifting point crane A dan B

2. Mencari slinging point untuk mengikat sling dari crane A dan Crane B, kalau umpanya kita buat panjangnya kira-kira 20 m, maka dari perhitungan bisa didapat sling point untuk crane A sekitar 5.55 Meter dari crane A dan 14.45 meter dari crane B, kemudian masing2 ukuran tersebut dibagi 2 untuk sling point.

3. Load share, ini sangat penting untuk mengetahui berapa kira2 beban yang di tanggung oleh setiap crane, semakin besar kapasitas tentu semakin besar pula beban yang ditanggungnya sehingga kita bisa mengetahui apakah load tersebut masih dalam batas load chart dari crane. Dari perhitungan dengan dengan beban 30 T + 20% = 36 T, maka 2 crane dengan kapasitas 25 T dan 65 T sangat bagus untuk tandem lifting tersebut.

4. Untuk safety, tentu harus ada lifting plan yang melibatkan lifting engineer, owner/client dan HSE sendiri dimana hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah dari/kemana barang tersebut mau dipindahkan, kemudian secure area dari pedestrian, vehicle, dll selama lifting, memakai lifting gear yang tepat dan sesuai dengan WLL dan sudah diperiksa oleh inspector lifting gear, dogman/rigger dan juga tag line.

Tanggapan 2 – Elien [QHSE-DCP/SBY]

Ini masih berhubungan dengan tandem crane, pertanyaan saya mgkin lebih ke metodenya serta prosedurnya,

apakah ada acuan metode/prosedur safety dari proses untuk menggeser material struktur dengan menggunakan tandem crane dengan pertimbangan area site project berada di dekat pantai, dengan asumsi sekitar diatas 10 knot.

Terimakasih sebelumnya.

Tanggapan 3 – Bagus Mulandono

Dear rekan Elien,

Salam kenal. Pada prinsipnya dengan lebih dari 2 crane untuk mengangkat beban pun tidak masalah selama semua masih crane bekerja dibawah SWLnya. Yang perlu diperhatikan adalah pengangkatan dengan lebih dari satu crane dikatagorikan sebagai ‘critical lifting’. Prosedur pengangkatan mutlak diperlukan dimana didalamnya perhitungan structural integrity dari keseluruhan system (crane, load, dll) sudah dilakukan. Pada JSA perlu dicantumkan metoda koordinasi antar operator crane dengan sang lifting conductor.

Sebagai referensi ,pada tempat saya bekerja kecepatan angin maksimum yang diperbolehkan pada saat lifting adalah 15 knot. Untuk acuan metoda mungkin dapat diserahkan ke Structural engineer anda.

Apabila anda membutuhkan contoh prosedur yang dimaksud boleh Japri ke saya.