Select Page

Beberapa pabrikan motor ada yang memberikan batasan untuk motor dibawah 3 kW menggunakan DOL dan diatas 3 kW menggunakan Star delta . Kadang DOL sendiri gak harus DOL Star tetapi bisa juga DOL Delta , tergantung dari rating tegangan di name plat motor , sebagai acuan liat ambil tegangan paling rendah di name plat biasanya 380/220 atau 380 atau bisa juga 660/380 . Kalau 220 berarti kumparang motor tersebut butuh 220 Volt dan sudah pasti motor harus terhubung STAR , kalau 380 Berarti motor harus terhubung DELTA karena kumparannya butuh 380 Volt. Pada prinsipnya ketiga tipe starting motor tersebut adalah untuk menghindari arus starting pada motor , untuk STAR biasanya 5 s/d 7 kali arus nominal , DELTA itu 3 s/d 4 Kali arus nominalnya. Sedangkan untuk soft starter sangat kecil.

Tanya – Iwan Ludwig

Dear Rekan milis,

Mohon pencerahannya dari rekan milis….kapan kita menggunakan DOL type, star-delta dan soft starter type? apakah berdasarkan hp motor? apa kelebihan/kerugian dari masing2 tipe diatas.
Terima kasih atas pencerahannya.

Tanggapan 1 – Harmain Said

Mas Iwan

Beberapa pabrikan motor ada yang memberikan batasan untuk motor dibawah 3 kW menggunakan DOL dan diatas 3 kW menggunakan Star delta . Kadang DOL sendiri gak harus DOL Star tetapi bisa juga DOL Delta , tergantung dari rating tegangan di name plat motor , sebagai acuan liat ambil tegangan paling rendah di name plat biasanya 380/220 atau 380 atau bisa juga 660/380 . Kalau 220 berarti kumparang motor tersebut butuh 220 Volt dan sudah pasti motor harus terhubung STAR , kalau 380 Berarti motor harus terhubung DELTA karena kumparannya butuh 380 Volt.

Pada prinsipnya ketiga tipe starting motor tersebut adalah untuk menghindari arus starting pada motor , untuk STAR biasanya 5 s/d 7 kali arus nominal , DELTA itu 3 s/d 4 Kali arus nominalnya. Sedangkan untuk soft starter sangat kecil.

Silahkan kalau ada yang mau menambahkan.

Tanggapan 2 – didik blora

Dear Pak Iwan

Sedikit urun rembug,

– DOL biasanya dipakai untuk motor dengan kecepatan konstan dan torsi start besar. keuntungannya dari segi cost paling murah, tetapi mempunyai inrush current yang tinggi pada saat start (6 x In) sehingga kestabilan sistem secara keseluruhan harus menjadi pertimbangan.

– STAR-DELTA biasa dipakai untuk motor kecepatan konstan dan torsi pada saat start tidak terlalu besar. keuntungannya dari segi inrush current (3 x In) pada saat start tidak sebesar DOL, tetapi harga mungkin lebih mahal dibanding DOL type. pada star-delta juga masih ada lonjakan arus pada saat perpindahan dari star ke delta.

– SOFT STARTER juga digunakan untuk motor dengan kecepatan konstan tetapi arus start sangat soft karena bisa diatur ramp current pada saat start ataupun stop sehingga motor tidak berhenti secara mendadak (mungkin keuntungan dr segi mekanis juga seperti bearing). karena current saat start dapat diatur, maka resiko adanya lonjakan arus saat start bisa diminimalkan sehingga kestabilan sistem dapat terjaga dengan baik. kerugiannya mungkin dari segi cost yang lebih mahal dibanding DOL dan Sar-delta.
mohon di koreksi..

Tanggapan 3 – farchan_keren

Pak Didik,

Menyambung pertanyaan di bawah, dengan adanya inrush current yang tinggi 6x / 3x, kemudian apakah design untuk MCB tiap2 motor akan mengikuti arus tertinggi (6x/3x) atau disesuaikan dengan arus nominal (In)?

Terimakasih atas pencerahannya.

Tanggapan 4 – adz_831129

Pak Farchan,

Setting dari MCB bukan dr nilai tertinggi. Bapak bisa lihat kurva MCB sehingga pada waktu start, arus start tidak menyebabkan trip.

Pak Didik,

Kalau boleh saya tau, nilai dari arus start yang bapk sebut itu dari mana ?

Tanggapan 5 – didik blora

Dear Pak Farhan dan Pak Adz.

Pak farhan tentang design CB untuk motor, benar apa yang dijelaskan Pak Adz yang perlu dilihat adalah curva dari CB yang akan digunakan. ketika current (bukan nominal current) dan time pada kurva tersebut masih mampu meng-cover nilai inrush current pada motor maka CB kemungkinan besar bisa dipakai.

Untuk Pak Adz, tentang nilai arus start yang saya sebutkan memang saya belum pernah menemukan standar untuk nilai tersebut, namun saya pernah menemukan rumus untuk Istart DOL adalah Ist=E/akar ((r kuadrat)+(x kuadrat)), karena ketika motor pada saat start resistance pada motor menjadi kecil. untuk Star-delta Istart=(sqrt(3)*E)/Z. terus terang saya juga belum pernah mempraktekkan teori tersebut, jadi belum tahu benar, tetapi yang menjadi acuan saya adalah di software Ecodial. ketika kita menggunakan software tersebut untuk analisis maka faktor pengali pada saat motor start adalah seperti yang saya sebutkan tersebut. hal yang mirip juga akan ditemukan saat melihat artikel Schneider starting motor methode.

mohon dikoreksi Pak..

terima kasih.

Tanggapan 6 – jusjus86

Pak mau tanya,kalo softstarter dibanding dengan inverter gmn pak?kelebihan softstarter dibanding inverter dalam pemakaian di industri baik itu dari segi biaya maupun kestabilan sistem ??

Thanks

Tanggapan 7 – didik blora

Dear Pak Jusjus.

Sebelumnya mungkin harus dianalisa dulu dengan aplikasi motornya pak, apakah nanti motor akan running dengan kecepatan tetap atau motor diharuskan kecepatannya berubah-ubah. jika pada saat running, kecepatannya hanya konstan saja, maka lebih baik menggunakan soft starter karena yang diinginkan hanya pada saat start lebih soft dan tidak ada hentakan(dari segi cost, kayaknya soft starter lebih murah dibandingkan inverter). jika motor pada saat running dibutuhkan kecepatannya berubah-ubah, maka inverter pilihannya. dengan menggunakan inverter pada saat start motor juga lebih soft, dan saat running kecepatan motor juga bisa diubah-ubah. maka jika kita hanya butuh starting motor yang lebih lembut saja, mungkin dari segi cost, soft starter layak di pertimbangkan.

Tanggapan 8 – jusjus86

Okey pak terimakasih sarannya,karena memang harga inverter 3xlebih mahal dari harga softstarter.

Share This