Select Page

Pada dasarnya peningkatan kerja dan produktivitas merupakan salah satu goal yang menjadi target masing-masing perusahaan. Hal ini tidak terlepas dari linieritas strategi –>implementasi–> evaluasi. Fokus pada production sendiri, saya merekomendasikan Sales and Operation Planning (as strategy)–> Activity Based Costing (as Implementation)–> Internal Control ( as tool of Evaluation ).

Tanya – leo Padli

Selamat Pagi Rekan-rekan Milis Migas

Kinerja merupakan hasil kerja atau karya yang dihasilkan oleh masing-masing
karyawan untuk membantu badan usaha dalam mencapai dan mewujudkan tujuan badan
usaha.
Sesuai dengan judul, bagaimana cara meningkatkan kinerja dan produktifitas
kerja. Mungkin rekan-rekan milis ada saran atau ide ataupun system yang bisa
diterapkan yang dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja sehingga
produksi meningkat.

Tanggapan 1 – Muamar Khadafi

Pak Leo,
sepertinya Performance Management System perlu diaplikasikan dalam perusahaan.

Tanggapan 2 – Sutoyo Saragih

Kelihatnnya sudah di Jawab Pak Khadafi itu,’Dream Hard, Work hard, and Paid
hard’…

Tanggapan 3 – hotma parasian

System yang bisa diterapkan yang dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja sehingga produksi meningkat sebenarnya sangat banyak kita bisa peroleh seperti sama mbah ‘Google’, Toko buku ‘Gunung Agung’, Toko Buku ‘Gramedia’ dan toko buku yg ada dijual dikaki lima seperti
dekat pasar senen, dll. Tapi semuanya itu lebih banyak berupa tools, yg paling utama sebenarnya adalah how to get ‘hikmat dan pengertian’ daripada pertanyaan pak leo, makanya ketika kita menjalankan semua tools yg sudah kita kuasai, kita akan mendapatkan satu pengertiannya dan dalam
memilih yg mana yg lebih dulu dilakukan maka kita mesti mendengar tuntutan/realita, nah.. peran hikmat disini sangat dibutuhkan, makanya seperti
kata pepatah..’ semakin banyak pengalaman semakin banyak hikmah(hikmat) yg kita peroleh’ jadi..maju aja pak dengan tools yg sudah dimiliki
sambil mendengar suara hikmat dalam batinnya.

Tanggapan 4 – Nugroho

Dear pak Leo,

IMHO,

Rumus dasar dari produktivitas adalah Output dibagi Input.

CMIIW,

Maka Jika outputnya sama sekali pun tetapi inputnya lebih kecil artinya produktivitas sudah meningkat.

Jadi janganlah fokus hanya pada peningkatan output saja.

Dalam rangka mendifine parameter yang akan mengurangi nilai input, terdapat banyak tools management yang bisa digunakan seperti CPM, poke yoku atau mistake proofing nya six sigma, pareto atau analisis ABC dll.

Yang dalam pandangan saya semua hanya akan menuju pada menemukan aktivitas yang kritikal yang akan menentukan dan menyederhanakan eksekusi program peningkatan produktivitas itu sendiri.

Seperti Toyota dengan ‘Just In Time’ -nya yang berhasil memangkas perputaran modal pada inventory dan memindahkahkan beban tanggungan bunga kepada supplier / vendor untuk memasok barang berkualitas dan berkuantitas secara tepat. Hal ini tentunya akan membuat harga jual produknya lebih murah walaupun konswekuensinya para pembeli harus indent dalam memperoleh produk tersebut. Tetapi Toyota tetap menjadi market leader dan cara seperti ini, yang juga kemudian ditiru oleh banyak perusahaan lain, dengan hanya membuat prototype suatu produk kemudian mempersilahkan pelanggan mencoba dan kemudian memesan dengan cara indent. Ini membuat biaya produksi yang ditanggung oleh manufaktur menjadi lebih ringan yang berarti beban bunga lebih kecil atau bahkan hingga nol serta finish goods tidak akan mengendap digudang barang jadi.
Semua bisa mungkin terjadi tentunya dengan management cash flow yang baik dan perubahan paradigma dalam memandang produktivitas itu sendiri.

Mudah2an dapat memberikan sedikit 2nd opinion buat pak Leo.

Tanggapan 5 – sitoruz_kei

Menurut saya pada dasarnya peningkatan kinerja dan produktivitas merupakan salah
satu goal yg menjadi target masing2 perusahaan.
Hal ini tidak terlpas dari linieritas Strategi–> Implementasi–> Evaluasi.

Fokus pada production sendiri, saya merekomendasikan Sales and Operation
Planning (as strategy)–> Activity Based Costing (as Implementation)–> Internal
Control (as tool of Evaluation).
Melalui rangkaian ketiga tools tersebut tentunya Learning Curve atau ‘hikmat dan
pengertian’ (sebagaimana disampaikan FHP Yth.) dalam perusahaan juga dapat
terbentuk dengan sehat.

Tanggapan 6 – Leo Padli Muhamad

Selamat Pagi Rekan-rekan Milis Migas

Memang banyak cara untuk meningkatkan kinerja dan pruktivitas kerja mulai dari sistem, tools dll, tetapi tidak kalah banyak juga hambatan yang muncul.
Terima kasih atas sharing dari Rekan-rekan Migas semua. Tetap semangat dan sukses.

Share This