Select Page

Container Ship Certification khusus diterbitkan untuk kapal pengangkut petikemas, ini biasanya kita sebut dengan ‘Service Notation’ jadi tiap jenis kapal memeiliki service notation sesuai dengan fungsinya, misalnya Tanker, Bulk Carrier, Tug, Supply Vessel dsb. Service Notation tersebut mengikuti ‘Class Symbol’ dan ‘Construction Marks’ yang mana pengaturan class symbol dan construction marks ini bisa berbeda dan tergantung pada Badan Klasifikasinya, berbeda dengan service notation yang bisa sama antara satu ‘class’ dengan ‘class’ lainnya karena sifatnya yang general. Mengenai penunjukan ‘class’ atau 3rd party untuk kapal, itu sebagian besar tergantung dari si pemilik kapal (Ship Owner)karena banyak aspek yang mempengaruhi, diantaranya adalah masalah daerah pelayaran, biaya (classification fee) atau bahakn seperti ‘brand minded’, namun tidak menutup kemungkinan penunjukan.

Tanya – Ade Fajar

Dear rekan MIGAS,

Ada yang bisa kasih informasi mengeai container ship certification? Siapa pihak 3rd party yang biasanya terlibat?

Terima kasih atas masukannya.

Tanggapan 1 – trika pitana

Dear Pak Made,

Dalam proses sertifikasi, yang saya tau, yang akan
terlibat:

1. Owner

2. Maritime Administration

3. Class

Class sendiri akan berhubungan dengan insurance biasanya, jadi lebih ke commercial reason

Mungkin ada tambahan atau pendapat yang lain,

Semoga bisa membantu

Tanggapan 2 – Fredhi Agung P

menambah dari pak trika, Untuk Class (classification society) biasanya yang mempunyai bidang industri dan pada prinsipnya semua kelas yang ada didunia sudah bisa melaksanakan sertifikasi tersebut. Klau di indonesia Society dalam negeri (indonesia) tentunya sudah bisa melaksanakannya. Dan untuk prosedur dan pelaksanaan sertifikasi sendiri bisa dilihat pada masing2x regulasi yang telah dikeluarkan oleh society tersebut.

Utk BKI : regulations for the construction, repair and testing of freight containers

utk GL, bisa lihat di www.gl-group.com

utk ABS, bisa lihat di www.eagle.org

utk LR, bisa lihat di www.lr.org

Tanggapan 3 – iwan aryawan

Mas Ade,

Mungkin saya bisa memberikan sedikit penjelasan.

‘Class’ bisa juga dibilang suatu ‘quality assurance’ untuk sebuah kapal. Karena apabila kapal tersebut di ‘classed’ (being classed), berarti mulai dari fase desain, fabrikasi dan selama kapal itu beroperasi ‘quality level’ -nya harus terjaga berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan oleh biro klasifikasinya. Termasuk didalamnya perhitungan stabilitas dan kekuatan selama bongkar muat, ketentuan frekwensi survey dan pemeliharaan.

Tentunya bagi owner yang ‘sadar’ akan keselamatan (safety) ‘Class’ merupakan suatu kebutuhan bagi owner tersebut untuk mejaga keselamatan awak, kargo dan kapalnya. Tapi didunia bisnis kapal, ‘Class’ juga merupakan suatu jaminan untuk proses asuransi dan lebih penting lagi (buat owner) Class bisa dijadikan jaminan untuk mengajukan pinjaman (bank) untuk mengelola kapalnya. Disamping itu saya kira hampir semua national/international authorities yang berhubungan denga shipping mengharuskan kapal untuk mempunyai sertifikasi ‘Class’ baik itu secara implisit maupun explisit.

Sebagai informasi tambahan, yang saya maksud dengan biro klasifikasi adalah biro klasifikasi nasional (seperti BKI di Indonesia) juga biro klasifikasi internasional yang ada dibawah naungan IACS (International Association of Classification Societies) seperti ABS, BV, DNV, LR, dsb).

Jadi buat saya tidak begitu jelas apa yang dimaksud 3rd party oleh mas Ade. Untuk owner yang mau meng ‘Class’ kapalnya, si owner bisa berhubungan langsung dengan biro klasifikasi, tanpa 3rd party. Atau yang 3rd party yang dimaksud adalah institusi2 yang terkait, seperti yang saya ceritakan diatas (national/international authorities, Insurance Companies or even Banks)? Mohon konfirmasi.

Tanggapan 4 – Ade Fajar

Bapak – bapak sekalian,

Terima kasih banyak atas masukannya.

Pak Iwan, yang saya maksud 3rd party adalah lembaga yang mensertifikasi, bisa ABS, ataupun yang lainnya.

Mungkin sedikit lebih detail, klien saya ingin memfabrikasi container frame yang akan diinstall seperangkat mesin. Untuk design dan konstruksi, akan mengacu kepada DNV CN 2-7.1. Tetapi sebagai tambahan, mereka juga meminta container ship certification (ini adalah istilah yang diberi oleh klien saya ).
Nah, container ship certification ini yang saya kurang mengerti, dan siapa yang berwenang untuk merilis sertifikat.

Kalau pak Iwan ada pengalaman, monggo dishare dengan saya.

Terima kasih dan salam,

Tanggapan 5 – trika pitana

Pak Ade,

mungkin saya juga bingung dengan penjelasan client Pak ade, setahu saya, yang issue certificate bisa Class untuk kontruksi bisa juga maritime administration dalam hal ini adalah perhubungan laut. Yang jadi pertanyaan adalah, apakan container ship ceritificate itu sama dengan cargo ship certificate. Karena dalam kapal cargo, dalam hal ini container vessel pun dikategorikan sebagai kapal cargo terdapat 4 sertificate yang harus dikeluarkan:

1. Cargo ship safety equipment certificate

2. Cargo ship safety construction certificate

3. Cargo ship safety radio certificate

4. cargo ship safety cerificate

Semuanya itu dijelaskan dalam SOLAS 1974, protocol of 1988 regulation 12, yang akan berhubngan dengan chapter lain di SOLAS. MARAD (hubla kalo di Indonesia) yang akan issue certificate, dan class sebagai kepanjangan tangan dari MARAD dapat melakukan inspeksi atau survey, tetapi yang bertanggung jawab tetap MARAD. Dan klas pun bias issue certificate yang berhubunagn dengan konstruksi kapal.

Kalo yang dimaksud Client bapak adalah seperti ini, container ship certificate adalah sama dengan cargo ship certificate, ya seperti yang saya jelaskan, jenis certificate yang dibutuhkan.

Mungkin ini yang bisa saya bantu, semoga berguna, kalo bisa, diperjelas apa yang dimaksud dengan ‘container vessel certificate’ apakah memang sama dengan di atas

Tanggapan 6 – Fredhi Agung P

pak ade,

mugkin yang dimaksud sertifikat oleh client anda adalah sertifikat khusus untuk container. Jadi class society yang diminta harus mengawasi pembuatan container tersebut dari design(approval design), fabricated, dan finishing, serta pengujian yang akan dilaksanakan, Setelah semua disetujui dan memenuhi persyaratan yang diminta oleh class society yang bapak ajukan baru mendapat sertipikat. Kalau untuk kapal yang mengangkut sertipikat ya harus seperti yang bapak trika jelaskan. Untuk kapal yang berbendera indonesia, maka ship construction certificate, dikeluarkan oleh kelas yang bersangkutan sedang sertipikat yang lain oleh Hubla, kecuali utk beberapa sertipikat oleh hubla telah diserahkan pelaksanaannya oleh kelas, contohnya BKI mendapat wewenang mengeluarkan sertipikat lambung timbul. Saran saya kalau bisa pakailah ”kelas Nasional”

Tanggapan 7 – Haris W. ranuamihardjo

Dear Pak Ade:

Untuk sertipikasi Offshore Containers dan Offshore Service Containers sesuai DNV Certification Notes 2.7-1 dan 2.7-2 bisa langsung hubungi kami di PT. Denvegraha (021)252-6233 atau dnvjak@dnv.com, ke bagian DNV Technology Services (TS), attn. Ibu Tri atau Ibu Uci.

Sedangkan untuk Klasifikasi Kapal sesuai Rules bagi Container Ship atau General Cargo yang bisa memuat Container, atau 20 ft dan 40 ft Container sebagai suatu Component atau produk dapat menghubungi bagian DNV Maritime Clasification (Maritime)kami dengan attn. Ibu Yenni atau Ibu Anggi, atau Maritime surveyor yang ada.

Tanggapan 8 – Ade Fajar

Penjelasan dari Pak Fredhi, Pak Trika, Pak Rizqi, dan Pak Iwan sangat membantu sekali. Saya akan diskusi dengan klien saya berdasarkan dari informasi yang telah Bapak-bapak share ke saya.

Tanggapan 9 – Rizqi Junanton

Pak Iwan,

Sepengamatan saya dari penjelasan dibawah apa yang dimaksud ‘Container ship certificate’ (CSC) itu Mungkin ‘Container Safety

Certificate’. Karena dari penjelasan dibawah menerangkan mengenai Container bukan ship, itu dugaan saya. Jika betul demikian, maka referansi berikut mungkin dapat menjadikan masukan, dimana referensi berikut menerangkan bagaimana container itu sebaiknya;
http://www.amsa.gov.au/Shipping_Safety/Marine_Orders/Documents/MO44.pdf

Tanggapan 10 – trika pitana

Dear P.Ade,

Kalo yang dimaksud setifikasi container bukan kapalnya, ini website yang mungkin relevan semoga website ini membantu, ABS dan GL bias memberikan sertifikat Safe container, saya pikir juga class yang lain, seperti DNV atau BV

GL website

http://www.gl-group.com/maritime/manufacturers/3569.htm

ABS website

http://www.eagle.org/prodserv/container/

Tanggapan 11 – Fredhi Agung P

‘Kelas nasional juga bisa kok pak ade’

Tanggapan 12 – Judy Risdianto

Pak Ade,

salam kenal sebelumnya, saya kebetulan bekerja sebagai Marine/Industry Surveyor di Bureau Veritas Classification, yang erat kaitannya dengan masalah ship certification. Mungkin saya bisa sedikit mamberi masukan mengenai subject diatas. Sebetulnya 3rd party yang biasa terlibat itu adalah Classification Society (ABS, DNV, LR, NKK, BV, RINA atau BKI), istilah 3rd party memang populer di dunia off-shore/oil and gas namun di dunia perkapalan istilah itu jarang dipakai walau hakikatnya sama, di perkapalan (shipyard industry) biasanya 3rd party di juluki dengan ‘Class’. Kemudian mengenai Container Ship Certification itu memang khusus diterbitkan untuk kapal pengangkut petikemas, ini biasanya kita sebut dengan ‘Service Notation’ jadi tiap jenis kapal memeiliki service notation sesuai dengan fungsinya, mislanya Tanker, Bulk Carrier, Tug, Supply Vessel dsb. Service Notation tersebut mengikuti ‘Class Symbol’ dan ‘Construction Marks’ yang mana pengaturan class symbol dan construction marks ini bisa berbeda dan tergantung pada Badan Klasifikasinya, berbeda dengan service notation yang bisa sama antara satu ‘class’ dengan ‘class’ lainnya karena sifatnya yang general. Mengenai penunjukan ‘class’ atau 3rd party untuk kapal, itu sebagian besar tergantung dari si pemilik kapal (Ship Owner)karena banyak aspek yang mempengaruhi, diantaranya adalah masalah daerah pelayaran, biaya (classification fee) atau bahakn seperti ‘brand minded’, namun tidak menutup kemungkinan penunjukan.

Class juga dilakukan oleh si pembangun kapal. Jadi pak Ade bisa menanyakan langsung ke client bapak, mau pakai ‘class’ apa (kalau kapalnya baru akan di bangun) ? atau kalau kapalnya sudah beroperasi tanyakan saja ‘class’-nya apa ?.
Demikian semoga yang sekelumit ini bisa beguna.