Select Page

Saya ingin bertanya pada member sekalian yang di electrical. Kasusnya seperti ini : -Genset Emergency 400V, 750KVA; – Spec motor induksi 400V, 132KW (200 HP) 50Hz, Code Letter ‘A’. Pada saat di simulasi (pakai ETAP) Load flow lancer, drop maks 2% pakai kabel 240mm2 tapi 2 tarikan, karena dari Genset ke MCC 250 m, dan dari MCC ke motor 250 m. Tapi pada saat starting dengan Y/D tegangan di terminal motor jatuh sekali hingga 10 detik pertama 30%, dan I start mencapai 400% (starting sequence diatur sedemikian rupa) dan start (slip 2%) pada 14 detik.

Tanya – Muttaqin@ikpt

Saya ingin bertanya pada member sekalian yang di electrical.Kasusnya seperti ini :

– Genset Emergency 400V, 750KVA

– Spec motor induksi 400V, 132KW (200 HP) 50Hz, Code letter ‘A’

Pada saat di simulasi (pake ETAP) load flow lancar, drop maks 2%, pake kabel 240mm2 tapi 2 tarikan, karena dari Genset ke MCC 250 m, dan dari MCC ke motor 250 m. Tapi pada saat starting dengan Y/D tegangan di terminal motor jatuh sekali hingga 10 detik pertama 30%, dan I start mencapai 400% (starting sequence diatur sedemikian rupa) dan start (slip 2 %) pada 14 detik.

Apakah sebaiknya yang saya lakukan :

1. Menaikkan kapastitas Genset

2. Menggunakan starting Y/D

2. Menggunakan soft starter (yg harganya mahal)

Thanks sebelumnya..:).

Tanggapan 1 – m tasfin

Kalau boleh info tambahannya:

– Torsi beban motor saat start seberapa besar?

– apakah waktu simulasi Etap menggunakan static motor starting analysis or dynamic motor starting?

Tanggapan 2 – agungf@technip

Pak Muttaqin,

Ada 1 option lagi yaitu start dng VFD , dijamin pasti start motornya sukses, cuma VFD jauh lebih mahal.

Kalo pake start delta starter, kalo mnrt saya sebaiknya tdk dilakukan di antaranya krn ketika perpindahan dari posisi star ke delta terjadi hentakan keras di motor (ada suara BLENG) yang membuat usia motor lebih pendek.

Kalo pake soft starter, softstarter prinsipnya hanya mengatur tegangan yg di apply ke motor. Jadi ketika start motor tdk diberi full voltage dng tujuan agar arus starting nya kecil (tidak sampai 6 kali arus nominal).
Tapi pada umumnya dan praktisnya softstarter hanya bisa diset minimum minimal 3 kali arus nominal karena semakin kecil seting arusnya, semakin kecil pula torsi start nya akibatnya motor gak mau muter.

Menaikkan kapasitas genset juga bisa tapi semuanya itu berpulang kepada costnya, shg dpt dipilih yg paling ekonomis untuk kebutuhan tsb.

semua opsi di atas kecuali yg VFD bisa dipilih tapi tetap harus memperhitungkan kemampuan gensetnya. kalo pakai VFD, tak usah dicek lagi kapasitas gensetnya, pasti bisa. Kriterianya dalam penentuan kapasitas gensetnya :

1. Frekuensi tetap stabil, atau dng kata lain kW rating genset lebih besar dr kW yg dibutuhkan ketika starting

misal:

– genset 750kVA (600kW)

– motor 200HP (asumsi sama dng 200kVA) dng arus start = 6 kali arus nominal

jadi starting power motor = 200kVA * 6 = 1200kVA

starting power motor = 1200kVA * 0.3 = 360kW (0.3 adalah typical power factor motor ketika start, bisa dicek ke motor data)

Jadi 360 kW < 600 kW, jadi kW rating genset nya OK

2. Drop tegangan ketika start masih dalam limit misalnya 15%.

Untuk mengeceknya, menrut saya , tdk cukup hanya dng simulasi software, tapi harus di cari ke vendornya berapa Starting KVA Capacity dari 750 kVA genset tsb untuk drop tegangan diinginkan maks 15%. Biasanya disel genset catterpilar bisa memberi informasi ttg hal ini.

misal: 750kVA genset tsb memiliki starting kVA capacity 1000kVA yg menyebabkan drop tegangan 15%, maka dalam hal ini : starting power motor > starting capacity genset 1200kVA > 1000kVA, shg drop yg tjd bisa lebih dari 15% untuk itu perlu dinaikkan sedikit kapasitas genset nya misal menjadi 850kVA.

Tanggapan 3 – Adiprio Tritaroso

Pak Muttaqin,

Untuk genset kapasitas 1100 ampere, paling tidak dibutuhkan kabel ukuran 240 mm2, 3 tarikan, itupun diasumsikan jarak genset ke MCCnya dekat, jadi lebih baik pindahkan MCCnya ke dekat ruang genset, biarkan jarak dr MCC ke beban sedikit lebih jauh, nanti kita bisa bermain di besaran kabel dan tipe pengasutan motor yang sesuai.

Untuk motor pengasutan Y/D yang bpk simulasikan ternyata Is nya = 4 x In. bukannya sekitar 3 x In? (cmiiw), untuk menentukan tipe pengasutan, sepengetahuan saya yang dijadikan dasar adalah tegangan bus pd MCC yang menanggung beban motor tersebut, bukan tegangan pada terminal motor, karena tegangan pd terminal motor pasti mengikuti tipe pengasutan yang diberikan. Sudah dicoba pake auto trafo blm pak?, coba pada taping 80, 65, 50 %, sampai didapat drop tegangan pd bus MCC kurang dari 15 %. kl’ belum berhasil jg terpaksa pake soft starter.

menaikkan kapasitas genset bisa saja pak dilakukan, tp perkiraan saya kapasitasnya mungkin harus dinaikkan (kl’ pake ETAP) bisa sampe 2 kali lipat. Ini membuat mubazir daya yg digunakan pd genset, karena hanya digunakan kurang dr 50 % saja.

Tanggapan 4 – Muttaqin@ikpt

..ok..

penjelasan bpk2 sekalian benar.. untuk pak agung ; sarannya menggunakan Variable Speed Drive (VSD) itu kayaknya alternatif terakhir bagi kami di pihak engineer krn cost-nya sangat besar, memang client inginnya seperti itu, tapi jika soft starter (ada Y/D-nya juga) sudah meng-cover kenaikan arusnya, client akan setuju..

>>untuk pak tasfin, simulasi menggunakan dynamic MS, dan ini merupakan motor dengan beban air compressor yang torsinya tinggi dan slip yang rendah, dan bisa bapak lihat pada grafik yg saya attach berikut hasil2nya..

>>untuk pak adi prio, MCC untuk emergency sepertinya tidak bisa dipindahkan ke genset area atas permintaan client, mereka ingin semua digabung dalam satu substation. memang jika MCC tersebut dalam genset area tidak akan memiliki masalah. Akhirnya jika ditotal Genset -> MCC-> motor = 600 meter dan kabel 240mm2-nya malah saya jadikan 4 kali. dalam hal genset , malah pertama sekali kami berencana yg 625 kVA tapi dinaikkan menjadi 750 kVA sekarang ini, dan starting sequence kami atur seminimal mungkin (nilai I inrush-nya) agar memenuhi daya starting genset.

kondisinya nanti motor akan langsung di couple dengan load compressornya pada saat starting. Ini saya berikan grafik hasil simulasi-nya dengan menggunakan Y/D, dari Y ke D sekitar 4 detik. momen inertia adalah 0.7. Minta saran dan pendapatnya sekali lagi, dan jika bpk2 menggunakan ETAP, akan sangat membantu saya..

thanks before..

Share This