Select Page

Design instalasi HVAC biasanya mengacu pada code dari American Society of Heating, Refrigeration and Air Conditioning Engineers (ASHRAE).

Tanya – yoga Nan Tampan

Selamat pagi rekan-rekan Milis Migas,

Adakah ada Code/Standard yang mengatur tentang design instalasi HVAC di electronic room suatu plant. Misal, bagaimana cara menghindarkan terjadinya kondensasi udara di electronic room atau bagaimana cara mengantisipasi jika AC tiba2 tidak berfungsi/rusak. Mohon bantuannya.

Tanggapan 1 – firdaus

Salam Pak Yoga,

Untuk HVAC biasanya mengacu pada code dari American Society of Heating, Refrigeration and Air Conditioning Engineers (ASHRAE).

Bapak bisa cek di web: http://www.techstreet.com/lists/ashrae_standards.tmpl?ashrae_auth_token= untuk service yang bapak butuhkan.

Untuk masalah kondensasi mungkin bisa dijelaskan lagi, apakah kondensasinya terjadi pada ducting? sehingga air kondensasi mengalir pada supply air diffuser?
Untuk masalah AC tiba2 rusak, kalau AC central, biasanya mereka memberi buku panduan untuk quick troubleshooting. Kalau code utk trouble shooting HVAC, rasanya saya belum pernah nemu. Hehe…

Anyway, kalo rusak, kalau tak bisa membetulkan sendiri, panggil kontraktor saja pak. 🙂

Tanggapan 2 -U D hide_xjapan

Dear Pak Yoga,

Setau saya, apabila terjadi kondensasi di pipa-pipa copper tube ducting salah satunya mungkin dapat disebabkan karena insulasi yang kurang baik.
lebih detil, diameter insulasi (yang saya pernah lihat berwarna busa silinder berbentuk pipa berwarna hitam, kalau tidak salah mereknya ‘superlon’) tidak bersesuaian dengan diameter pipa copper tube yang digunakan sehingga ada ‘air gap’ antara diameter luar pipa dan diameter dalam insulasi.

Salah satu solusi yang digunakan saat itu yaitu dengan mengencangkan insulasi (lilit dengan plastic tape) sehingga memperkecil ‘air gap’. hal itu pernah saya lakukan di tempat saya mengingat ruangan tersebut penuh dengan alat2 instrumentasi.

Tanggapan 3 – Egi Al Ghifari

Pak Yoga,

Saya coba memberikan masukan sebatas pengtahuan saya, dengan mengasumsikan ‘electrocnic room di suatu plant’ yang dimaksud adalah Instrumentation Technical Room di fasilitas produksi migas atau atau petrochem.

Code/Standard: Setau saya belum ada yang khusus untuk desain ruangan di atas. Tetapi sangat berguna kalau familiar dengan Design Guidelines for Data Center (ASHRAE). Aspek-aspek mengontrol temperature dan humidity dibahas di guidelines ini. Tentunya desainer harus faham Psikrometrik juga sebagai ilmu dasarnya.

Cara menghindarkan kondensasi: Temperature dan humidity dikontrol dengan cermat. Kalau untuk data center, AC nya biasa disebut precision AC. Untuk intrumentation room, secara konfigurasi sebenarnya sudah sangat mirip precision AC, dimana termperature dan humidity dikontrol dengan mengkombinasikan cooling coil dan reheater (biasanya electric heater). Untuk aplikasi di safe area, sebenarnya precision AC yg diproduksi masal bisa dipakai. Untuk aplikasi di hazardous area, biasanya masih harus costum made, dan yang costum made ini sudah jarang disebut precision AC.

Antisipasi AC rusak: Cara yang paling umum adalah memasang system redundant, 1 duty 1 stand-by. Masih kurang yakin dengan power supply? pasang back-up genset, kalau perlu redundant juga gensetnya. Batas antisipasi silakan ukur dengan risiko praktisnya. Kalau semua fail?! ya itu hari apes anda, it’s a catasthrope….

Tanggapan 4 – yogasampurna

Terimaksih atas infonya Bapak2,

Sedikit bercerita mengenai latar belakang pertanyaan saya. Beberapa waktu yg lalu kami mendapat komplain dr bagian electrical mengenai pemasangan discharge diffuser dr saluran udara dingin yb berada tepat di atas panel elctric, yg mereka khawatirkan bila terjadi kondensasi air akan menetes di panel tersebut.
Menurut pendapat pribadi saya kemungkinan kondensasi kecil terjadi, karena AC-nya sendiri (Air Handling Unit) sudah dilengkapi dengan dehumidifier dan satu-satunya suplai udara ke ruangan tersebut adalah melalui AHU tsb (mohon dikoreksi).

Pak Yoga,

Saya kira concern orang Electrical tersebut cukup valid. Diffuser yang langsung ditiupkan ke panel memang tidak begitu disukai orang operasi/maintenenace dengan pertimbangan;

Tanggapan 5 – Egi Al Ghifari

Jika cooling coil fail, tetapi system tidak mendeteksi adanya fault sehingga AHU running terus (ada kasusnya), maka fresh air/pressurization air tidak melewati cooling coil, sehingga besar kemungkinan mencapai dew point ketika bersentuhan dengan diffuser. Dalam kasus ini bisa terjadi kondensasi di diffuser dan menetes ke panel.

Tiupan langsung udara dingin ke panel listrik bisa menimbulkan perbedaan temperature antara permukaan electrical equipment dan udara. Dalam beberapa kasus, misal jika panel heater fail, maka dew point disatu titik bisa tercapai, sehingga terjadi kondensasi di Elc equipment. Jika pun tidak terjadi kondensasi yang kasat mata, sering ada kasus Electrical equipment menjadi low insulation jika dilakukan insulation test (Megger).

Hal2 di atas memang pengalaman saya pribadi. Welcome for further discussion.

Tanggapan 6 – ‘Dedy Desril A.’

Dear Pak Yoga dan Kang Egi,

IMHO, kalo terjadi kondensasi sebagian besar terjadi di coil atau AHU.

Sebelumnya harus diketahui dulu ambient Temp dan Humidity di tempat, karna sepengetahuan saya dew point kita di Indonesia sekitar 16 C.
sedangkan leaving air temperature yang sudah sampai di diffuser sekitar 20 C, jadi kemungkinannya kecil terjadi kondensasi pada diffuser.
nahh tapi memang harus diukur dulu RH ambient setempat. baru bisa memastikan kalo tidak terjadi kondensasi.

kalo kasus no 2 seperti yang Kang egi bilang, mungkin bisa terjadi. jika leaving WBnya sama atau lebih rendah dari Dew point ruangannya.

Mungkin saran saya dilakukan study terlebih dahulu mengenai Humidity, dewpoint dan temperature.

Tanggapan 7 – arman arra

Salam Pak Yoga,

Panduan untuk instalasi HVAC bisa memakai ASHRAE dan memang di dalam ASHRAE disebutkan, jika suatu ruang yang terus beroperasi 24 jam dan harus terus di jaga temp nya sebaiknya harus ada back up aircond.

Untuk masalah kondensasi kita harus mengetahui kenapa bisa terjadi kondensasi setahu saya kondensasi disebabkan adanya perbedaan temp dew point.

Jika contohnya pada ducting yang tidak di insulasi, maka akan terjadi kondensasi yang disebabkan temp dew point plat ducting lebih rendah dari temp uap air yang ada di udara sehingga uap air di udara akan menempel pada permukaan ducting dan terjadi kondensasi.

Untuk mencegah terjadinya kondensasi di ruang kontrol biasanya kontraktor akan memberikan back up cadangan seperti independent package unit di ruangan tersebut.

Share This