Select Page

Pada awalnya CSR mempunyai tujuan mulia yaitu memberdayakan lingkungan sekitar sehingga bisa mandiri atau bahkan punya kehidupan yg lbh baik. Tidak bisa kita pungkiri bahwa msh banyak lingkungan sekitar perusahaan yg mempunyai kehidupan sangat pas2an.

Pembahasan – nrsvinny

CSR sebagai sebuah kegiatan yg ditujukan untuk mensejahterakan masyarakat di lingkungan proyek migas terkadang menjadi faktor non teknis yang mengakibatkan biaya tinggi…

Program yang dibuat dan terimplementasi baik belum tentu diterima baik oleh masyarakat sekitar sehingga kadang menjadi salah satu external faktor yg cukup signifikan sehingga project harus terhenti dan butuh waktu untuk berdialog sebelum proyek dimulai lagi..

Sementara setiap tahun budget CSR dibuat tidak sedikit….dan semuanya terecord baik dan menarik.

Yang ingin saya bahas dan diskusikan adalah…bagaimana mengefektifkan CSR menjadi sebuat program yang tepat sasaran dan tepat guna bagi masyarakat dilokasi proyek sehingga faktor2 non teknis ini justru menjadi added value untuk masyarakat sekitar?

Mari kita diskusi..jika ada yang salah mohon maaf dan mohon dibantu meluruskan..

Tanggapan 1 – Sutoyo Saragih

Sharing saja. CSR itu sendiri sebaiknya diberikan kepada masyarakat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sekitar supaya dapat berperan labih aktif di mana tempat proyek itu berjalan, dan memberikan efek domino. Contoh: daripada memberikan sembako pada rakyat sekitar, mendingan memberikan training (welder, fitter, ect) sehingga mereka terampil dan bisa men support proyek dimana mereka berada. Efek dominonya jelas, terampil, berpenghasilan, dan otomatis bisa membeli sembako buat anak-anaknya…

Tanggapan 2 – Heru Sadmiko

Memang pada awalnya csr mempunyai tujuan mulia yaitu memberdayakan lingkungan sekitar sehingga bisa mandiri atau bahkan punya kehidupan yg lbh baik. Tidak bisa kita pungkiri bahwa msh banyak lingkungan sekitar perusahaan yg mempunyai kehidupan sangat pas2an.

Menurut saya cara yg tepat agar praktek csr ini bs brjalan dg optimal adlh disesuaikan dg kebutuhan daerah tsb. Setiap daerah mempunyai karakter & kebutuhan yg berbeda sehingga prlu adanya studi lanjut untuk mengetahui apa kebutuhan & sumber daya yg bisa dioptimalkan. Yg pasti praktek csr jgn sampai trkesan bagi2 uang atau punya program diawang2 sehingga saat pelaksanaannya pun tidak bisa memberi manfaat yg optimal.

Ada 3 hal (cmiiw) yg prlu diprhatikan dalam pelaksanaan praktek csr yaitu kesehatan, pendidikan & pemberdayaan usaha Kesehatan adlh hal pokok yg prlu diprhatikan dmikian jg dg pendidikan.

Bisa dengan membuat BLK atau model lainnya sehingga ktersediaan tenaga krja yg scara khusus bs di hire oleh perusahaan, sehingga putra2 daerah bisa dikembangkan & menjadi tuan rumah dikampung halamannya.

Untuk pemberdayaan usaha ini bisa mengembangkan industri yg sdh ada, menggali potensi yg blm trekploitasi atau membuat industri yg sama sekali baru untuk lingkungan tersebut. Terima kasih

Tanggapan 3 – mashudi noorsalim

Setuju dengan pak Heru, program yang baik adalah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitarnya, bukan semata-2 diambil dari keberhasilnya program dari proyek lain (copy-paste). Karena itu community needs assessment sangat diperlukan, agar program yang dibuat dapat tepat sasaran, baik beneficieiresnya maupun jenis-jenis kegiatannya. community needs assessment juga penting sebagai acuan pembuatan strategi community development.

Selain itu, perusahaan juga perlu melakukan pemetaan stakeholder untuk memastikan siapakah pihak (individu/lembaga/organisasi/government agency) yang memiliki kepentingan atau terkena dampak dari keberadaan perusahaan. Hal ini diperlukan agar perusahaan memiliki prioritas mengenai isu dan siapa yang perlu ditangani. Ada kecenderungan, perusahaan hanya memperhatikan pihak2 yang dianggap baik dan mau bekerjasama dengan perusahaan. Sedangkan kelompok yang resisten diabaikan sehingga gerakannya menjadi ‘liar’. Stakeholder mapping ini penting untuk membuat strategi komunikasi dengan stakeholdernya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya staf CSR/CD/Comrel yang bener2 handal, yang mau memahami kompleksitas komunitas di sekitar perusahaan. Beberapa staff CSR/CD/Comrel mengambil jarak dengan masyarakat (bisa disebabkan karena kebijakan perusahaan yang tidak bolh terlalu dekat dengan sayarakat, maupun karena sifat personal dari staf tersebut), sehinga kurang bisa memahami apa yang terjadi di lapangan.

Tantangan dalam membuat program CSR yang baik terkadang juga muncul dari management dengan alasan terlalu lama, mahal, cenderung menyepelekan penduduk lokal, dan tidak percaya pada pendekatan kultural.

Tanggapan 4 – ‘Sketska N.’

Beyond of CSR,

Mengapa tidak bersinergi dengan maksimal antara Industri Migas dan Pemerintah, wabil khusus Pemerintah Daerah?

Role of model kita dapat lihat dibeberapa kota yang merupakan pusat nya Migas (Baik HO atau daerah operasi), spt Houston di USA, Aberdeen, dll.

Maksud saya ‘turunan-turunan’ problematika sosial akan tertata dan mempunyai solusi secara continue. Walau hal ini sebagai mind-set yg merupakan tools, tentu akan berpulang pada ‘karakter’ para pemain.

Tanggapan 5 – Heru Sadmiko

Sekedar berbagi informasi, pada tahun ini kami sdh brsinergi dg pemerintah yaitu pemerintah propinsi Jambi, gubernur meluncurkan program bedah 1000 rumah selama 5th kpemimpinan beliau untuk memperbaiki rumah bagi warga miskin. Perusahaan diminta partisipasinya untuk bedah rumah ini dan diutamakan untuk rumah pada ring 1 perusahaan.

Memang hal ini awal yg positif karena ada sinergi tersebut tetapi kami mesti agak berhati – hati dalam menyikapinya agar tdk trseret dlm arus liar politik praktis dan kampanye terselubung. Terima kasih

Tanggapan 6 – Rio Hendiga

Salah satu program pemerintah Jambi yang OK bgt pak, mampu mengajak perusahaan untuk membantu rakyat miskin. Ndak usah terpengaruh tentang politik praktis atau kampanye terselubung, rakyat Indonesia udah pada bisa mikir kok yang mana yang bagus dipilih. Semoga program seperti ini tidak hanya berupa bedah rumah, tapi juga yang bersifat long term seperti memberikan beasiswa, kursus gratis, membuka lapangan pekerjaan, membantu permodalan usaha, karena setelah bedah rumah pun kalau rumahnya ndak dirawat ya selamanya akan dibedah terus.

Saya yakin klo ada calon pemimpin misalkan telah sukses membangun jembatan yang layak pakai untuk kemudahan transportasi masyarakat, dan dia minta dipilih pas ada pemilu pastinya masyarakat setempat akan memilih dia, urusan kriminal atau korupsi dll itu udah ada yang mengawasi dan mengurus.

Tanggapan 7 – Sulistiyono

Menurut KLH , CSR yang paling baik adalah memberikan pancing pada community agar kemudian mereka bisa berdiri sendiri. Bedah 1000 rumah di Provinsi Jambi atau disebut program SAMISAKE (satu milyar satu kecamatan) tentu dimaksudkan agar orang bisa mempunyai pangkalan untuk berteduh sebelum aktivitas mencari makan.

Tanggapan 8 – Soleh Irawan

Sebelumnya saya mohon maaf hanya berbagi saran dan pendapat, saya sangat setuju dengan Pak Heru, pada pelaksanaanya memang ujung2nya CSR ditujukan agar perusahaan yang beroperasi di lingkungan tersebut mendapatkan license to operate yang pada akhirnya operasi perusahaan dilokasi dimana masyrakat sekitar yang diberdayakan mendapatkan ‘garansi’ secara social maupun ecological untuk tetap beroperasi. Akan tetapi jika membicarakan CSR akan terlalu luas scope nya karena jika merujuk kepada ISO26000 maupun GRI (dapat diclick ke halaman reference) CSR selain ditujukan kepada external stakeholder juga ditujukan kepada internal stakeholder (bahasa Indonesianya ‘Pemangku kepentingan’) yaitu shareholder, karyawan, contractor, supplier etc. nah jika pertanyaan nya mengenai komunitas masyrakat yg berada pada lingkungan sekitar perusahaan ber operasi dapat di fokuskan menjadi Community Development saja (COMDEV adalah bagian dari CSR).

Nah pada jika berbicara mengenai COMDEV ada beberapa faktor yang hrs diperhatikan seperti apakah bentuk bantuan berupa Philantrophy, pendampingan atau program. philantrophy itu model nya one time off jadi beli putus dan menimbulkan ketergantungan, sedangkan pendampingan memberikan bantuan dan diikutkan partispasi masyarakat (tenaga maupun pikiran) dan masih menimbulkan ketergantungan dan tidak sustain, sedangkan jika sudah berbicara pada program maka design COMDEV nya dari awal hrs mengikutkan masyarakat sekitar dengan menggunakan tools seperti mapping kebutuhan masyrakat (menghindari bantuan yg ternyata tidak dibutuhkan oleh masyarakat), basedline survey, participatory community engagement, tools tersebut membantu perusahaan untuk melihat kebutuhan masyrakat dan memberikan pilihan-pilihan bagi perusahaan mana yang feasible untuk dilakukan demi mensejahterakan masyrakat sekitar dan memberikan perusahaan ‘license to operate’. proses awal adalah prosesn yang menentukan sekali agar masyrakat dapat menikmati comdev yang perusahaan lakukan dan sekaligus mendesign ‘caranya’ agar program tersebut sustain dan mnyertakan partisipasi masyrakat berikut juga terintegrasi dengan program pemerintah…