Hydrotest Pipeline

Share...Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

“Refer to ASME B31.8 untuk preeure minimum dalam hydrotest pipeline bukan didasarkan pada design pressure pipanya tapi dari maximum operating pressure nya kecuali pipa akan dioperasikan pada pressure diatas 72% SMYS di class 1 div.1.
Bisa dilihat di para 841.32 dan 841.33.
Misal untuk class 1 divisi 1 dari tabel 841.322f minimum hydrotest di 1.25 x maximum operating press.”

Tanya – halim_212

Dear Millis..
Ada sedikit permasalahan yang mengganggu kami,mohon pencerahannya. kami akan melakukan suatu installasi piping wellhead system, yang akan  di comingle kan dengan wellhead dis sebelahnya..
berdasarkan drawing (GFC tentunya) flowline setelaha ESDV adalah  berdiameter 8″ (api 5l X65). dengan hydrotest pressure 387.5 barg… namun setelah kami melakukan site visit, ternyata ESDV yang actual  adalah 6″, maka flowlinex akan menjadi 6″…
Nah kami butuh pencerahannya, apakah adanya perubahan dari 8″ flowline  menjadi 6″, hydrotest pressure yang akan kami lakukan juga akan berubah  ataukah tetap menggunakan hydrotest pressure sebelumnya? berdasarkan ASME B31.8 para 841.11 tersebut;

p = (2st/D)FET (untuk definisi dapat dilihat di ASME b31.8)

Setelah saya coba, ternyata hydrotest pressure yang kami dapatkan  semakin besar..
Apakah akan begitu,?
Mohon pencerahnnya….

Terima kasih

Tanggapan 1 – Adhi Fadilah

Ass. Mas Halim,

Test Pressure tidak berubah, selama design pressure-nya juga tidak berubah.
Dengan adanya perubahan OD dari 8″ menjadi 6″ apabila spesifikasi materialnya tetap sama (API5L Grade X-65) yang berubah adalah W/T dari pipa tersebut.

Jadi rumus p = (2st/D) FET adalah untuk menghitung design pressure (p), bukan test pressure.
Besarnya test pressure berdasarkan class location, mis:
Untuk class location 4: Test pressure = 1.4 x Design pressure (refer to ASME B31.8)

Tanggapan 2 – halim_212

Wss, mas Adhi

Betul apa yang mas Adhi katakan, matl yang dipakai tetap sama hanya  dia dan WT yang berubah menjadi 6″x 18.26mm. dan benar juka bahwa  formula itu untuk design pressure.
Jadi pada dasarnya jika design pressure tidak berubah maka test  presurepun tidak berubah,,,
Nah yang saya agak bingung neh, maaf saya lemah sekali di metallurgy. jika test pressure awal terhadap 8″x20.6mm WT adalah 465barg, yang  berarti design pressurenya 310 barg, apakah akan sama digunakan untuk  pipa 6″x18,26mm wt.. tentunya karana OD dan wt berbeda maka design  pressure akan berbeda pula.

Saya mencoba menggunakan formula perbandingan sederhana.. mungkin  perlu dikoreksi jika terdapat kekeliruan. matl dan faktor2 yang tersebut adalah sama, maka :
p8/p6 = (OD6/OD8)x (t8/t6) p8 = design press 8″ = 310 b
p6 = design press 6″
OD8= 8.625″
OD6= 6.625″
t8 = 0.812″
t6 = 0.719″
maka p6 = 357.56 b
hingga test presurenya menjadi = 536.34 barg

Apakah dapat dipahami seperti itu??
Mohon bantuannya……..

Tanggapan 3 – okto okto_yd

Dear Pak Halim,
Penegasan kembali……..dari email teman2 migas terdahulu.

Please hati2 dalam pipeline yang mengacu pada ASME B31.8, terdapat perbedaan dengan ASME B31.X lainnya, penentuan test pressure bukan dari disain pressure tetapi maximum operating pressure dan klassifikasi areanya.

Pak Halim menurut sebaiknya diverifikasi lagi keabsahan MOP dari Process Engineer dan benar juga email sebelumnya bahwa sang Process Engineer akan punya kerja tambahan akibat adanya informasi baru karena pengecilan diameter ini. Diameter makin kecil tentu rugi2 alirannya makin besar, ESD valve makin kecil maka ruginya makin besar, trus velocity makin naik atau flow rate turun…dll hal2 semacam itu yg mesti diperhitungkan oleh Process, apakah menggunakan internal coating, thickness-nya berapa ? pasti ada impactnya terhadap ID apalagi kalau ini line yg panjang, infokan hal-hal ini kepada process engineer anda.

Trus selanjutnya verifikasi lagi classification areanya, punya document alignment sheet? biasanya disitu ada pembagian class. Jika ada yg terupdate tentu tidak akan menjadi masalah tinggal diikuti classifikasi area disitu. Apakah ada yg cross road? atau sebagian diluar pagar? fence area? Hal2 ini akan mempengaruhi klasifikasi areanya. Jika tidak ada documen yang menyatakan hal tersebut agak sedikit lebih rumit dimana kita harus menentukan klasifikasi, populasi sekarang sampai nanti 20 atau 30 tahun life design? Pembangunan infrastructure, jalan, jembatan, public area, perumahan……??????? Singkatnya konfirmasi ke yang punya maunya berapa…hehehe….

Jika semuanya sudah confirm barulah pipeline engineer bisa dengan “lega” mendisain dan men-engineer flowline tersebut. Melakukan perbandingan seperti email dibawah sepertinya “beresiko”.

Tanggapan 4 – Adhi Fadilah

Ass. Mas Halim,

Dari cerita mas Halim sebelumnya, yang saya tangkap adalah:
Adanya perubahan design untuk diameter pipa dari 8″ menjadi 6″ (dengan menggunakan material yang sama, yaitu API5L Grade X-65)
Saya yakin engineering di tempat Mas Halim sudah menghitung berapa minimum W/T yang harus digunakan apabila diameter pipa yang digunakan menjadi 6″ OD, yaitu didapat angka 18.26mm W/T (sebelumnya digunakan pipa 8″ OD 20.6mm W/T)
Dan seharusnya perhitungan ini menggunakan nilai Design Pressure yang sama (p), nilai Specified Minimum Yield Strenght yang sama (s = 65000 psi), nilai Design Factor yang sama (F), nilai Longitudinal Joint Factor yang sama (E), dan nilai Temperatur Derating Factor yang sama (T). Sehingga tidak ada perubahan di nilai Test Pressure-nya.

Tanggapan 5 – M. Teguh teguhm_purnawan

Pak Halim,
Setahu saya refer to ASME B31.8 untuk preeure minimum dalam hydrotest pipeline bukan didasarkan pada design pressure pipanya tapi dari maximum operating pressure nya kecuali pipa akan dioperasikan pada pressure diatas 72% SMYS di class 1 div.1.
Bisa dilihat di para 841.32 dan 841.33.
Misal untuk class 1 divisi 1 dari tabel 841.322f minimum hydrotest di 1.25 x maximum operating press.

Tanggapan 6 – Arif.Wibisono@ikpt

Mas Halim,

Ada baiknya diomongin dengan orang Process atau Client dulu, terutama  menyangkut flow assurancenya.
Yang mau dipegang pressure atau flow ratenya
Kalo yang dipegang pressurenya, ya otomatis ga berubah
Tapi kalo yang dipegang flow ratenya, karena pipanya berubah menjadi kecil  otomatis pressurenya naik. Seberapa naik, yang harus diitung hydraulic calculation-nya

Demikian, semoga membantu & cmiww

Tanggapan 7 – halim_212 halim

Salam mas Arif,

Benar mas tentunnya kami akan confirmasi kepada pihak yang  berkepentingan.
Dari yang mas arif katakan, saya kutip sedikit ya mas hehe, Kalo yang dipegang pressurenya, ya otomatis ga berubah. Tapi kalo yang dipegang flow ratenya, karena pipanya berubah  menjadi kecil otomatis pressurenya naik.

Yang mas arif maksudkan pressure disini working pressure apa design  pressure.. setahu saya yang ada hubungannya dengan flow rate adalah  working pressure…
Jika saya salah mohon pencerahannya mas..

Tanggapan 8 – abdillah.rakhman
 

Dear Pa Halim,
Saya rasa alangkah baiknya pa halim conform ke engineering consultant yang design project itu.
Karena biar bagaimanapun tanggung jawab ada pada engineering consultant yang mendesign.
“Mungkin” mereka bisa saja hanya refer pada P&ID (yg mkn jg salah identifikasi size pipenya), dan tidak cross check benar2 di site. Tapi saya setuju dengan apa yg dikatakan pa Adhi Fadilah tentang test pressurenya.

Tanggapan 9 – halim_212


Salam bang dillah..

Ghmana bruneii.. aman heheh
Benar sekali apa yang bang dillah katakan, tentunya secara procedural  dan teknis memang harus seperti itu. sebelum saya confirmasi ke yang  bersangkutan dan akan saya lakukan, saya mencoba untuk mengetahui  sedikit tentang hal tersebut… dan sedikit sharing dari rekan2  expert begitu.. heheheh.

Share...Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Leave a Reply