Inclinometer

Share...Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest
Secara umum Inclinometer digunakan untuk mengukur lateral deformation, sehingga ia sangat jamak dipergunakan untu kmengukur besar dan kecepatan pergerakan lereng. Dari pengukuran ini dapat diketahui lokasi kritis dari lereng sesuai dengan hasil monotoring yang dilakuka. Selain itu juga dapat digunakan serta dalam lateral pile-load test dan mengukur besarnya defleksi yang terjadi pada tanah lunak akibat beban yang bekerja diatasnya.

Ada dua jenis inclinometer, yakni Pendulum-actuated wheatstone bridge circuit (seperti yang telah dibicarakan oleh Mas Wilis) dengan sentitifitas 1 inch/100 ft ato dapat mengukur pergerakan lereng sebesar 2 mm. jeis lain yang lebih sensotof adalah inclinometer yang dilengkapi dengan servoacceleromete dengan sensitifitas 0.0001 ft/2ft casing. Untuk jenis ini saya belum pernah pakai (saya juga kurang tahu apakah ada dipergunakan dalam dunia industri di indonesia).



Tanya – aang r_gautama


Rekan sekalian
mau tanya: dalam pemasangan inclino, apa saja yang diperoleh dari inclno itu? nilai radiannya bukan? dengan mengkombinasikannya dengan kedalaman akan diperoleh kemiringan atau rate pergerakan lerengnya kan?
 
terima kasih atas penjelasannya


Tanggapan 1 – wilis wilis@dynamic.pauir.itb


Pak Gautama ysh,

Saya dari mechanical engineering. Mungkin inclinometer yang umum dipakai
orang sipil berbeda dengan orang mekanik.

Kami biasa memakai inclinometer jenis pendulum atau kapasitif. Output dari inklinometer ini adalah tegangan listrik yang dapat dikonversikan ke sudut dengan satuan derajat maupun radian. Bidang referensinya dapat diatur sesuai keinginan, misal bidang horisontal sebagai nol derajat, atau bidang miring 45 derajat sebagai acuan nol derajat.

Betul Pak, saya setuju bila dikombinasikan dengan kedalaman akan dapat gradien (kemiringan) terhadap bidang horisontal.

Semoga bermanfaat.



Tanggapan 2 – Alek Poerba alek@geotech.pauir.itb

Kang Aang alias Oom Tamtam dan rekan lainnya yth ..

Secara umum Inclinometer digunakan untuk mengukur lateral deformation, sehingga ia sangat jamak dipergunakan untu kmengukur besar dan kecepatan pergerakan lereng. Dari pengukuran ini dapat diketahui lokasi kritis dari lereng sesuai dengan hasil monotoring yang dilakuka. Selain itu juga dapat digunakan serta dalam lateral pile-load test dan mengukur besarnya defleksi yang terjadi pada tanah lunak akibat beban yang bekerja diatasnya.

Ada dua jenis inclinometer, yakni Pendulum-actuated wheatstone bridge circuit (seperti yang telah dibicarakan oleh Mas Wilis) dengan sentitifitas 1 inch/100 ft ato dapat mengukur pergerakan lereng sebesar 2 mm. jenis lain yang lebih sensitif adalah inclinometer yang dilengkapi dengan servoacceleromete dengan sensitifitas 0.0001 ft/2ft casing. Untuk jenis ini saya belum pernah pakai (saya juga kurang tahu apakah ada dipergunakan dalam dunia industri di indonesia)

Untuk masalah pembacaan, menurut pendapat saya, apa yang telah diutarakan sebelumnya adalah benar. Karena prinsip dari inclinometer itu sendiri adalah besarnya kemiringan (inclination-sehingga disebut inclinometer) terhadap suatu datum yang ditetapkan sebelum melakukan pengukuran. (pengalaman pribadi, datum saya ambil terhadap vertical). Pembacaan ini bisa dalam degree atau radian. Sehingga bila dikombinasikan dengan kedalaman akan diperoleh gradien/kemiringan/inklinasi dari data yang dimonitoring …

Berikut saya sertakan juga sebuah article tentang inclinometer dengan spriral sensor dan disertai dengan manual dan pembacaannya … itung-itung sebagai bahan bacaan pulang dari lapangan ke camp … (buat orang-orang lapangan) …

Share...Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest