Select Page

Pada dasarnya tanki didesain memiliki individual design life sendiri2. Ada yang 10, 20 atau 30 th dst. Parameter yang dipakai sewaktu menentukan design life diantaranya adlh mekanikal disain, kondisi services, material konstruksi, CA, wind/seismic loads, dsb.



Tanya – Kurnia IM


Saya mau bertanya para expert tentang parameter umur sebuah pressure vessel.

Kami punya 2 buah tangki storage untuk LPG dengan volume 25 m3 atau +/- 40 ton LPG dengan Storage Pressure 4 – 5 barg. Salah satu tanki sudah dipakai kira2 20 tahun. Karena kebutuhan penyimpanan Kami sedang mempertimbangkan untuk mengganti tanki ini dengan baru atau terus dipakai.
Karena dari inspeksi oleh 3rd parties terakhir kita sudah dianjurkan untuk mengurangi volum penyimpanan sampai 80% saja.
Karena laju korosi di shell.

Yang saya mau tanyakan parameter apa saja yang harus dipertimbangkan untuk menentukan lifetime LPG storage tank terutama dari segi safety
Atau ada regulasi dari pemerintah tentang hal ini.


Tanggapan 1 – hasanuddin_inspector


Pada dasarnya tanki didesain memiliki individual design life sendiri2. Ada yang 10, 20 atau 30 th dst. Parameter yang dipakai sewaktu menentukan design life diantaranya adlh mekanikal disain, kondisi services, material konstruksi, CA, wind/seismic loads, dsb.

Nah, storage tank anda sndiri dikonstruksi pake design acuan apa pak? Dari situ anda bisa mulai menelusuri apakah umurnya (tepatnya sih kondisinya) masih fit for purpose atau nggak untuk service yang anda inginkan.

Bbrp recommended practices yg bisa dipakai sebagai reference untuk keperluan ini adalah API 12R1, API 653, API 575, API 570 juga API 581. Tinggal anda sesuaikan mana yang applicable dg design code tanki anda.

Seingat saya, di refernce tsb diatas, ada recommended frekuensi yg dianjurkan baik scheduled/unscheduled exam ataupun inspection (yang mgkn part dari porsi ini sdh dilakukan oleh 3rd party anda). Disamping laju korosi, mgkn 3rd party tsb jg mendasarkan simpulannya pada fakta bhw corrosion rate life tank sudah melewati 3/4nya, shg anda perlu lbh aware melakukan condition exam dan inspection.

Setahu sy tidak ada regulasi Migas ataupun codes/std yg membatasi ttg lifetime. As far as fit for purpose and service, why not? Mgkn cukup derated aja tanpa perlu totally decommissioned?

Pada prinsipnya, diganti atau tidaknya tank tsb akan bergantung pd integrated assessment (technical, safety dan…komersial) yg anda lakukan.


Tanggapan 2 – Sadikin, Indera
Parameter umur yang paling sederhana adalah siklus pengisian Pak (kompresi-dekompresi). Misalkan lifetime tabung adalah 1000 siklus. Kalau diisi seminggu sekali maka umurnya adalah: 1000 siklus / (52 siklus/tahun) = 19.2 tahun. Angka2 ini cuma ilustrasi saja.

Untuk lebih detail harus ada kalkulasi kekuatan dan data jenis material.
Tanpa itu mustahil bisa ditentukan sisa umurnya. Angka 80% yang disarankan 3rd party saya kira cuma kira2 saja, kecuali kalau mereka melakukan analisis fracture mechanics, experimental stress analysis, dll.

Jika ditemukan korosi, Bapak bisa mengacu ke “BS 7910: Guide on Methods for Assessing the Acceptability of Flaws in Metallic Structures”. Kalau mau lebih detail lagi bisa download paper di:

http://migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=171&Itemid=42

judulnya “Probabilistic Fracture Mechanics for Optimization of High-pressure Vessel Inspection”

Untuk regulasi pemerintah saya kurang tahu. Mungkin ada rekan lain yang punya. Tapi menurut saya kalau usia tangki sudah 20 tahun lebih baik diganti baru, kan harusnya sudah balik modal hehehe.


Tanggapan 3 – hasanuddin_inspector


Hi pak Indra

Pa kbr? Siklus pengisian maksudnya loading/filling-unloading kali ya? Kok kompresi dekompresi?

Ilustrsi ini dasarnya darimana pak? Lha kalo misalnya saja lifetime 1000 siklus tetapi tiap siklusnya punya rentang durasi yang jauh let say 3 bulan or setahun (extremenya aja) which means umurnya jadi berapa?


Tanggapan 4 – Sadikin, Indera


Halo Pak Hasanuddin,

Kabar baik Pak. Kabarnya sudah jadi distributor Mittal ya Pak.

Loading-unloading sama saja hehehe. Cuma beda istilah. Saya pakai istilah kompresi-dekompresi karena aktualnya begitulah yang terjadi pada pressurized vessel.

Kalau misalkan durasinya setahun, maka lifetime dari sisi fatigue adalah 1000 siklus / (1 siklus/tahun) = 1000 tahun. Tapi tentu saja dari segi korosi sudah habis duluan.

Untuk penentuan umur memang jauh lebih kompleks daripada strength calculation. Kalau mau rinci maka harus ada regulasi pemerintah yang mengaturnya. Mengapa saya katakan angka 80% dari inspector hanya kira2, karena hanya mempertimbangkan laju korosi atau ketebalan shell. Sementara kita tidak tahu distribusi geometri crack akibat korosi yang tidak bisa ditebak kecuali dilakukan ultrasonic. Distribusi crack ini yang menentukan crack propagation growth (laju perambatan retak) yang menentukan sisa umur vessel sebelum pecah. Disinilah kita butuh regulasi yang mengatur design vessel sehingga distribusi crack yang sulit terdeteksi bisa dicover.


Tanggapan 5 – El Mundo

Thn 1985 (tak ingat thnnya persis) prsh sy melakukan assessment utk tanki LPG di Arjuna Sakti LPG FSO.  Karena tanki disusun satu diatas yg lain didalam concrete bagre, maka kami mendapat kesulitan utk melakukan inspeksi dibagian luar. Oleh karenanya km melakukan thickness measurement pada setiap plate section dr tanki tsb. measurementnys dilakukan dr dlm tanki, jumlahnya ada ratusan. Dengan actual structural data dan operational condition, km melakukan fatique analisis dan acoustic resonance testing.  Hasilnya: Kondisi tanki LPG tsb masih spt baru!. Sy tak tau apa masih ada itu Arjuna Sakti..Arco saja sudah almhm…thanks


Tanggapan 6 – Sri Yansen sri.yansen@istakala

Pak el M..

Sekedar info aja….Arjuna Saktinya masih ada dan sejak 2,5 th yg lalu parkir di Cigading Port, Cilegon dan rencananya mau difungsikan sebagai Storage saja kebetulan minggu yang lalu saya baru saja melakukan peninjauan ke sana untuk melihat secara dekat kondisi phisik dan mengambil dokumen yang diperlukan untuk menyiapkan penawaran nantinya…


Tanggapan 7 – hasanuddin_inspector


Pak El

FSO Arjuna Sakti msh ada tp sudah tidak beroperasi, skrg parkir (berthing) di cigading port – kompleks KS.

3 tahunan lalu sy involve dlm integrated remaining life assessment (trhdp marine aspect) FSO ini. Sy sepakat bhw kondisi internal tank nya memang bener2 excellent pdhl tongkang raksasa tsb mulai inplace beroperasi sejak th 1976.

Umur emang merupakan salah satu indikasi yang hrs dipertimbangkan, tp bukan satu2nya justifikasi.


Tanggapan 8 – Priyo Susetyo priyo@na.its


buat bapak2 dan mas2 saya ada sedikit pertanyaan

– apakah tangki pada FSO baik itu crude oil ataupun gas termasuk alat ukur?
– apakah tangki bisa dikalibrasi?
– bagaimana cara kerja Inert Gas System pada tangki FSO crude oil?

Terima Kasih


Tanggapan 9 – El Mundo


Pertanyaan # 2  apakah tanki bisa di kalibarasi.
Yg di maksudkan tanki kapal?  jawabnya ya! (lha ini kan bhn semester 4&5 ?)
 
Untuk pengukuran volume tanki, maka alat ullagenya di kalibrasi bersama dan sounding table atau tank table dr tanki bersangutan.
Setelah tank table dibuat, kemudian di verifikasi dengan loading computer (sea master) dgn koserksi2 thdp trim, sagging dan hogging dr kpl tsb. Walaupun table dan alat tsb di approve oleh class, utk perdangan international harus di kalibarsi oleh third party spt SGS atau Nippon Kaiji Kasiha Kyokan (NKKK). di Indonesia utk custody transfer, harus di verifikasi lagi oleh otoritas negara (bpmigas, dan depperdag/sucoffindo yg sampai saat ini tidak mengakui ullage system utk custody transter). — mohon koreksi kalau salah!  


Tanggapan 10 – Dwi A.S. Utomo


IMHO & CMIIW please,
 

Tanks pada FSO (baik crude oil maupun gas) tidak bias dikategorikan alat ukur. Alat ukurnya ya ada instrumentasi sendiri, bisa berupa metering (di stasiun loading/unloading), ataupun level/pressure indicator.
Tanks bisa dikalibarasi? maksudnya diukur kapasitas maksimumnya? tentu bisa. Tapi tetap tidak berarti bisa dijadikan alat ukur.
 
Pertanyaan no.3, maaf, saya belum cukup kompeten untuk menjawabnya.