Select Page

Saya sebagai Peneliti BATAN, yang telah 31 tahun di BATAN, menyatakan, masih BANYAK Pejabat INDONESIA BOONG atau MUDAH DIBOONGIN

Yang Benar 3 reaktor di Indonsia bukan PLTN, hanya reaktor penelitian tidak menghasilkan listrik seperti PLTN. Dayanyapun di Yogya hanya sekitar 0,250 MW, Bandung hanya 1,250 MW, Serpong hanya 15 MW dioperasikan. Jadi Serpong pun mencapai 30 MW hanya orde detik. Bandungpun tidak pernah beroperasi hingga 2 MW.

Pembahasan – soedardjo batan

Saya sebagai Peneliti BATAN, yang telah 31 tahun di BATAN, menyatakan, masih BANYAK Pejabat INDONESIA BOONG atau MUDAH DIBOONGIN

Yang Benar 3 reaktor di Indonsia bukan PLTN, hanya reaktor penelitian tidak menghasilkan listrik seperti PLTN. Dayanyapun di Yogya hanya sekitar 0,250 MW, Bandung hanya 1,250 MW, Serpong hanya 15 MW dioperasikan. Jadi Serpong pun mencapai 30 MW hanya orde detik. Bandungpun tidak pernah beroperasi hingga 2 MW.

Ssst.. Indonesia Ternyata Punya 2 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Rista Rama Dhany – detikfinance
Rabu, 05/09/2012 17:46 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame

Jakarta – Tidak banyak orang yang tahu ternyata Indonesia saat ini sudah lama memiliki pembangkit nuklir yang digunakan mensuplai listrik, namun masih hanya untuk mainan.

“Jangan salah, kita ini sudah punya pembangkit listrik bertenaga nuklir, kita punya ada dua, namun hanya masih jadi mainan,” kata Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (5/9/2012).

Diungkapkan Rudi, satu pembangkit ada di Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional) di Bandung dengan daya mencapai 60 MW dan di Serpong dengan daya 2 MW.

“Ada dua, di Batan di Bandung dengan daya 60 MW, sedangkan satunya ada di Jakarta tepatnya di Serpong dengan daya 2 MW,” ucapnya.

Namun kedua pembangkit nuklir tersebut hanya masih menjadi mainan dan tidak untuk di suplai untuk PLN.

“Tapi kedua pembangkit nuklir tersebut hanya menjadi mainan para peneliti saja, dan hanya dipakai untuk sendiri, tidak disalurkan untuk PLN,” tutup Rudi.

Tanggapan 1 – Heri Santoso T.kimia UM.Surakarta

Pak Soe Dardjo, kita bertemu lagi disini.. 🙂
tapi itu pak rudi dapet info dari siapa???
apa mungkin tau yg penting ada listriknya? meski itu baru orde detik.

Tanggapan 2 – Dirman Artib

Apa sebenarnya yg mau disampaikan oleh Pak Dardjo?
Kalau pejabat dan politisi bohong itu bukan hal baru. Berapa biji janji kandidat Bupati, Walikota, Gubernur dst yg dilaksanakan setelah dia terpilih?

Kalau pejabat yg bohong tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi pejabat negara US dan Eropa pun tak kalah melakukan kebohongan sehingga berbuah krisis ekonomi, krisis sosial dan krisis kemanusiaan . Mulai dr kebohongan ttg senjata pemusnah massal si Sadam, legenda si Laden , skandal prshn2 yg insider trading di wallstreet yg melibatkan pejabat , dan skandal perbankan yg terkuak di Inggriss bulan lalu.

Mudah2an jgn ada pihak yg sampai membohongi kekuatan tarik dan yield strength material, sehingga Engineer dan Technician tetap terjaga integrity-nya, kalau nggak ya nggak bakal ada yg mau investasi untuk mengeluarkan lumpur hitam si primadona itu atau kentut bumi bernama si genit Methane dr perut bumi, cilaka lah kita. 

Tanggapan 3 – soedardjobatan

Pak HS yang dikeluarkan adalah flux neutron, bukan listrik. Tujuannya untuk meirradiasi bahan, bukan untuk PLTN.

Tanggapan 4 – soedardjobatan

Saya setuju dengan uraian Pak Dirman. Beberapa pejabat kalau membandingkan situasi luar negeri dengan Indonesia tidak apple to apple. Misal mereka mempunyai PLTN, tidak berhanti di energi listrik, tapi juga untuk konflik perang nuklir dengan lawan sekutunya. Jika Indonesia mempunyai musuh bebuyutan bersenjata nuklir, dan Indonesia berani menyerangnya, maka hal tersebut akan menjadi kredit poin akselerasi keberadaan PLTN di Indonesia.

Sayangnya Pejabat Indonesia sukanya hanya duduk di kursi jabatan dan fungsi controllingnya rendah, percaya kepada info hoax, tanpa mengecek kebenarannya.
Padahal info tersebut juga ditangkap orang luar negeri yang akan memalukan pejabat Indonesia dan menurunkan kredibilitas secara internasional penjabat tersebut.

Itu ciri-ciri pejabat yang menuhankan uang (sumber korupsi), proyek (PLTN), dan jabatan, bukan menuhankan Tuhan, yang sering diucapkannya setiap saat.

Tanggapan 5 – ilham.1970

Menyumbangkan keluh kesah 🙂

Sy selalu mendukung dan sepaham pada setiap anak bangsa bilamana ada ungkapan dan pernyataan mendorong agar bangsa kita ini, pejabat kita, masy kita, berani dan ingin menyatakan kami ingin mandiri, kami ingin ‘merdeka’ dan negara kami adalah negara berdaulat, jadi bangsa2 lain jgn coba2 mendikte kami, mengatur internal negara kami. Kami inginkan bangsa ini lebih independen, tegas dan kuat.

Tapi, tunggu dulu, apakah kita sdh menjadi negara yg independen, tdk dikendalikan negara2 maju lainnya, apakah bangsa ini sudah mampu mengatur negarax secara mandiri dgn pejabat2 yg hanya cepat ingin kaya, cepat meraup keuntungan materi dan kekuasaan tp lupa membuat bangsa ini disegani dan menjadi negara indpenden di dunia. Menjadi independen artinya, kita maju dalam segala bidang, sehingga kita bisa berkata ‘NO’ dan ‘YES’ pada setiap bangsa di dunia ini.

Menurut hemat kami, faktor yg paling membuat bangsa ini tak akan maju2 adalah ‘kebiasaan ‘masyarakatx’ sudah lebih suka terima beres dan tidak mau lagi bekerja keras’ semua yg didambakan pinginx instan semua. Tidak ada lagi yg mau memikirkan usaha2 keras bgmn bangsa ini bisa mandiri dan kemudian menjadi negara yg mapan dan menguasai semua bidang. Agakx kita sdh jauh dari sana.

Sepertinya bangsa kita lbh suka ‘menghamba’ dan mengekor saja saat ini.
Berbaik-baik dan menjaga diri pada negara maju agar tetap dpt menunggu dan mendapatkan uluran2 tangan bantuan dlm berbagai bentuk manifestasinya dan belas kasih dan rela menggadaikan martabat dan indepensi bangsa, yg susah berkata dan menolak atas dikte2 negara2 maju tertentu.
Memang, bangsa ini harus siap dan tegar bila ingin maju. Siap2 ditekan dari sana sini kalau tdk sejalan dgn kepentingan negara maju lain yg selalu ingin mendikte dan menginterpensi negara lain atas kepentingan mereka. Itu pasti. Sehingga, kita perlu kembali memiliki semangat kebersamaan dan nasionalisme yg tinggi untuk bangun bangsa ini kl mash mau lihat bangsa ini ke depan menjadi mandiri.

Tanggapan 6 – alan.fernando17

Yang dimiliki oleh indonesia hanya rektor nuklir saja.reaktor ini menghasilkan panas,dan panas ini menaikan temperatur air.uap air yang dipanaskan seharusnya mengerakkan turbin dan generator,tetapi oleh mereka didinginkan kembali.

Jadi sebenarnya bila dipasang turbine tsb,memang bisa menghasilkan listrik yg cukup memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Sudah beroperasi sejak tahun 80-an. Dan belum ada efek negatif yang ditimbulkan sampai sekarang.

Saya sempat berkunjung ke reaktor dan proses daur ulang limbah nuklir yg di bsd,dan buat saya teknologi maupun proses yang terjadi di reaktor dan pengolahan limbah sangat menarik. Dan tempat ini terbuka untuk umum.

Indonesia butuh energy,mari kita pikirkan sumber baru,dan ikut mengembangkan. Kalo memang saat ini kurang mendukung nuklir ,berikan ide-nya dan ikut beraksi. Rekan kami sudah ada yang memualai,mengembangkan generator yang memanfaatkan arus pasang surut di sekitar pantura,adakah yang berniat menyusul?

Tanggapan 7 – soedardjobatan

Saya berharap Saudara Alan mengu
njungi reaktor di BSD tersebut. Karena pengertian reaktor adalah tempat bereaksi, termasuk tabung kaca ErlenMeyer dll.

Saya pastikan di BSD maupun di Indonesia tidak ada proses daur ulang limbah nuklir yg di bsd, kalau ada Indonesia yang telah menandatangani NPT akan terkena PINALTI oleh IAEA, Badan Tenaga Atom Internasional.

Saya ingin tahu, suhu reaktor yang anda kunjungi, lalu suhu tersebut apa mampu menggerakkan turbin untuk membangkitkan listrik> Agar jawaban anda tepat berkunjunglah lagi ke reaktor tersebut, apalagi terbuka untuk umum (apa terbuka untuk teroris?), sehingga keyakinan anda bisa dipertanggungjawabkan.

Sekali lagi apa yang anda kemukakan tidak benar, itu hanya angan-angan belaka, dan tidak pernah saya alami sejauh saya kerja di BATAN 30 tahun lebih, serta saya bekerja di Pusat yang berkaitan dengan Keselamatan Reaktor sejak 1987, dan sebelumnya sebagai pengeksplorasi uranium, serta penambang uranium di Perancis.

Data saya ada di (silahkan klik) http://www.batan.go.id/ptrkn/index.php?option=com_content&task=view&id=91, Saya sebagai Peneliti (LIPI) dengan kepakaran Keselamatan dan Kualitas.

Sebaiknya jika menyebarkan informasi jangan menyesatkan masyarakat.

Tanggapan 8 – alan.fernando17

Dear pak Dardjo,

Terimakasih atas emailnya, fakta yang saya dapatkan dilapangan,rektor ini menghasilkan 30MW thermal, sehingga guide kami mengatakan dapat menghasilkan listrik sekitar 10MW.

Untuk dikawasan asia tenggara,kita pemilik reaktor terbesar. Itu info yang saya dapatkan.

Untuk limbah saya ralat, bukan mendaur ulang, tetapi terdapat proses penyimpanan limbah nuklir tsb.

Bagi saudara2 yang ingin berkunjung,silahkan menghubungi bagian penerangannya. cek www.infonuklir.com

Dear pak dardjo, bilamana ada informasi silahkan ditambahkan.

Tanggapan 9 – soedardjobatan

Pak Alan, dapat disebutkan siapa Guide Bapak Saat itu, akan segera saya laporkan kepada Kepala BATAN yang baru, agar tidak digunakan sebagai Guide lagi, karena menyesatkan ke Masyarakat.

Silahkan Bapak menuju situs Resmi BATAN, apa benar saat ini mencapai 30 MWt, atau saat Bapak Berkunjung ada tulisan NO OPERATION, atau tidak beroperasi, atau saat itu dioperasikan dan ada turbin dan ditunjukkan menghasilkan listrik atau guide sedang mimpi di siang hari bolong?

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=297502006935430&set=a.293768243975473.83520.100000268982923&type=3&theater

http://www.batan.go.id/prsg/index.php
Apakah dalam situs resmi ini ada yang mengatakan bahwa dapat menghasilkan listrik sekitar 10MW?

http://www.batan.go.id/prsg/index.php?option=com_content&task=view&id=14&Itemid=43
Kira-kira, dimana letak TURBIN untuk membangkitkan listrik (PLTN)?

http://www.batan.go.id/prsg/index.php?option=com_content&task=view&id=50&Itemid=80
Apa ada layanan menghasilkan listrik 10 MW?

Apakah dari Jadwal Operasi, Bapak dapat menunjukkan indikasi 30 MWt?
http://www.batan.go.id/prsg/images/stories/jadwal%20operation%202012%20final%2813-02-12%29a.jpg

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=485996648085964&set=a.473639789321650.117883.100000268982923&type=1&theater

Tanggapan 10 – Alan Fernando

Bagi bapak Soedardjo yang sudah lama di batan, selamat..

bagi rekan-rekan yang ingin membuktikan dan melihat kerja reaktor nuklir silahkan menghubungi bagian penerangan (ada minimal anggota/group), dan gratis.

saya tidak pernah mengatakan ada turbin serta layanan untuk menghasilkan listrik, dan pada tanggal 14 february tahun ini yang ada di depan bola mata saya, reaktor beroperasi menghasilkan 30MW thermal “sehingga dapat” menghasilkan listrik 10 MW (bisa dilihat email saya sebelumnya, jadi ini sebatas perkiraan. lowong ngak ada turbine gimana bisa menghasilkan listrik), anda bisa cari nama saya dan guide saya ditanggal tsb. Jadi yang ingin membuktikan dengan mata kepalanya silahkan datang ke Batan BSD!!

saya mendukung indonesia memiliki pembangkit tenaga nuklir, bagaimana dengan anda yang bekerja di batan hampir 30 tahun? kalo iya, mari kita persilahkan rekan2 untuk datang langsung berkunjung. Bapak kan tuan rumah, diundang donk sekali-sekali para anggota millis ini.

Tanggapan 11 – soedardjobatan

Terima kasih pak Alan,
Saya bukan bagian Undang mengundang, itu ada petugasnya sendiri, yang saya
sendiri kurang tahu, sekarang itu tugas siapa, mungkin PDIN, Mungkin PRSG, atau BKHH, yang semuanya ada kepentingan berkaitan dengan sosialisasi kepada masyarakat.

Tidak semua mendukung PLTN pegawai ditempat saya bekerja. Kalau akan berkunjung silahkan, sehingga terbukti, apakakah ketiga reaktor riset di Indonesia dapat menghasilkan listrik PLTN atau tidak, sehingga masyarakat Indonesia tidak mudah lagi “disesatkan” hanya atas dasar perkiraan seseorang dan guide yang tidak jelas namanya.

Tanggapan 12 – hadiwinoto soedar

Dear All,

Kita sudah menyadari kalau suatu ketika sumber energy yg tidak terbarukan (oil, gas, batubara dll) akan habis.  Sebaiknya pemerintah (melalui Batan atau instansi yg kompeten) sudah melakukan percobaan, pengkajian, dan pengetesan PLTN skala kecil2-an.  Hasil pengetestan, pengkajian, study lengkap dsbnya yang akan menghasilkan PLTN (rancang bangun power plant ) yang murah, bagus, effisiensi tinggi, aman, kapasitas sesuai daerah masing2, tidak terlalu tergantung luar negeri, dsbnya.   Indonesia akan membangun PLTN suatu ketika (baik cepat atau lambat).   saya ikut mendukung indonesia memiliki PLTN suatu ketika.

Tanggapan 13 – soedardjobatan

Saya setuju dengan pemikiran Bapak Hadiwinoto tersebut, sebelum ke Era PLTN, sebaiknya kualitas grade produk semua Industri di Indonesia segera ditingkatkan ke arah Nuclear Grade, agar jika PLTN anntinya bermasalah, tidak lagi tergantung luar negeri, tetapi Industri dalam negeri dapat segera mengatasi, agar listriknya dari PLTN tidak kelamaan padamnya.

Tapi ngomong-omong PLTN (nuklir) itu termasuk EBT atau NON EBT?. Bukankah uranium juga bisa habis? Mohon saya dikoreksi.

Tanggapan 14 – PIPI

Dear Teman-teman MILIS MIGAS,

Pada acara pembukaan International Forum Pipeline And Platform Integrity Management di Ritz Carlton Hotel Yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Profesional Indonesia, Raswari – Chairman PIPI, Prof Herman Agustiawan

Steering Committee PIPI berbicara dengan wakil Duta Besar Vietnam mengenai PLTN yang sedang dibangun Vietnam tahap pertama dengan Rusia (2000 MW).
Raswari juga beberapa kali bicara dengan Duta Besar Vietnam Dan duta besar Rusia saat dinner HUT Negara asing tentang pembangunan PLTN di Vietnam (tahap pertama 2000 MW).

Persatuan Insinyur Profesional Indonesia telah memotori pembangunan PLTNsejak 2003 dengan mengadakan Lunch Talk di Executive Club Hotel Hilton (Hotem Sultan) dan mempromosikan PLTN ke stake Holder yang di hadiri Berbagai kontraktor tingkat atas, BUMN dll. Key Note Speakers adalah DR.Arbi Bakrie – Deputy Dirjen Batan saat itu dan Raswari – Chairman PIPI.

Semoga kalangan MILIS MIGAS dapat ikut mendorong terlaksananya segera PLTN di negeri ini, sehingga listrik dapat lebih murah dan percepatan pembangunan tenaga listrik di Indonesia.

Dari 6 Negara berpenduduk terbesar didunia hanya Indonesia yang belum punya PLTN. Perekonomian China Melesat tinggi karena telah terpasangnya sekitar 80.000 MW PLTN disana.

Hampir semua Negara industry maju telah memiliki PLTN. Kita harus dorong
percepatan pembangunan PLTN, walau banyak LSM yang akan dibayar untuk menghalanginya, terutama tenaga pengimport BBM, mafia BBM, Negara yang tak
menginginkan industry manufacture kita berkembang dll.

Mari bersama-sama kita perjuangkan demi masa depan bangsa kita PLTN (High Risk High Profit).

Share This