Select Page

Condition Monitoring (Conmon) adalah suatu divisi daripada Maintenance Department. Tugas daripada Conmon antara lain Predictive Maintenance dan Preventive Maintenance.

Seorang Teknisi Conmon baik Mechanical, Electrical atau Instrument dibekali dengan Tools sesuai dengan kebutuhan untuk melaksanakan tugas seperti checking up dan preventive actions.
Tools tersebut tidak berbeda dengan tools yang digunakan untuk repairment, misalnya berbagai macam Plier (tang), Screwdriver (Obeng), Wrench (Kunci Inggris), Pipe Wrench (Kunci Pipa) serta Measuring Instrument seperti Multimeter dsb.

Di samping itu, untuk melaksanakan preventive maintenance, tidak cukup hanya dengan berbekal tool saja. Perlengkapan lain sebagai inti dari preventive maintenance adalah chemical cleaner, rust inhibitor, sealant, lubricant, rubber tape dsb.

Tanya – agung yulianto

Dear all,

Saya dimintakan tolong untuk mengadakan alat-alat yang mengarah ke pada predictive maintenance, mungkin saya mohon pencercahannya untuk conditions monitoring tools dan tools untuk predictive maintenance.
Bagaimana fungsi-fungsinya yang terdapat di alat-alat tersebut.
Apabila berkenan mungkin teman-teman ada yang punya brosur bisa di share ke saya.

Tanggapan 1 – djohan.bingito

Mas Agung,

Supaya yang lain bisa membantu, sebaiknya disebutkan equipment/peralatan yang mau dimonitor kondisinya itu apa? Compressor, pompa, pipeline, vessel etc. karena masing2 memerlukan alat yang berbeda dan masing2 orang punya spesialisasi pada equipment yang berbeda agar banyak anggota yang bisa sumbang saran.
Untuk sentrifugal compressor misalnya alat yang diperlukan antara lain vibration monitoring (biasanya sudah ada dalam package, tinggal dibuat trendnya), alat untuk sampling lube oil, boroscope, alat pengukur exhaust temperature, differential pressure pada air intake, juga filters.
Biasanya instrument2nya sudah terpasang, kalau pakai DCS tinggal dibuat trendnya lalu dimonitor.

Mudah2an dapat membantu dan membuat anggota milis yang lain mau sumbang saran.

Tanggapan 2 – Andri Suherlan@plant.tripolyta

Salam kenal…

P’Agung, sekedar memberikan sedikit informasi:

Condition Monitoring (Conmon) adalah suatu divisi daripada Maintenance Department. Tugas daripada Conmon antara lain Predictive Maintenance dan Preventive Maintenance.

Seorang Teknisi Conmon baik Mechanical, Electrical atau Instrument dibekali dengan Tools sesuai dengan kebutuhan untuk melaksanakan tugas seperti checking up dan preventive actions.
Tools tersebut tidak berbeda dengan tools yang digunakan untuk repairment, misalnya berbagai macam Plier (tang), Screwdriver (Obeng), Wrench (Kunci Inggris), Pipe Wrench (Kunci Pipa) serta Measuring Instrument seperti Multimeter dsb.

Di samping itu, untuk melaksanakan preventive maintenance, tidak cukup hanya dengan berbekal tool saja. Perlengkapan lain sebagai inti dari preventive maintenance adalah chemical cleaner, rust inhibitor, sealant, lubricant, rubber tape dsb.

Tanggapan 3 – marihal@ytljt

Pak Agung,
Untuk condition monitoring, tools yang sering digunakan adalah vibration  analyser dan thermograph. Sedangkan untuk predictive maintenance, karena  sifatnya predictive, lebih banyak bermain pada data. Data base components  failure merupakan kebutuhan dasar dari predictive maintenance ini. Coba  searching di internet dengan kata kunci “predictive maintenance software”.
Jika anda beruntung, maka anda dapat men-download software trial dari  beberapa vendor.
Semoga membantu.

Tanggapan 4 – Lucky Hadari anandahadari

Mohon Maaf Lahir & Batin,
Numpang sumbang saran untuk mas Agung..

Saran dari Pak Djohan dengan membuat trending dari data vibration monitor sudah cukup baik namun sebagai pembanding data vibrasi monitor sebaiknya kita melakukan regular (bi-monthly/trimonths) “on the spot vibration data collecting” dengan menggunakan analyzer tools seperti Entek, CSI atau sejenisnya.. Karena bila kita hanya melihat dari level amplitude vibrasinya saja kita tidak bisa mengetahui sumber vibrasi atau kira2 kapan unit ini akan mencapai S/D level nya bila kita kita tetap mengoperasikan unit seperti keadaan normal. Dan juga untuk equipment yang belum menggunakan PLC hal ini mungkin sangat berguna.

Selain regular lube oil sampling dan package condition monitoring.. sebaiknya juga dilakukan sampling secara regular pada fuel condition and feed gas (pada compressor).. kebetulan saya juga melakukan hal ini terhadap Turbine compressor. Tidak lupa juga dilakukan Unit Performance Test sebagai units’ base line data performance.

Selain parameter trending dari pada unit itu sendiri, sebaiknya kita juga membuat trending untuk pada process yang berlaku.. terutama variable input yang masuk ke dalam unit kita e.g: Suct/Disch Press Temp, Suction Flow, Feed gas analysis etc..

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah DEFECT LIST dari setiap unit yang pada akhirnya kita dapat melakukan condition mapping pada setiap unit kita..

Untuk merk alat2 condition monitoring yang saya tahu seperti yang Pak Agung minta:
Vibration analyzer: Entek, CSI..
Temp Gun: Fluke atau IR-temp gun lainnya (banyak di pasaran)
Borescope: Olympus Iplex SA (Bisa merekam gambar dengan menggunakan memory card)

Mudah2an membantu..

Tanggapan 5 – adi harjono

Dear pak agung

Ikut nimbrung untuk condition monitoring, setau saya condition monitoring adalah salah satu strategy yang ada pada predictive maintenance. karena sifatnya strategy prediksi maka tool yang di sertakan tidak lah sebanyak preventive maintenance, tapi lebih bersifat alat unutk memonitoring equipment rotating. ada banyak vendor yang bermain di condition monitoring khususnya untuk peralatan vibrasi, seperti yang di sebut kan bapak2 sebelumnya. tugas utama dari predictive adalah memberikan early condition bagi peralatan2 rotating yang dimonitor untuk strategi preventive nya sehingga diharapkan tidak terjadi loss production karena peralatan yg gagal beroperasi. dan juga menyangkut kepada ketersediaan spare part yang bisa menjadi delay dari strategi preventiv.
software dari condition monitoring biasanya akan include ketika kita mengadakan toolsnya jadi sedikit banyak belajar dari software alat yang kita beli saja sehingga bisa maksimal dalam penggunaannya. walaupun sifat nya berupa database tetapi yang saya tau satu sama lain software2 ini belum bisa berkomunikasi (masih internal sifatnya).
untuk lebih jelas mengenai alat2 nya sebaiknya menghubungi langsung vendor dari penyedia alat alat tersebut.
jika perlu contact person dari vendor sy bisa membantu.

Tanggapan 6 – ahmad faqih

Hendak sharing. untuk masa sekarang ini hampir setiap produk , instrument atau apapun itu biasanya sudah juga tersedia software penunjangnya yg didevelop oleh produsennya, fungsi2 nya beragam namun umumnya bisa untuk penyetingan/adjusting parametr2nya, menunjukkan real time condition, merecord fault2 yg terjadi/data logging, dsb. bahkan yang terlengkap bisa didalam software ada troubleshooting tree-nya, jadi dng mudah kita dapat mengambil langkah tepat bila ditemukan fault atau kejanggalan yang lain. jadi memang akan banyak bermain dengan software. sedang tools nya macam2, bbrp software dapat diinstalkan ke Laptop, PDA, atau pun tool khusus contoh seperti yang berbasis pada infra merah.

nanti dari data yang diperoleh yg bisa berupa recorded fault2, kinerja,parameter2 dll, maka seorang yg bergelut di condition monitoring akan lebih bany
ak bermain dengan proses statistik dan analysa, sperti membuat trending (kecendurungan dari waktu ke waktu), cumulatif, benchmarking dsb. dan tingkat sensitifitas dalam membaca data2 ini akan bergantung pada tingkat pengalaman dan pengetahuan seorang tsb, hasilnya bisa untuk predictive maintenance, failure analysis (hystory dari proses kegagalan), maupun troubleshooting saat kejadian..sehingga bisa memangkas waktu dan meningkatkan efisiensi produk tsb mungkin bisa menguhubngi produsen setiap produk utk lebih lanjut, karena biasanya akan spesifc sekali dng masing2 produk..walau mgkn ada yang bisa berlaku general

Share This