Penanganan Pipa Gas yang “berkeringat” / basah

Share...Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest
Cara penanganan pipa gas yang berkeringat bisa di cat dengan cat khusus pipa dingin/keringetan seperti zinc rich dan high solid epoxy.
Lalu supaya lebih aman, bila memungkinkan,  bisa dicegah kondensasi uap air yang ada di udara, yang menyebabkan pipa berkeringat itu dengan memasang thermal insulasi dengan tebal yang sesuai sehingga suhu di permukaan insulasi > dew point temperaturenya.

Tanya – efran trg

Rekan-rekan Migas,mohon bantuan nya
Di tempat saya bekerja (Stasiun Kompresor Gas) ada line pipa yang selalu basah.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya penurunan pressure di Pressure Control Valve dari 30 ksc menjadi 26 ksc. Karena Selalu basah, cat sering terkelupas dan korosi, dan sulit untuk melakukan pengecetan.

Apakah ada rekan-rekan migas yang tau cara penanganan pipa gas yang berkeringat ini…

Tanggapan 1 – Indera Sadikin

Bagaimana kalau dibiarkan saja tidak usah dicat, Pak. Ditempel saja  dengan sacrificial anode. Bisa gak ya?

Tanggapan 2 – Zainul

Dear,

Mungkin bisa direpair dengan biaya yang cukup ekonomis yaitu menggunakan product dari Pipe Wrap (www.piperepair.net)

Tanggapan 3 – Dimas Satya Lesmana
 

Bisa menggunakan metode pipe wrapping dari Citadel Technology silahkan buka www.cittech.com
Silahkan hubungi bpk Dimas – citadel tech asia pacific di nomor 08111103650
Semoga membantu.

Tanggapan 4 – M. Teguh teguhm_purnawan

Rekan Efran,
mungkin bisa di cat dengan cat khusus pipa dingin/keringetan seperti zinc rich dan high solid epoxy.
Lalu supaya lebih aman, bila memungkinkan,  bisa dicegah kondensasi uap air yang ada di udara, yang menyebabkan pipa berkeringat itu dengan memasang thermal insulasi dengan tebal yang sesuai sehingga suhu di permukaan insulasi > dew point temperaturenya.

Tanggapan 5 – roeddy setiawan

Ikut nimbrung nih pak, usulan pak zainal okey sekali tuh pak, pada prinsipnya seperti yang bapak duga, terjadi penurunan tekanan krn kontrol valve. konsekuensi penurunan tekanan ini menyebabkan penurunan temperature gas.yang lebihkecil dr ambient.

kondisinya sekarang aliran panas dr luar akan masuk ke gas, akibatnya temp pipa sekarang lebih rendah dr ambient juga. pada saat yang sama sekeliling lingkungan pipa , dew point nya kebetulan lebih besar dr pipe wall temp, automatis air condense di sepanjang dinding yang temp nya lebih rendah dr ambien.

sepanjang bapak yakin coating nya baik, saya kira tidak ada masalah, boleh2 saja pipa wet, karena coating adalah barier impermeable , tetapi kalu bapak melihat sudah muncul bekas aliran dg ciri has air karat yng seperti gambar di pipa, tentunya korosi sedang terjadi atau malah lagi pesta he he he.

kalau kondisinya gini dan bapak tidak bisa memberikan selective recoating di tempat yang diduga dan direkonfirm pesta karat sedang berlangsung tanpa henti, pembuatan isolation barier agar temp paling luar tidak lebih kecil dr dew poit udara paling gampang bapak jalankan. tidak usah seluruh plant, bagian yang diyakini ada intrusi water ke metal itu saja yang diisolasi. isolasinya sendiri tinggal pilih dari urethane sampai ke rockwool atau boleh juga sekarang lagi mode material recycle, banyak product dr kertas korang yang dipulverizing hampir spt cork insulator, di amrik org seneng pakai krn dipikirnya mengurangi penebangan. jadi silahkan pilih pak 1/2 inch sudah pasti cukup kalau buat de sweating, kalu suka jalan2 ke toko barang teknik, urethane foam biasanya mereka punya., kalau urethane mesti bagusnya .

Tanggapan 6 – buddy
 

Dear.

Kami punya product coating agar pipa tidak berkeringat dan tidak mudah korosif . dan juga kami punya robotnya untuk melakukan pekerjaan tersebut.

 

Tanggapan 7 – widodo

Saudara Efran,

Perusahaan saya memiliki corrosion inhibitor dengan teknologi Vapor  phase Corrosion Inhibitor, yang mana inhibitor yang berada dalam  phase uap akan terlarut di atas permukaan yang basah kemudian akan  membentuk lapisan monomolekuler diatas logam pipa.

Jika berminat silakan kontak via japri.

Share...Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest