Select Page
Yang dimaksud dengan Depressurization Philosophy adalah Filosofi pengurangan inventory (biasanya flammable gas) dan pengurangan tekanan karena sebab-sebab tertentu sebagai salah satu penanggulangan dampak kejadian yang tidak diinginkan.

 


Tanya – Rachmat Nuriadi – deco.clothing

 Saya mau tau lebih lanjut tentang Depressurization Philosphy. Pa itu salah satu dari dasar process design atau apa ya? *CMIIW
& apakah dasar process design di tiap company itu sama?


Tanggapan 1 – Crootth Crootth


Dear Rachmat pemilik Deco Clothing
 
Dalam banyak study, depressurization philosophy termasuk bagian dari Process Basic Design.
 
Yang dimaksud dengan Depressurization Philosophy adalah Filosofi pengurangan inventory (biasanya flammable gas) dan pengurangan tekanan karena sebab-sebab tertentu sebagai salah satu penanggulangan dampak kejadian yang tidak diinginkan.
 
Diantara sebab-sebab yang mungkin menyebabkan dilakukannya depressurization adalah:
– Sistem dalam keadaan diinginkan untuk dimatikan (shutdown), baik secara otomatis (contoh di kompresor) atau dipencet dari jarak jauh (remote shutdown by ESD push button)
– Sistem terpapar kejadian yang tidak diinginkan (kebakaran, ledakan) sehingga secara automatis akan diisolasi dan didepresurisasi
– Terjadi kegagalan tanpa sebab sebab yang diketahui sehingga sistem depresurisasi teraktivasi.
 
Kenapa sistem didepresurisasi (dihilangkan energynya /tekanannya)?
– Untuk menghilangkan/mengurangi kemungkinan terjadinya eskalasi bencana (misalnya flammable dalam pipa/bejana bertekanan terpapar panas /api secara terus menerus sehingga mengalami kenaikan tekanan yang berpotensi untuk memecahkan bejana dan menyumbangkan darah segar pada sumber kebakaran)
– Untuk mengurangi kemungkinan detonasi (pada sistem fuel gas (gas bakar) di kompresor) pada saat gas bakar dinyalakan kembali
– Untuk mengurangi umpan (bahan bakar) pada saat terjadi kebocoran di sistem yang bersangkutan, sehingga jumlah awan uap/bocoran minyak bisa dikurangi
 
Apa prasyarat depresurisasi dan faktor yang mempengaruhi instalasi depresurisasi?
– Sistem telah terisolasi dengan sakses (biasanya dipasang timer untuk memastikan sistem terisolasi terlebih dahulu baru depresurisasi dilakukan)
– Gas atau inventory yang didepresurisasi dibuat ke sistem suar bakar / vent yang aman
– (Pada beberapa perusahaan tertentu) Jika jumlah inventory x tekanan memenuhi nilai tertentu misalnya 100 barg.m3
– Pengaruh PFP, fire wall dan Sistem Pemadam Kebakaran (aktif+pasif)
 
Apa saja macam depresurisasi?
– Depresurisasi karena kebakaran
– Depresurisasi Adiabatis
 
Sampai seberapa jauh target sistem didepresurisasi?
– Aturan API Std 521 menyarankan sistem didepresurisasi hingga sekitar 7 barg atau hingga 50% tekanan awal, untuk tebal dinding bejana/pipa > 1 inch selama 15 menit – tergantung mana yang lebih rendah tekanan akhirnya – untuk kasus fire depressurization
– Depresurisasi hingga 0 barg (tekanan atmosferik) untuk depresurisasi adiabatis
 
Apa yang perlu diwaspadai saat depresurisasi?
– Penurunan tekanan karena Joule-Thompson Effect
– Kecepatan depresurisasi vs kecepatan pecahnya pipa/vessel
– Hilangnya seal / buffer gas karena depresurisasi yang terlalu cepat (pada kompressor)
– Depresurisasi yang lebih awal daripada isolasi (yang menutup sempurna)
– Beban depresurisasi simultan sehingga membuat ketidakmampuan/kegagalan pada sistem flare/vent header yang menampung gas hasil depresurisasi
– Tekanan Operasi yang berubah sehingga nilai RO tidak valid lagi untuk mencapai target depresurisasi
– Pengaruh PFP, fire wall dan Sistem Pemadam Kebakaran (aktif+pasif)
 
Pada umumnya setiap perusahaan memiliki standar depresurisasi sendiri sendiri sehingga diperlukan pengetahuan spesifik untuk menghitung kebutuhan depresurisasi di perusahaan tersebut
 
Semoga membantu.


Tanggapan 2 – Dirman Artib


Penurunan tekanan dg cepat, laju massa yg tinggi, akan berdampak pada penurunan temperature drastis. Bisa saja temperature di bawah 0degC. Pemilihan bahan pada pengguanaan temperature rendah perlu dipertimbangkan agar tidak terjadi insiden yg disebabkan oleh brittle nya bejana/pipa. Ikutan nya perlu teknologi mengelas pada bahan yg mampu meng”contain” massa rendah suhu, misalnya perlu teknologi dan prosedur pengelasan LTCS (Low Temperature Carbon Steel) jika itu yg dipilih.
 
Tolong dikoreksi jika salah.


Tanggapan 3 – Cahyo Hardo


Mungkin yg perlu direvisi adalah penurunan temp gas yang cepat tdk serta merta menjadikan temp.metal.turun.dgn.drastis.juga karena perpindahan.panas.yg.terjadi.sebagai akibat perbedaan temp dari metal.ke gas.tidak begitu.effektif krn.kecilnya koefisien.pindah.panas.gas.


Tanggapan 4 – Dirman Artib


Ooo…gitu ya Mas Cahyo, thanks for let me know.
 
Btw.
Tp dr bbrp Depresurrisation line yg saya konstruksi, semuanya menggunakan LTCS material. Apakah Process Engineer dan Piping Engineer saya lebay dalam memilih material?
Atau ada pertimbangan lain lain kali (?)
 
Mngkn rekan Process dan Pipe Eng. dapat menambahkan ?


Tanggapan 5 – Cahyo Hardo


Bisa lebay, bisa jug engga pak. Tergantung berapa besar delta penurunan tekanan yg terjadi.

Namun, syahdan, kalo gas hidrogen jika didepressuring malah jadi panas. . .


Tanggapan 6 – Rachmat Nuriadi – deco.clothing


Terima kasih Pak Gharonk & Pak Dirman,

berarti Depresurisasi sama dengan penurunan tekanan operasi atau ada perbedaannya?
klo dibaca dari penjelasan Pak Gharonk & Pak Dirman, berarti yg sering didepresurisasi itu sekitar pipeline ya? *CMIIW


Tanggapan 7 – Farabirazy Albiruni


Grade LTCSnya apa Pak Dirman?

Kalo masih A333 Gr. 6 temperaturnya masih boleh sampe -45 centigrade. A333 Gr. 3 (sebenernya bukan CS, tapi Alloy steel karena Ni 3.5%) masih bisa sampe -100 centigrade, dan lebih dari itu seperti untuk LNG yg sampe -160 centigrade maka sudah harus gunain 9%Ni.

Pemilihan material bila depressurization mengakibatkan penurunan temperatur drastis (seperti terbentuknya LPG) agak susah diprediksi metal temperature aktualnya dan ini bukan pula berlebihan karena dalam design biasanya kalau ada faktor yg tidak diketahui seorang engineer akan menggunakan pendekatan konservatif. Meskipun benar bahwa koefisien panas gas lebih rendah tapi tetap saja ada mass transfer yang membuat proses keseimbangan temperatur menjadi cepat terjadi. Analogi yg sama saat kita quench logam yang kita panaskan dengan air maka thermal shock akan terjadi dengan cepat meski temperatur keseimbangan baru terjadi beberapa menit kemudian, Nah thermal shock ini yang harus diperhatikan dalam material selection. Material LTCS selain memang diperuntukkan untuk temperatur rendah juga memiliki toughness yang baik dalam absorbing thermal shock dan ini bisa dilihat dari nilai impact value yg jadi syarat utama dalam spesifikasinya.


Tanggapan 8 – Crootth Crootth


Dear Rahmat

ICYBYW – I’ll corect you because you’re wrong

Saya sama sekali tak menyebutkan pipeline lho mas? Kenapa gerangan disimpulkan pipeline.

Sebaiknya lain kali dibaca dengan benar, tidak hanya selewat lirikan mata saja.


Tanggapan 9 – Rachmat Nuriadi – deco.clothing

Pak Gharonk,

Maaf, saya emg baca terlalu cepat. Tapi, benar ndak klo depressurisasi sering terjadi di seputar pipa? Bedanya sama penuruanan tekanan operasi apa pak?

Terima kasih,


Tanggapan 10 – Crootth Crootth


Jawabannya;
 
Depressurisasi di compressor lebih sering, setahun bisa 4 – 10 kali kejadian.
 
Penurunan tekanan operasi adalah peristiwa alamiah, normal saja sebuah sumur minyak saat produksi 30 barg 10 tahun berlalu turun menjadi 15 barg misalnya.