Select Page

Saat ini sudah 60 unit passenger boat / Ferry dg 350 HP yang beroperasi menggunakan Bifuel System dari GFS AP Ltd sejak tahun 2006 dan bahan bakarnya adalah LNG “mixed” dengan Diesel fuel / solar.

Pembahasan – Administrator Migas

Migas Indonesia

Dari diskusi copy darat KMI MMI BBG untuk Transportasi Darat dan Laut sempat muncul pertanyaan dan belum bisa terjawab adalah Pnenggunaan LNG pada Kapal laut dimana Engine di disain dapat menggunakan Dual Fuel yakni BBM dan Gas (dengan menggunakan Converter).
Pendapat terpecah dua yakni lebih baik menggunakan CNG saja dan pendapat lainnya LNG pun dapat digunakan.
Masalahnya untuk LNG kita tidak memiliki contoh dimana pernah digunakan pada Kapal laut yang engine nya tidak dedicated LNG.
Atau adakah keuntungan antara menggunakan LNG atau CNG untuk kapal.

Mungkin ada diantara anggota Milis dapat memberikan pencerahan untuk rekan rekan kita yang sedang bersemangat untuk mencoba BBG di kapal laut mengingat Indonesia adalah negara bahari.
Apabila ada bahan bahan presentasi nyang mendukung akan lebih baik.

Tanggapan 1 – hasan uddin hasanuddin_inspector

Mas Herry

Pembahasan soal LNG selalu menarik minat saya untuk ikutan menengok 🙂

Dari database yang saya koleksi, sudah ada beberapa kapal yang fueled by LNG. Berikut sedikit info untuk pembuka diskusi:

# LNG sudah mulai dipakai sebagai bahan bakar kapal sejak tahun 2000 (MV Glutra milik Fjord Shipping)
# Jenis kapal yang menggunakan LNG sebagai bahan bakar rata-rata adalah kapal ferry dan beberapa jenis kapal kecil lainnya serta mini tanker
# sampai dengan medio 2012, sudah ada 26 unit kapal yang beroperasi menggunakan bahan bakar LNG. Belasan unit kapal lainnya sedang dalam fase pembangunan di galangan. Semua kapal tersebut beroperasi (dan akan dioperasikan di wilayah Skandinavia/Eropa lainnya). Saat ini India juga sedang membangun 2 unit kapal ro-ro berbahan bakar LNG (single fuel)
# Kalo boleh nyebut merk, pabrikan mesin kapal yang bermain di area ini rasanya baru Mitsubishi, Rolls Royce dan Wartsila saja (yang sudah commercialised).
# Mesin kapal utama (gas engines), dari ketiga merk tersebut memiliki karakteristik masing-masing, yaitu high pressure gas injection (Mitsubishi), single fuel low pressure (Rolls Royce), dual fuel low pressure (Wartsila). Masing-masing (kecuali Rolls Royce), bisa merupakan hasil konversian mesin eksisting.

Keuntungan apabila LNG dipake sebagai bahan bakar (kapal dalam hal ini) adalah low cost (TCOO) dan sangat ramah lingkungan. Berdasarkan laporan dan riset2, SOx dan emisi partikel bisa nyaris 0%,  NOx berkurang hingga 90% dan CO2/GHG berkurang 15%.
Pendek kata, paling comply dengan ECA requirements deh..

Kesulitannya (bila diaplikasikan di Indonesia) rasanya adalah soal infrastruktur pendukungnya. Belum adanya SPBBLNG (pom LNG), fixed/committed LNG source (biar gak kayak SPBG Busway yang mati-idup itu), shipyard/repairer pendukung serta mungkin juga knowledge/competency gap dari pelaku usaha/ship operator.

Demikian sekilas info.

Tanggapan 2 – Administrator Migas

Mas Hasanuddin apa kabar

Akhirnya keluar dari sarang juga, saya kira sudah beralih Profesi menjadi Produser  Rock Band Metal.
Soal infrastruktur  pendukung untuk LNG tidak serumit dan semahal jika menggunakan CNG, masalahnya hanya ketersediaan LNG saat ini belum tersedia untuk retail seperti yang anda sebut SPBG LNG. Namun untuk Jakarta kemungkinan bisa diatasi jika Nusantara Regas mampu mengatasi kendala untuk pengisian memenuhi kebutuhan retail tersebut artinya bisa di transfer ke LNG Container (Cap 1 mmscf) untuk selanjutnya LNG container 40 feet tersebut bisa dipindahkan sebagai storage LNG di Kapal dan dapat di refill seperti halnya CNG untuk industri (Konsep Mother Daughter).

Untuk Dual Fuel Engine selain Wartsila apakah ada yang lain misal Produksi Jerman yang pasti sudah teruji.

Wah benar juga ya untuk Ro Ro lintas Lampung Banten bisa juga nih jadi proyek Percontohan, bisa kita usulkan ke ASDP melalui Kementrian ESDM dan tentunya melibatkan KMI Network.

Kita tunggu deh komentar pakar pakar yang lainnya sambil kita konsolidasi.

Tanggapan 3 – mazwar makmur

Dear Mas Herry,
Mohon maaf belum bisa bergabung di Forum Bisnis CNG-Mini LNG KMI/MMI     Network Kamis yg lalu di Balai Kartini, mudah2an bisa bergabung pada kesempatan lain.
Untuk tambahan informasi penggunaan LNG di kapal, berikut informasi dari pak Adrian sebagai agent GFS di Indonesia tentang penggunaan LNG di kapal (Thailand) Kami lampirkan juga informasi dalam file pdf.

———————-

Kirima dari – Adrian Susanto – Director PT. Sigma Energy Compressindo (PT SINERCO)

Saat ini sudah 60 unit passenger boat / Ferry dg 350 HP yang beroperasi menggunakan Bifuel System dari GFS AP Ltd sejak tahun 2006 dan bahan bakarnya adalah LNG “mixed” dengan Diesel fuel / solar.
Dari owner Passenger boat mereka seat ini saving sekitar 25% dengan menggunakan LNG Fuel di mixed dengan Diesel fuel karena LNG sangat efisien dibandingkan dengan CNG as fuel dengan pertimbangan sbb:

1. Jarak tempuh dengan menggunakan LNG as Fuel 3x lipat dibandingkan menggunakan CNG as fuel.
2. LNG sangat efisien krn fraksi berat (C3,C4, C5+ termasuk CO2 , H2S, H2O sudah tidak ada lagi dan murni Methane saja (C1) dan sedikit C2 (Ethane)) yang mana jumlah voume yang dibawa yg diperlukan oleh engine untuk LNG sebagai bahan bakar lebih sedikit dibandingkan dg menggunakan CNG as fuel.

3. LNG lebih clean (clean Environment) dibandingkan dg CNG fuel yang qualitas gas nya pasti tidak semurni LNG as fuel.
4. Perbandingan isi tabung LNG dibandingkan dg Isi tabung CNG berbading 6:1, yang mana 1 cylinder LNG diperlukan 6 cylinder CNG dg kapasitas yg sama.
     Sehingga masalah penempatan dan efisiensi space yang kadang sangat terbatas pada kapal sangat terbantu dengan menggunakan LNG as fuel.
5. Dengan GFS Bifuel System yang menawarkan “Fexibilitas” yaitu tetap menggunakan solar sebagai bahan bakar sebesar minimum 30% (krn solar bukan hanya sebagai Fuel tapi di diesel engine juga sebagai pelumas / Lubricant engine). Average pemakaian LNG as fuel dg mixed solar adalah 50-70% LNG Fuel dan 50-30% solar.
Sehingga pada saat LNG habis dan tidak tersedia langsung / automatically engine 100% solar dan tidak ada loss power at all.

Tanggapan 4 – Administrator Migas

Dear Pak Mazwar

Sayang kemarin kita tidak bisa diskusi panjang karena keterbatasan waktu.
Info yang menarik pak Mazwar,  cocok untuk kapal penyeberangan Lampung Merak seperti yang sudah saya sampaikan ke Pak Hasanuddin.
Tinggal urusan infrastruktur pendukungnya saja yang kita pikirkan bersama agar dapat terwujud sesegera mungkin.
Nanti bisa kita diskusikan dengan Pertamina, saya berharap pengalaman dari teman teman Milis Migas ini dapat diwujudkan sebagai sumbangan pemikiran KMI terhadap Konversi BBM ke BBG bukan hanya untuk Transportasi Darat saja namun juga untuk  keperluan Transportasi laut agar biaya Logistik yang sangat tinggi di Indonesia ini dapat dikurangi sekaligus mengurangi Polusi.

Tanggapan 5 – Yudistiro – Director PT. Safina Transocean Indonesia

Mengenai populasi kapal LNG (100% gas-fueled) sebenarnya sudah ada bbrp, termasuk yg disebut Pak Hasanuddin, Glutra yg beroperasi di Norway,
populasi kapal LNG secara keseluruhan di Dunia adalah sbb (sumber : Marintek) :

VESSEL TYPE    In Service    O
n Order    TOTAL
Car/Passenger Ferry    16    4    20
Off-shore Supply/Service Vessel    6    5    11
Patrol Vessel    3    0    3
LNG Tanker    2    0    2
Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) Ship    1    2    3
Bulk Ship    0    1    1
Chemical Tanker    1    0    1
TOTAL    29    12    41

Di lingkup International, isu Gas-Fueled Vessel masih termasuk hot topic…dari pihak classification bureau juga belum banyak yg sudah punya code yg mengatur ttg kapal berbahan bakar gas ini…
saya record dari ABS bbrp key design yang jadi main concern adalah :
– LNG fuel tank capacity and type
– LNG fuel tank location
– Leak mitigation in tank hold space
– Fuel gas pipe arrangements
– Bunker station
– BOG management
– Continuity of power – fault tolerant design

Kelebihan/benefit penggunaan LNG menurut saya sudah firmed, milestone-nya harusnya skg sudah masuk bagaimana bisa implementasi penggunaan LNG di armada2 lokal, ini sangat pas mendukung implikasi cabotage, tapi memang LNG fuelling terminal menjadi salah satu isu utama…

Mengenai support industri (dalam hal ini galangan), pada prinsipnya mengikuti….jadi pattern-nya menurut saya memang harus di-initiate dari pelayaran yang menggunakan/memodifikasi/membeli armada2nya yang gas-fueled….pelibatan vendor gas engine harus sebatas mereka mem-provide sistem, kemudian perlu menggandeng mitra industri dan konsultan teknis untuk membantu proses transfer teknologi….
saya membayangkan kalau populasi tugboat, LCT, atau ferry-roro di Indonesia ada yang memulai untuk menggunakan LNG, tentunya ini terobosan besar dan sangat berdampak sekali untuk kebijakan strategis energi Indonesia.

Tanggapan 6 – Administrator Migas
Mas Dian Yudistiro

Wah infonya sangat berharga dan membuka wawasan kita semua bahwa LNG untuk Transportasi Laut sudah luas sekali Populasinya  bahkan sudah mulai 100% Gas Fueled seperti Glutra di Norway.

Saya sependapat sudah selayaknya Transportasi Laut di Indonesia mengarah kepada BBG termauk Ferry/Roro yang banyak kita miliki sebagai jembatan pemersatu bangsa. Jika sudah punya konsepnya boleh kita sharing Mas

Jadi ABS concern untuk code Vessel yang berbahan Bakar LNG, sepengetahuan saya RINA Indonesia juga melakukan hal yang sama tetapi untuk CNG Marine kalau tidak salah untuk memenuhi kebutuhan CNG PLN saat Peak di Bali, NTB/NTT (koreksi jika saya salah). Jika ada yang mengetahui perkembangan terakhir mengenai CNG Marine PLN boleh juga di share di Milis.

Terimakasih Mas Dian atas infonya yang sangat berharga termasuk Key Design ABS sebagai masukan.

Tanggapan 7 – Dian Yudistiro

Sebelum jadi istilah yg mislead ttg 100% gas fueled :)…
mengenai engine, bisa kita sebut ada 2 tipe, lean burn spark ignited (LBSI) dan Dual Fuel…kalau tidak salah, wartsila ini termasuk yang Dual Fuel, sedang utk LBSI (gas engine) ada Mitsubishi dan Rolls-Royce.

Tanggapan 8 – Dian Yudistiro

Pak Herry

Tahun 2008 dan 2009 Hyundai Heavy Industries dgn Machine Division nya juga sudah memproduct Engine duel Fuel Diesel dan LNG.
Pada saat itu kapal nya di clasification oleh BV dan kebetulan PM dari BV nya dkt aprt Kita.
Kapal nya adalah LNG carrier sendiri dan malah untuk bahan bakar nya di ambil langsung dari LNG cargo nya.
CUma kelemahan nya, akan terjadi kekurangan pada cargo.
Persoalan keuntungan dari pemakaian LNG sudah di jabarkan sama saudara2 expert di atas.

Tanggapan 9 – prio sriyono

Sekedar share ttg contoh Guidelines for gas fuel ships milik ClassNK & GL.

Attachment : gl_gas_fuel_e.pdf ;  gl_vi-3-1_e.pdf

Tanggapan 10 – bimoseptyo prabowo

kebetulan nemu artikel ….

TEMPO.CO, Kubu Raya : Sebagai kabupaten yang memiiki luas wilayah laut 760 Km2 dan luas perairan umum dengan garis pantai sepanjang 149 Km menjadikan 30 persen dari 500 ribu lebih masyarakat Kubu Raya berprofesi sebagai nelayan.

Potensi perikanan yang cukup besar membuat masyarakat Kubu Raya yang tinggal di daerah pesisir banyak bergantung dari hasil laut dan sungai yang tersebar di sembilan kecamatan yang ada.
Pasalnya dengan harga BBM subsidi untuk nelayan sebesar Rp 4.500 per liter yang berlaku saat ini, hanya cukup untuk mendukung kebutuhan hidup sehari-hari.

Kondisi ini mendorong keprihatinan salah seorang putra Kubu Raya, Amin yang merasa terpanggil untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para nelayan disekitarnya. Amin mencoba mencari solusi dari semakin mahalnya harga BBM dengan menciptakan teknologi tepat guna yang disebut Mixer (pencampur) pada mesin bermotor yang digunakan pada sampan nelayan.

Ide ini juga didukung penuh oleh Bupati kubu Raya Muda Mahendrawan yang membuat Amin dan timnya lebih semangat mengembangkan inovasi ini.

Mixer ini digunakannya untuk menjadikan tabung gas elpiji 3 kiloan sebagai pengganti BBM pada mesin sampan bermotor yang dipasang dekat kaburator mesin.

Dengan alat itu juga, para nelayan dipastikan bisa menghemat penggunaan gas elpiji hingga lima kali lipat dari pada menggunakan BBM sehingga mampu menghemat pengeluaran para nelayan. Dengan satu tabung gas saja bisa digunakan untuk perjalanan selama sepuluh jam dengan jarak tempuh lebih dari 20 kilometer.

Videograper : ADITYA NOVIANSYAH
Editor/Narator : DWI OKTAVIANE

http://www.tempo.co/read/video/2012/12/18/580/Kubu-Raya-Punya-Inovasi-Sampan-Bermotor-BBG

Tanggapan 11 – prio sriyono

Mungkin bisa berguna iseng2 saya buka download informasi yg dulu saya dapat dari LR.

Attachment : CD2728_LR_Horizons_Gas_supplement_AW_f_web[1]_tcm155-243483.pdf

Share This