Select Page

Di banyak Plant banyak yang menggunakan online analyzer. Keuntungan dan kebaikan dari menggunakan analyzer adalah bisa mengetahui komposisi produk setiap saat dan memudah kan DCS panel operator melakukan perubahan operasi yg diperlukan untuk menjaga produk tetap on spec. Jika terjadi ketidak akuratan/kerusakan pada analyzer baru di lakukan analisa di Lab.

Tanya – wisnu sudibjo

Dalam sebuah plant produksi yang menghasilkan natural gas condensate, terkadang hasil treatmentnya berhasil dan kadang tidak berhasil. Nah, untuk yang berhasil, maka condensate itu kita namakan dg on-spec condensate dan biasanya disimpan pada on-spec storage tank atau langsung di export lewat pipeline. Nah, kalau yang off-spec, biasanya akan diresirkulasi ke proses sebelumnya utk diretreat ataupun disimpan dulu pada off-spec storage tank.

Nah pertanyaannya, untuk menentukan on-spec dan off-spec ini, bagaimanakah praktik yang biasa ada? Apakah dg menggunakan manual sampling trus dibawa ke lab, atau menggunakan semacam online analyser?

Tanggapan 1 – witoyo

Dear Mas Wisnu,

Untuk condensate dari natural gas, spec nya hanya:
Max RVP
Max free of water
Max Sulfur content
Max Hg

RVP dijaga kurang dari 1 atm karena tanki condensate atau dimasukkan dalam categori crude, semua tanki storage ini design nya atmospheric. Jika RVP lebih dari 1 atm, maka losses nya akan besar sekali. Pembeli akan rugi.

Sampling nya manual di storage tank. Setelah on spec, bisa dijual ke customer.

Jika off spec nya free of water terlalu besar, tinggal di drain aja waternya ke sump. Jika RVP nya offspec maka condensate stabilizer perlu di adjust operating condition dan product off spec di tanki di blend dengan on spec dari condensate stabilizer sehingga menghasilkan on spec condensate.

Untuk beberapa condensate yang hasil nya sangat bagus, on spec nya bisa dijual sebagai blending bahan pengencer cat dan jika offspec bisa dijual sebagai crude.

Jika condensate nya masih offspec maka harga condensate nya akan di discount oleh customer.

Untuk sampling nya, dari producer condensate di tanki condensate milik producer. Untuk sampling dari customer, bisa sampling di barge, ship atau di tanki milik customer. Atau bahkan ada customer yg tidak perlu sampling dan percaya dengan COQ nya milik producer.

Demikian dan jika ada koreksi dipersilahkan.

Tanggapan 2 – wisnu sudibjo

Pak Witoyo,

Jadi kalau misalnya kita menggunakan RVP analyzer plus water content analyzer untuk menswitch condensate output ke offspec ataupun on-spec storage tank itu kurang common ya Pak?

Terima kasih Pak,

Tanggapan 3 – witoyo witoyo

Iya mas. Saya tidak pernah menemukan on line analyser (RVP, Hg, Sulfur maupun water content) di condensate product ke storage tank. Rasanya terlalu berlebihan.

Condensate product adalah product as it is dan kebanyakan dijual dan dihargai sebagai crude price. Dan spec nya juga tidak ketat, bisa diblending dengan crude atau condensate yg lainnya.

Kecuali pernah ada condensate dari Santos Pasuruan yg dijual lebih mahal untuk blending cat karena kualitasnya sangat bagus. Dan begitu offspec dijual sebagai crude.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 4 – pagaralam_ind

Di banyak Plant banyak yang menggunakan online analyzer. Keuntungan dan kebaikan dari menggunakan analyzer adalah bisa mengetahui komposisi produk setiap saat dan memudah kan DCS panel operator melakukan perubahan operasi yg diperlukan untuk menjaga produk tetap on spec. Jika terjadi ketidak akuratan/kerusakan pada analyzer baru di lakukan analisa di Lab.

Demikian semoga bermanfaat.

Tanggapan 5 – Salman Al farysi

Sedikit tambahan, online analyzer dengan keuntungan yang disebutkan mas IPA dibawah dipakai untuk stream2 tertentu seperti finish product stream (menggunakan online GC analyzer) dan juga untuk system tertentu dengan pertimbangan safety seperti O2 excess analyzer di furnace, dll.

Demkian untuk tambahan aja,

Tanggapan 6 – Muhammad Riduan Adhael

Mestinya untuk sampling di product, kita ambil sample di tangki dan dianalisa di lab, karena Akurasi dari lab analysis masih dianggap lebih baik dari online analyzer terutama untuk masalah custody transfer. Selain itu parameter parameter yang harus dicapai untk product spec juga lebih dari satu, sehingga bisa bisa tidak cuma dengan memasang 1 online analyzer di inlet tangki saja untuk menyatakan product offspek.

Oleh karena, jika kita punya 1 temporary storage yg lbih kecil dari product storage akan lebih baik, jadi kita analisa dulu fluida product di temporary storage, jika on kita pompa ke product storage jika off terpaksa kita recycle, tapi at least dead volume offspec product jadi lebih rendah sehingga operation punya flexibilitas dan saving banyak utility cost.. (ini lebih worthed dilakukan di refinery/petrochemical dimana utility cost cenderung lebih tinggi dari natural gas plant)..