Select Page

Dalam proses rekrutmen, ada seleksi yg mjd bag penting dlm proses itu.
Seleksi bertujuan unt memperoleh selengkap mgkn data kandidat, ada banyak cara, dari mulai memakai alat test tertulis hingga observasi.

Temen2 psikolog biasa mengatakan battery test unt alat2 psikotest.
Ada lagi alat test lain yaitu misalnya : interview, presentasi.
Nah FGD digunakan sbg salah satu alat dalam Assessment Method. Metoda ini mengenal prinisp multi tools multi assessor ( mtma ). Ada banyak alat test yg digunakan ( mt ), dan ada lebih dari satu orang penilai/asesor (ma ) mengevaluasi satu kandidat.

Tanya – sofiedenecke

 Dear rekan rekan milis,

Saya menerima undangan recruitment untk satu perusahaan minyak, di undangan tertera bahwa akan menghadiri Focus Group Discussion (FGD), kira kira ada yang pernah mengikuti dan gambarannya seperti apa ya? Mungkin bisa share dgn japri..karena saya ingin dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Uripsdm

Dear Sofie,
Saya respon di jarum ini, sebab ini bukan hal rahasia, dan agar kita dapat saling berbagi sbg nilai mulia dari media kita ini.

Dlm proses rekrutmen, ada seleksi yg mjd bag penting dlm proses itu.
Seleksi bertujuan unt memperoleh selengkap mgkn data kandidat, ada banyak cara, dari mulai memakai alat test tertulis hingga observasi.

Temen2 psikolog biasa mengatakan battery test unt alat2 psikotest.
Ada lagi alat test lain yaitu misalnya : interview, presentasi.
Nah FGD digunakan sbg salah satu alat dalam Assessment Method. Metoda ini mengenal prinisp multi tools multi assessor ( mtma ). Ada banyak alat test yg digunakan ( mt ), dan ada lebih dari satu orang penilai/asesor (ma ) mengevaluasi satu kandidat.

Apa dan bagaimana pelaksanaan FGD:
1. Dalam satu ruangan, bisa ada meja atau tidak, ada tempat duduk, dan ada alat tulis ( papan tulis, spidol, kertas, pena )
2. Ada sekitar 5 sd 7 kandidat di tengah ruangan
3. Ada 2 sd 3 asesor yg duduk di pojok ruangan ( kecuali kalau ada ceiling camera, maka ruangan tdk akan ada asesor, krn peserta diamati melalui kamera, atau kaca cermin yg tembus pandang dari ruangan sebelahnya )
4. Awal pembukaan : salah satu asesor akan menjelaskan aturannya scr singkat, lalu memberikan sebuah case study ( bisa bentuk lain, misal masing2 peserta dibagi satu petunjuk yg berbeda satu sama lain, untuk memainkan peran yg hrs dibawakan dimana settingnya misalnya akan rapat unt mencari solusi atas sebuah accident di site dll..)
5. Semua peserta dipersilakan membaca case ybs sekitar 5 mnt
6. Lalu ada waktu 30 mnt unt bersama2 membahas atau membawakan peran yg ditugaskan dlm menuju tujuan atau pemecahan masalah.
7. Tidak ada aturan siapa yg memimpin, tdk ada aturan siapa jd notulis, tdk ada aturan siapa mjd juru bicara. Yg ada cuma satu aturan : ” tanpa peraturan dlm diskusi “

Apa tujuannya?
Peserta akan diamati oleh asesor antara lain : bagaimana berinteraksi, bgmn memulai pembicaraan, bgmn berdiskusi, bgmn mengajukan argumen, bgmn memberi empati, bgmn mjd follower/leader, bgmn reaksi thd tekanan debat, bgmn mengarahkan pembahasan yg tdk terarah…

Itu semua ada ukurannya yg disebut Soft Competency.

Adapun soft competency dlm sebuah assessment tergantung dari job profile yg akan diduduki, misal :
1. Communication skills
2. Interpersonal skills
3. Negotiation skills
4. Analythical thinking
5. Stratetgic thinking
6. Problem solving
7. Decision making
8. Information gathering
9. Learning ability
10. Leadership

Kalau saja berminat, dan ada kesempatan, saya bisa ajak rekans semua mempraktekkan FGD ini, sebab bisa berguna dlm kegiatan kerja atau organisasi sehari-hari, misal dlm memecahkan sebuah problems yg butuh banyak pendapat, dlm trouble shouting, dlm mempersiapkan sebuah project dll..

Selamat berFGD, semoga sukses melalui proses rekrutmen nya.

Tanggapan 2 – Nofaini opanK

Wah sangat gamblang sekali penjelasan dari pak urip . mungkin bisa dijelaskan sedikit pak .kira-kira hal seperti apa yang tabu kita lakukan saat melaksanakan FGD ini .apakah benar saat FGD ini kita tidak boleh terlalu vokal dalam suatu grup ? dan juga hal seperti apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan nilai tambah di mata tim penilai .

Tanggapan 3 – andy andysjbt

Dear Pak Urip

Membaca tentang masukan bapak mengenai FGD adalah sangat menarik apalagi bapak mau mengajak untuk mempraktekan FGD ini.
Kalau bapak punya waktu, tolong diinformasikan ke forum ini, saya sangat tertarik untuk mengikutinya.

Terimakasih & Best regards

Tanggapan 4 – Uripsdm

Mas Andy, dengan senang hati, silakan dikumpulkan kawan kawan, untuk satu Group terdiri 5 orang. Jadi kalau ada 10 orang, kita kelompokkan mjd 2 Group, dst.

Tanggapan 5 – Eddy Sijabat

Dear Sofie,

Saya pernah mengikuti FGD dan sudah beberapa kali. Gambarannya adalah Sofie akan digabungkan dalam kelompok, dan kelompok tersebut akan diberi persoalan. Persoalan tersebut akan diselesaikan secara kelompok. Yang terpenting bukanlah hasil melaikan proses, bagaimana partisipasi Sofie dalam diskusi persoalan tersebut. Kiat suksesnya adalah pahami persoalannya dan jadi diri sendiri saja Sofie asalkan jangan duduk dan diam. Kalau Sofie pernah dan aktif berorganisasi, saya yakin tidak akan kesulitan. Kalau penilaian sepertinya variatif tergantung posisi jadi jangan pikirkan itu. Kalau sudah jodoh dengan perusahaan itu gak akan lari kemana kok.

Share This

Miliki Sekarang!

You have Successfully Subscribed!