Select Page

Concern penggunaan magnesium / magnesium alloy anoda lebih kepada penggunaan pada struktur untuk steel hull vessel, itupun di ABS setahu saya untuk bulk carrier yg panjangnya > 150 m.

Tanya – Yuyus Uskara
Dear Milister,

saya mau tanya penggunaan Magnesium dan magnesium alloy untuk sacrificial anode, apa sekarang ga boleh di pakai? atau memang ada rules/regulation yang mengatur penggunaan anode jenis ini.

terima kasih sebelumnya buat pencerahannya.

Tanggapan 1 – Triez trisworo99
Dear Pak Yuyus,
Wah klo betul lumayan mengejutkan,pak..ada kira2 3 bulan yang lalu saya approve penggunaan magnesium alloy untuk project saya. Kalau memang info ini betul,mungkin seharusnya ada penjelasan detail. Karena hampir sebagian proyek pipanisasi onshore rata2 banyak yang menggunakan magnesium. Mohon di share klo ada rekan migas yg punya rule nya secara resmi.
Klo rule baru penggunaan jenis ini saya kurang tahu,tapi untuk magnesium sacrifial anode ini biasanya saya biasanya pake NACE RP 0169 ,DNV F101,DNV B401,ISO 15589-2 dan 15589-1, NACE RP 176, NACE 675. Klo onshore biasanya saya refers ke dua dah cukup ke NACE 169 sama ISO 15589-1., tambahan sedikit biasanya dr Peabody books.

Tanggapan 2 – Yuyus Uskara


Hmmm, saya bertanya soalnya ada komen dari ABS yang bilang kalo Magnesium dan Magnesium Alloy Anode not to be used. kebetulan saya pake aluminium alloy.

nah belom sempet respon masalah itu, jadi mau tanya-tanya dulu apa ada regulasi masalah itu.

hatur nuhun Om Triez.

Tanggapan 3 – Pandhu Lakshana

Dear pak Yuyus dan pak Triez,

Sedikit urun rembug.
Mungkin larangan penggunaannya hanya untuk penggunaan pada material tertentu. Yang pasti untuk bulk carrier oil yg panjangnya > 150 m, ABS rules mengatur ttg penggunaan cathodic protection dan secara eksplisit melarang penggunaan anoda jenis magnesium/ magnesium alloy. Lebih spesifik pada Rules for building and classing steel vessels, part 5C chapter 1 Section 1 / 5.9.2.
Di samping itu IACS structural rules untuk bulk carrier ttg sacrificial anodes pada pencegahan korosi juga punya aturan di IACS UR F1 bahwa anoda jenis ini tidak boleh diaplikasikan pada oil cargo tanks dan semua tank yg bersebelahan dg oil cargo tank.

Mohon koreksinya kalo ada yg salah.

Tanggapan 4 – Afda Rizki

Mas Pandhu,

Lha kalau yang ngasih komen orang ABS nya langsung, kecil kemungkinan  salah, kecuali kutipannya gak lengkap 😛

Peace Bro …kapan jadi berkunjung ?

Tanggapan 5 – Yuyus Uskara

Mas Pandhu,

Setelah googling sana sini, alasan kenapa Magnesium dan magnesium alloy not to be used adalah:

“Alloying elements (Al, Zn, Mn) have been added to reduce the rapid activation of magnesium. Magnesium alloy anodes because of their large driving voltage are principally used in soils, water tanks, and similar high resistance media. In high conductivity environments, such as seawater, magnesium anodes are generally not recommended because of risk of overprotection and high consumption rate.”

Tanggapan 6 – Triez trisworo99

Hanya mau menambahkan sedikit Om yuyus,
Om yuyus ,saya hanya mencoba menjembatani antar perkataan pak pandu sama om yuyus.
Kebetulan tadi karena saya penasaran td iseng iseng tanya ke salah satu vendor kathodik yg pernah jadi vendor kita dulu. Dia secara resmi juga belum dapat info nya,tapi dia bilang yg tidak di perbolehkan di indonesia adalah fabrikasinya. Maksud saya pembuatan Magnesiumnya. Terus terang memang setahu saya klo Mg nya mereka beli dari luar semua,justru klo ada yg dibuat di Indonesia malah saya ragu,cuman pre packing penambahan bentonite ataupun gypsun bisa dilakukan di kita.
Nah klo yg di state om pandu penggunaan memang lebih spesifik untuk Oil cargo Tanks seperti yg dia bilang pada ABS rules.
jadi bukan berarti kita bisa pukul rata secara general bahwa magnesium /magnesium alloy tidak boleh di gunakan.
Klo memang betul kayaknya NACE sendiri harus ikut urun rembug pake statement resmi,pak.
Pengertian “not be used” pada artikel googling klo menurut saya sebenernya bisa diartikan “depend on” user design kali,pak.
Kita mau pake Mg, Zinc ataupun Allumunium alloy kan depend on soil test dan tingkat korosifitasnya dan juga efektif luas area design,pak.
Itu klo pengertian menurut yg saya tangkep om yuyus.
Just share lho,om.Mohon dikoreksi juga klo salah.

Tanggapan 7 – Yuyus Uskara


Nah itu dia Om Triez, kenapa si ABS saya pikir ga rekomen kita pake Magnesium dan alloy-nya.
 Konklusi saya sih kalo dari quote saya itu:
untuk penggunaan di seawater (jack up, semi sub, kapal beroperasi di laut) dengan cepatnya si magnesium anode itu abis (karena reaksi elektrolisa yang cepat), maka proteksi jadi gak maksimum, jadi dari tadinya perhitungan proteksi untuk 6 tahun jadi mungkin cuma 3 tahun, dengan asumsi berat yang sama dengan Zinc anode maupun aluminium anode.

– dari kelas, sisi yang dilihat adalah proteksi terhadap struktur yang dilindungi anode
– dari owner, sisi yang dilihat adalah (mungkin) biaya untuk pemakaian magnesium anode jadi tinggi (fungsi berat, replacement period)

by the way, saya pikir quote dari website itu udah jelas banget kok.

Tanggapan 8 – bantetgundulgembrot alfri_k
Maaf Pak Yuyus,
Sedikit menambahkan, kalau dari beberapa referensi yang bisa kita temukan dari googling, ada yang telah mendiskusikan masalah ini, antara ABS dan IACS. Mungkin Pak Yuyus bisa menemukannya di internet. Bahwa magnesium anode hanya boleh digunakan untuk water ballast saja (IACS). Bahkan impressed current juga tidak diperbolehkan, karena dikawatirkan formasi chlorine dan hydrogen bisa menimbulkan ledakan (Pak Yuyus bisa baca di IACS).
Jadi saya fikir concernnya bukan pada consumption rate-nya, melainkan safety dan precaution terhadap terjadinya ledakan. Tingginya driving voltage dan current capacity dari Mg dikawatirkan akan menghasilkan hydrogen dari lingkungan air laut di sekitar cargo tank.
Mohon maaf jika salah, karena saya tidak punya standard-standard yang menjadi acuan Pak Yuyus.

Tanggapan 9 – Pandhu Lakshana

Sekedar tambahan saja dari sisi aturan/ rule-nya, supaya tidak bias dan tidak terkesankontradiktif dg rule IACS masalah penggunaan anoda, perlu dipertegas bahwa yg dimaui oleh IACS, magnesium / magnesium alloy anoda boleh dipergunakan pada water ballast, dengan syarat TIDAK BERSEBELAHAN dg cargo tank.

Tanggapan 10 – Triez trisworo99

Harusnya dari awal memang pertanyaan om yuyus harusnya lebih spesifik,om..
Casenya magnesium /magnesium alloy boleh tidaknya di pergunakan sebenarnya awalnya..harusnya di kerucutkan ke lokasi pemasangan di onshore ato offshore / sea bed/sea water, sama tempat pemasangannya dimana. Klo saya ngliatnya justru kecenderungannya lebih ke rule of thumb pemasangan magnesium di offshore arahnya.Boleh dan tidaknya magnesium dipasang didaerah tsb tentu ada rule nya. Kebetulan dari mas pandu sebagai orang ABS sudah menjelaskan.
Itu klo dari pandangan saya om yuyus.

To om Bantet :p : Jiaah kemana aj loe…perasaan email loe dah ganti jadi ‘slim ‘ dulu,cuy…:p..

Tanggapan 11 – Isya Muhajirin

Rekan sekalian,
Menambahkan sedikit dari sudut pandang CP, bahwa Mg an
ode memiliki potensial proteksi yg sangat tinggi. Natural potensial proteksinya sekitar -1,800 mV dan apabila digunakan pada lingkungan yg memiliki low resistivity (air laut) maka dapat meningkatkan potensial dari struktur yg terproteksi. Seperti halnya ICCP system yg overvoltage, kemungkinan kerusakan coating (disbondment) akan tinggi. Sementara ICCP masih bisa dikontrol melalui T/R, membatasi potensial magnesium anode cukup sulit rasanya. Penggunaan Al anode yg memiliki natural potensial sekitar -1,100 mV dirasa mencukupi untuk proteksi katodik pada lingkungan low resistivity.

Tanggapan 12 – Yuyus Uskara

Iya Mas, saya juga udah sedikit baca, bener sekali ulasan Mas Bantet.

tapi dalam kasus saya, kenapa saya ga menyimpulkan masalah safety, karena penggunaan anode di project saya adalah buat Spudcan dan leg (jack up) jadi jauh dari resiko safety yang berhubungan dengan oil tank dan sejenisnya.

thanks Mas Bantet.

Tanggapan 13 – Yuyus Uskara

Jah, Om Pandhu ini orang ABS toh? yo wis, monggo email saya sebelumnya kan udah menspesifikan kalo lokasinya si Anoda itu di Leg sama Spudcan ;).

Tanggapan 14 – Pandhu Lakshana

Iya, concern penggunaan magnesium / magnesium alloy anoda memang lebih kepada penggunaan pada struktur untuk steel hull vessel, itupun di ABS setahu saya untuk bulk carrier yg panjangnya > 150 m.

Kalo untuk soil application spt kasus pak..eh om Triez, harusnya tidak menjadi kendala. Ada juga sih penggunaan magnesium alloy ini pada sea water, tapi biasanya pada kapal cepat atau boat berukuran kecil. Malah teman saya pernah mereview desain deck structure dan helicopter deck pada kapal dan offshore platform yg ada keterangan menggunakan alloy jenis ini sebagai anoda untuk corrosion preventionnya.

Untuk kasus om Yuyus sptnya ini untuk self-elevating unit ya ? setau saya memang leg dan spud can ini menjadi salah satu bagian yg penting dalam survey untuk mobile ofshore unit jenis ini, terutama NDT, welding dan structure-nya. jadi wajar aja kalo surveyornya sangat pay attention thd hal ini. Tapi, cathodic protection untuk tipe spt ini saya kurang begitu paham. Disamping rules, setahu saya di ABS punya guide dan juga special process instruction yg jadi pegangan surveyor untuk bergerak di lapangan. Untuk Mobile offshore drilling unit, special attention pada corrosion control diberikan untuk ballast tanks, free-flooding areas dan lokasi lain yg “subjected to sea water from both sides”. Mungkin om Yuyus bisa diskusi dg surveyor/ engineer dari ABS class-nya. Bisa jadi merefer ke rules untuk steel vessel yg ‘ship-shaped’. Kalo si ABS surveyor itu puas / satisfactory dg corrosion plan yg disubmit untuk approval dg menggunakan anode yang dimaksud, kan ga’ masalah toh ? 🙂

Satu lagi, ini yg penting…lupa kasih disclaimer kalo saya bukan orang ABS class-nya lho ya…nanti temen2 ABS Class yg ikutan milis (kalo ada) protes ke saya …^.^

Share This