Select Page


Di perusahaan2 multinasional, hierarchy engineering departmen di head office nya bisa banyak level: Lead engineer Specialist Principal engineer Sr.engineer Engineer Jr.Engineer Dan lain2 Tapi begitu ditugaskan ke proyek2 maka bisa saja hierarchy nya dibikin simple: lead engineer, sr. engineer, engineer. Jadi seseorang bisa memiliki posisi rangkap misalnya di proyek sebagai Sr.Engineer tapi posisi di corporatenya principal, dll. Jadi semua hierarchy tergantung kebutuhan management.

Tanya – Rania Indrianingsih

Rekan2 migas, saya hendak membuka wacana, apakah yang dimaksud dengan specialist engineer, principal engineer dan senior engineer? apa perbedaan mendasar di antara ketiga title tersebut? kualifikasi apa yang diperlukan?

Apa pula beda antara Senior Engineer dan Engineer Senior?


Tanggapan 1 – Dirman Artib

Ada yang define hierarchy as follows : 1. Assistant Engineer 2. Engineer 3. Senior Engineer 4. Principal Engineer 5. Senior Principal Engineer

Ada juga yg define hierarchy as follows : 1. Engineer 2. Senior Engineer 3. Principal Engineer 4. Associated Engineer

Dalam asosiasi profesi, biasanya ditambahkan “Registered”, misalnya Registered Principal Engineer (biasanya disingkat PE). The requirements for qualification is determined by particular association e.g. BEM (Board of Engineer Malaysia), Principal lebih tinggi hierarchy nya dari Senior. Misalnya saya adalah seorang Lead Auditor (IRCA QMS 2000), untuk bisa masuk kualifikasi Principal Auditor, maka saya harus memenuhi persyaratan yaitu cukup jam terbang (lupa berapa manhours) melakukan audit konsultasi bagi organisasi yg sudah menetapkan dan mengimplementasikan system manajemen nya, audit konsultasi dilakukan untuk mengidentifikasi gap antara kenyataan dan persyaratan International Standard (misalnya ISO 9001).

Mungkin juga PII utk Indonesia punya klasifikasi tersendiri utk Insinyur, hanya mungkinu istilahnya berbeda, misalnya Insinyur Profesional, Insinyur Madya, Insinyur Utama (rekan pengurus PII silahkan komen).


Tanggapan 2 – berlian syako

Ini pasti hierarchy nya middle east ya. Tapi aneh di middle east ini, kadang2 hierarchy tidak sejalan dengan rate. Saya pernah menduduki posisi principal engineer di dubai kemudian resign dan ditawari posisi senior engineer di dubai juga, posisi turun satu level tapi gajinya naik 1.5 X lipat. Kemudian employment visa saya di issued dengan posisi Assistant Engineer (posisi terbawah nih menurut hierarchy nya Uda Dirman). Padahal di company saya bekerja cuma ada posisi2 sbb: engineer, sr.engineer, dan lead engineer, tidak ada principal engineer. Fungsi principal itu ya di handle oleh sr.engineer, sementara lead engineer fifty-fifty antara management dan technical. Kalau pengertian saya principal itu purely 100% technical, dan kedudukannya tidak punya hierarchy kepangkatan, dengan kata lain independent, jadi seperti technical advisor, atau technical authority. Tapi itulah management sepanjang fungsinya ada yg menghandle, apapun nama jabatannya tidak masalah, bisa saja diringkas atau dibuat hierarchy bertingkat2 sampai banyak misalnya: elementary engineer, basic engineer, intermediate engineer, assistant jr.engineer, jr. engineer level-1, jr.engineer level-2, assistant sr. engineer, sr.emgineer level-1, dst….sampai diatas 10 level supaya si employee ada jenjang karir, setiap periode tertentu bisa naik pangkat, dan bikin senang dan betah kerja terus disitu sampai pensiun.

Gimana, mau naik pangkat terus tapi gajinya cuma naik 10% maximum tiap tahun, atau mau pindah company lain yg nawarin gaji naik 2x lipat (100% kenaikan), atau pindah2 terus tanpa karir tapi gaji selalu diatas posisi2 hierarchy. Pilihan masing2.


Tanggapan 3 – Dirman Artib

Pak Berlian, yang saya uraikan bukan jabatan, tetapi hierarchy ke-profesionalan. Kalau dalam kedokteran ada Dokter Umum, Dokter Bedah Umum, dan Dokter Bedah Ginjal.

Masalah gaji adalah sesuatu yg hrs disikusikan dgn sudut pandang yg lain, walaupun secara tak langsung juga korespondensinya dgn hierarchy.

Nama lain principal engineer adalah Chief Engineer, misalnya Chief Marine Engineer, Chief Process Engineer.

Kalau Engineering Manager, Engineering Director adalah di luar konteks diskusi yg ditanyakan Bu Rania ini, karena mereka di Malaysia disebut “Pengurus Syarekat” (Management), walaupun mungkin mereka juga kualifikasi Profesional Engineer.


Tanggapan 4 – berlian syako

Pak Dirman, Setuju. Tapi yg saya lihat lain company lain style hierarchy nya, kalau mengenai chief engineer saya pernah ketemu hierarchy yg pakai chief engineer yaitu di freeport indonesia. Tapi secara fungsi saya lihat hampir sama saja antara chief enginer, senior engineer dan principal. Jadi bisa dikatakan chief engineer, senior engineer, principal, specialist engineer kurang lebih sama saja secara fungsi kerjaan (purely technical) tergantung management masing2 company mau disebut apa orang2 yg melakukan fungsi pekerjaan tsb. Sebagai contoh engineering departemen di freeport indonesia tidak ada istilah principal tapi hierarchy nya seperti ini: Superintendent Chief Engineer Engineer

Sedangkan di konsultan engineering umumnya juga menggunakan hierarchy yg simple: Lead engineer Sr.engineer Engineer.

Di perusahaan2 multinasional, hierarchy engineering departmen di head office nya bisa banyak level: Lead engineer Specialist Principal engineer Sr.engineer Engineer Jr.Engineer Dan lain2 Tapi begitu ditugaskan ke proyek2 maka bisa saja hierarchy nya dibikin simple: lead engineer, sr. engineer, engineer. Jadi seseorang bisa memiliki posisi rangkap misalnya di proyek sebagai Sr.Engineer tapi posisi di corporatenya principal, dll. Jadi semua hierarchy tergantung kebutuhan management.

Sedangkan kalau  berbicara fungsi specialist juga bisa banyak pengertiannya, bisa product specialist yg benar2 menguasi suatu jenis product dari suatu manufacture saja misalnya Nokia product engineer, Siemens product engineer, Samsung after sales engineer, dll, atau specialist lintas manufacture/product misalnya coating engineer, cathodic protection engineer, relay protection engineer, DCS engineer, Network engineer, VSAT engineer, Metering engineer, rotating engineer, corrosion engineer, NDT engineer, welding engineer, discipline engineer (process/safety, mechanical, piping, electrical, instrument and control), dll. Atau juga specialist secara fungsional misalnya design engineer, construction engineer, commissioning engineer, maintenance engineer/service engineer, operation engineer, QA/QC engineer, dll. Atau juga specialist di jenis bisnisnya misalnya geologist, surveyor, drilling engineer, well engineer, dll. Jadi specialist juga bermacam2 mulai dari specialist yg general sampai specialist yg benar2 menjurus ke suatu titik fokus saja.

Dalam hal kebutuhan tenaga skill (job opportunity) juga bermacam2 yg dicari tergantung keperluan masing2 company, misalnya dibutuhkan seorang mechanical engineer level senior, yg berpengalaman di design saja, tapi ada juga job opportunity yg meminta punya pengalaman yg meliputi berbagai jenis fungsi seperti design, tender, fabrication/construction, commissioning, and start-up, dan kemudian si mechanical engineer tsb di beri label oleh company tsb bisa Sr. Mechanical Engineer, atau Principal Mechanical Engineer, atau Mechanical Specialist. Demikian kira2 pendapat saya mengenai posisi2 tsb.


Tanggapan 5 – Dirman Artib

Dari sisi hierarchy perusahaan,company, syarekat, sindycate sudah dibahas. Yg namanya perusahaan, tentu saja akan memberi nama sesuai tactic dan strategi dalam mencapai tujuan project. Bahkan tak sedikit yang terkadang melanggar atau menyerempet etika profesi.

Bagaimana dgn grade dalam bidang asosiasi profesi ? Adakah anggota milis yg members BEM, atau anggota Engineer Associate ala US, UK or other European Country ?

Kalau di PII bagaimana? Kalau saya nggak salah ada lagi PIPI (Boss Raswari, silahkan pencerahan).


Tanggapan 6 -berliansyako

Pak Dirman,
Dulu saya pernah punya sertifikat PII (15 tahun lalu), masa berlakunya 5 tahun dan tidak pernah saya perpanjang lagi, karena saya merasa tidak ada manfaatnya. Kalau di amerika gelarnya adalah PE (Professional Engineer) maka di PII gelarnya adalah IP (Insinyur Profesional). Hanya ada 3 hierarchy di PII yaitu: IPP: Insinyur Profesional Pratama IPM: Insinyur Profesional Madya IPU: Insinyur Profesional Utama.

Saya dulu ditingkat IPP dan merupakan angkatan gelombang ke-3, jadi waktu itu sekitar tahun 1997 awal2nya PII memulai program sertifikasinya. Saat ini saya tidak tahu perkembangannya, mungkin sudah jauh lebih baik. Tapi saat saya dulu, sertifikatnya sama sekali tidak bermanfaat, juga tidak bisa dipakai sebagai nilai tambah untuk cari kerja di luar negeri karena bahasanya pakai bahasa Indonesia, dan title nya juga tidak ada yg mengenal sebutan Insinyur kecuali negeri Belanda dan Malaysia.

Saya kira BEM bisa lebih bagus, walau seingat saya mereka juga pakai istilah Insinyur, tapi saya pikir institusi mereka dikenal dinegara2 persemakmuran.

Kalau PIPI saya hanya dengar sekilas saja, tapi bisa jadi lebih profesional dibanding PII, karena berdiri sendiri sehingga benar2 bersih tidak terimbas kepentingan politis dari institusi2 yg berpengaruh didalam negeri.

Kalau ada yg tahu detail mengenai PIPI boleh dong di sharing disini, sekalian promosi pengenalan.

Share This