Select Page


Walaupun di dalam CV hrs dicantumkan institusi pendidikan spt. University, tetapi untuk CV para profesional si assessor tentu tak akan lagi merujuk kepada Universitas, tetapi kualifikasi profesional ybs spt. lebih kepada profesional associated spt. AWS, ASNT, NEBOSH, BSI-NDT….etc.

Tanggapan 50 – Ilham

Sebenarnya menyebutkan satu entitas daerah sepertinya kurang elok dalam satu komunitas diskusi profesi demi kita jaga keutuhan dan saling menghargai sesama anak bangsa untuk NKRI, krn boleh jd demo2 ini bs merata di seluruh negeri. Hanya mengingatkan saja dari kami sebagai sahabat. Maafkan klo ada kurang berkenaan


Tanggapan 51 – Rania Indrianingsih

Faktanya memang demikian Pak, mahasiswa demo2, bakar ban, blokade jalan, merusak, dll. oleh karena itu, diharapkan opini dan gagasan para ahli & praktisi perminyakan dalam wacana BBM ini, tentu dgn argumentasi yg logis, rasional dan memiliki landasan akademik yg bisa dipertanggungjawabkan.


Tanggapan 52 – Rania Indrianingsih

Pak,

Untuk meminimalisir kandidat yg keliatannya high perform karena pintar memoles CV, di perusahaan2 minyak, tak jarang yg memiliki referensi university background, sbg supporting guarantee, kualifikasi seseorang. di US, alumni2 dari universitas papan atas, seperti Ivy League, MIT, Caltech, Texas Univ, sudah menjadi jaminan mutu.

Bak membeli produk branded, tentu bisa diidentifikasi, mana yg limited edition, ori, KW 1, KW2, dll.


Tanggapan 53 – Ardianto H.

Mbak Rania,

Nggak bener kalau anda katakan lulusan MIT, Caltech, Texas A&M selalu jaminan mutu. Semua tergantung manusianya (Mahasiswanya). Saya sehari hari membimbing fresh graduate dari berbagai macam perguruan tinggi juga sering ketemu fresh graduate yang dodol. Bedanya, mereka lebih PD, merasa bener dan yakin ilmunya bisa langsung diimplementasikan tanpa harus mendengar orang orang yang telah punya pengalaman operasional dan lapangan panjang.

Lulusan perguruan ngetop seperti diatas juga sama saja, kerjaannya ada juga yang main Tweeter, FB, e-mail e-mailan, browsing internet. Kalau ditanya laporannya sudah selesai belum, ternyata “Sudah Selesai” tapi copy paste dari mana mana.

Semua fresh graduate tetap harus dipoles sampai mengkilat karena dia adalah intan bagi masa depan, dari manapun perguruan tingginya.


Tanggapan 54 – Dirman Artib

Walaupun di dalam CV hrs dicantumkan institusi pendidikan spt. University, tetapi untuk CV para profesional si assessor tentu tak akan lagi merujuk kepada Universitas, tetapi kualifikasi profesional ybs spt. lebih kepada profesional associated spt. AWS, ASNT, NEBOSH, BSI-NDT….etc.

Dan tak kalah pentingnya, adalah performance/achievement dan experience si individu selama bekerja, misalnya individu pernah memimpin 35 orang dalam Lifting and Rigging Team untuk sebuah project yg bernilai USD 8 bn selama 3 tahun, ………wow itu adalah informasi rrrruar biasa.

Khusus kepada Dik Rania, kalau misalnya teman/boy friend sudah lolos 3 tahun spt pengalaman di atas, dijamin si kandidat tak bakal kalah dgn lulusan Universitas Planet Merkurius sekalipun untuk urusan Rigging & Lifting. Jadi, sertifikat kelulusan universitas nya disimpan aja yg rapi kalau nanti ada keperluan pengurusan passpor dan visa kerja (atau pdkt calon mertua)

Itu saja


Tanggapan 55 – Muamar Syaidar

Klo menurut tulisannya sih, kekurangannya utk drilling position… Apakah utk posisi engineer yg lain, kita gk kekurangan… Dan (yg paling pntg mnrt saya pribadi) apakah utk posisi non engineer, kita jg gk kekurangan…(maklum, non engineer)

CV saya udh dipermak ke permak jins, permak gordyn sekalipun, kayanya bahkan msh belum menarik… Apakah karena latar belakang dari non oil n gas… Padahal pernah memimpin 7 orang “doang” sih 🙂 dan berhasil dalam proyek penghematan fixed cost company USD 20,000 perbulan… Wah, gk seberapa byk ternyata, malu…

hanya bs menyesalkan kebodohan diri, gk keterima di teknik UGM…sayang ya gk ada upgrade otak manusia, adanya upgrade motherboard CPU aja…


Tanggapan 56 – Zein Wijaya

Informasi dari Mbak Rania benar adanya untuk recruitment oil company di US dan Europe (dalam hal ini UK)… Bahkan untuk aplikasi visa kerja di UK, agar bisa bebas dari test IELTS, harus bisa menunjukan ijazah universitas dari english speaking countries (US atau UK). Pengalaman sewaktu kerja di Aberdeen, ada istri salah seorang teman lulusan S2 dari PTN ternama di Indo, susah sekali cari kerja di Aberdeen, akhirnya dia harus ikut kursus diploma satu dari Aberdeen College, sebelum kemudian bs diterima bekerja…

Demikian halnya untuk melamar kerja di US, selain pengalaman kerja, kualifikasi pendidikan juga dilihat..Sbg contoh, di perusahaan tempat saya bekerja sekarang, recuritment petro tech fresh graduate hanya dilakukan di universitas yg sdh punya nama spt Texas A&M, UT Austin, Stanford, Penn State dan Colorado School of Mines..biasanya di US, faktor alumni memegang peranan penting..terutama kalo alumninya sudah menjadi boss, biasanya akan banyak merekrut lulusan dari univ ybs…

Setuju dengan pendapat Mas Ardianto, lulusan universitas ternama belum tentu jaminan mutu, semua kembali ke manusianya…

Diluar US dan UK, spt Middle East dan SE Asia, kemungkinan pengalaman yg lebih dilihat, kualifikasi pendidikan tidak terlalu diutamakan


Tanggapan 57 – Ali Yathas

Ikut nimbrung sedikit, maklum kerjaan ngga terlalu banyak.

1. Mengenai judul sebetulnya saya sangat tidak setuju, kok dijaman serba modern sekarang ini masih beralasan tenaga perminyakan yg kurang ya? saya melihat ini lebih kepada alasan yang dibuat-buat. (saya tidak tau siapa yg pertama mengeluarkan statmen ini).

2. Kalau bapak2 ibu2 sudah merasa profesional dan berpengalaman diluar negeri harusnya tidak perlu lg anda membanding-bandingkan dan ‘cemburu’ kepada kawan kita yg dari India dan Philipin. kalau memang kenyataannya jumlah mereka di perusahaan2 minyak dunia lebih banyak dari kita, ya monggo di terima aja krn memang mereka lebih baik dari kita, saya melihat statmen dari teman2 terhadap mereka itu cenderung alay tipikal pecundang.

3. Memoles CV, apa mereka yg salah atau kita memang ngga mampu memoles CV? atau memang kita ngga berani ambil resiko dgn apa yg sudah tertera di CV?. bagi saya ngga masalah mau nulis apapun di CV yg penting teman2 harus bisa mempertanggungjawabkannya pada saat interview dan saat kerja nantinya. kalau ngga mampu siap2 aja ditenndang dari perusahaan, nahh ini resikonya.

4. Dalam forum yang katanya diisi oleh para profesional ini, yg masih membawa dan suka menyebut nama2 kedaerahan dan jg Universitas dari mana kita berasal, APAPUN ALASANNYA, saya cuma mau bilang ‘KELAUT AJE’.

Mohon maaf kawan2 kalau ada yg tersinggung


Tanggapan 58 – Muhammad Rifai

Nimbrung lagi deh

1. itu bahasa wartawan… jadi ya seperti itulah… semakin banyak yang nggak setuju semakin laku

2. itu hanya kebetulan kok… kebetulan banyakan bersentuhan dengan pekerja dari kedua negara.. cerita itu hanya intro dari kenyataan sebelum masuk ke pesan untuk mempoles CV… kebetulan CV saya kurang laku (jadi meski termasuk disebut profesional yang kerja di LN) saya menyarankan agar para head hunter yang biasa dengan CV yang mengkilat untuk share kepada semua, terutama yang pengen jadi TKI

3. saya rasa kita memang kurang pinter memoles CV… lah inggrisnya aja belepotan, gimana mo memoles CV… dan saya rasa kita termasuk yang lugu

4. santai aja…dan lebih baik positive thinking… kadang2 memang, orang terpaksa nyebut


Tanggapan 59 – Elwin Rachmat

Mungkin Bu Rania ada benarnya. Namun kita tdk boleh membiarkannya berlarut larut. Jarak yang relatif jauh agaknya menjadi kendala. Mungkin juga anggota KMI tidak banyak di Indonesia Timur. Bila kendalanya dapat diatasi, mungkin ada baiknya KMI goes to Campus ke Indonesia Timur. Potensi Indonesia Timur banyak yang belum tersentuh atau dikelola
dengan baik. Perlu SDM setempat yang bermotivasi tinggi untuk membangun daerahnya. Mungkinkah?

Share This