Select Page


Setelah seorang mahasiswa Teknik Kimia mendapat gelarnya, yaitu S. T, apa sih pekerjaan terfavorit mereka di dunia kerja? Tentunya bagi kalian yang masih mahasiswa Teknik Kimia, kalian akan melakukan rencana jangka panjang akan bekerja dimana, di bidang apa, di perusahaan apa, dan sebagai apa. Bagi kalian yang telah lulus atau baru lulus dari pendidikan Teknik Kimia, kalian juga tentunya pasti lebih memikirkan bidang pekerjaan yang akan kalian tekuni di dunia kerja nanti. Banyak pilihan yang terbuka untuk kita terjuni saat memasuki dunia kerja, namun apa sih yang terfavorit?

Pembahasan – Rania Indrianingsih L9 Pekerjaan Favorit Sarjana Teknik Kimia di Indonesia

Setelah seorang mahasiswa Teknik Kimia mendapat gelarnya, yaitu S. T, apa sih pekerjaan terfavorit mereka di dunia kerja? Tentunya bagi kalian yang masih mahasiswa Teknik Kimia, kalian akan melakukan rencana jangka panjang akan bekerja dimana, di bidang apa, di perusahaan apa, dan sebagai apa. Bagi kalian yang telah lulus atau baru lulus dari pendidikan Teknik Kimia, kalian juga tentunya pasti lebih memikirkan bidang pekerjaan yang akan kalian tekuni di dunia kerja nanti. Banyak pilihan yang terbuka untuk kita terjuni saat memasuki dunia kerja, namun apa sih yang terfavorit? Apa sih bidang pekerjaan dan perusahaan yang merupakan favorit lulusan Teknik Kimia saat ini?

Berikut saya paparkan trend 9 pekerjaan terfavorit sebagai seorang sarjana Teknik Kimia di Indonesia saat ini:

1. Oil & Gas (Owner & Services) Oil & Gas masih merupakan salah satu pekerjaan terfavorit bagi lulusan Teknik Kimia, walaupun sebenarnya bidang ini merupakan ladang asli lulusan Teknik Perminyakan. Oil & Gas menjadi favorit mayoritas sarjana Teknik Kimia karena dinilai memberikan benefit yang tinggi baik dari segi salary, maupun dari segi training quality. Career development yang cukup baik juga menjadi alasan orang memilih pekerjaan di Oil & Gas. Alasan kekompleksan proses industri dan keunggulan teknologi di Oil & Gas juga menjadi tantangan tersendiri bagi sarjana Teknik Kimia. Perusahaan favorit bagi sarjana Teknik Kimia adalah Exxon Mobil, BP, ConocoPhillips, Total, Chevron, Vico, Premier Oil, Pertamina, Medco, Schlumberger, Halliburton, Baker Hughes, dan masih banyak lagi.

Tentu, renumerasi yang tinggi, serta berbagai fasilitas dan benefit yang mantap, menjadi daya tarik utama industri ini. Bagi seorang fresh graduate, bisa mendapatkan THP 12 juta rupiah per bulan. Namun tak sedikit perusahaan minyak dan oil service memberikan salary yang di atas 15 juta rupiah per bulan. Namun patut diingat, fresh graduate yang bisa menembus oil company/oil service ini adalah mereka yang disebut Best of The Best, tidak hanya akademik (udah pasti IP di atas 3.2), namun kecakapan non teknis lainnya, atau belakangan disebut dengan Soft Skill.

2. FMCG (Fast Moving Consumer Goods) FMCG menjadi salah satu pekerjaan favorit sarjana Teknik Kimia, karena dinilai dapat memberikan business sense yang tinggi saat menekuni di beberapa posisi pekerjaan FMCG. Benefit dari segi salary yang relatif tinggi juga menjadi alasan masuk ke FMCG, ditambah dengan career path yang baik pula. Skill baru seperti supply chain management, sales & marketing juga menjadi tantangan tersendiri bagi sarjana Teknik Kimia. Teknologi baru yang ditemukan di production division menjadi tantangan tersendiri lainnya. Perusahaan FMCG yang menjadi favorit sarjana Teknik Kimia adalah Nestle, Unilever, P&G, Johnson & Johnson, L’Oreal, KAO, dan masih banyak juga perusahaan FMCG lokal, seperti Orang Tua (OT), dan lain-lain. Range salary nya 5-8 juta rupiah per bulan

3. EPCC (Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning) EPCC dinilai cukup menarik bagi sarjana Teknik Kimia karena bidang pekerjaan ini sangat erat kaitannya dengan bidang studi sarjana Teknik Kimia yaitu perancangan pabrik kimia, atau chemical plant design. Perusahaan EPCC dinilai akan memberikan kesempatan yang besar bagi sarjana Teknik Kimia untuk mengasah ilmu keprofesian Teknik Kimia secara mendalam sehingga ilmu engineeringnya akan semakin menuju expert. Basic EPCC ada di pendidikan sarjana Teknik Kimia kira-kira hampir 80-90% kurikulum, jadi bidang pendidikan S1 Teknik Kimia memang sangat related langsung dengan dunia kerja EPCC atau EPC. Di bidang ini, sarjana Teknik Kimia akan diminta mengurusi PFD, P&ID, analisis NME, sizing peralatan proses pabrik, merancang proses kimia, trouble shooting, dan banyak lagi. Perusahaan favorit pilihan sarjana Teknik Kimia untuk bidang EPCC adalah KBR, Saipem, Technip, Rekayasa Industri, IKPT, Tripatra, dan masih banyak lagi. Rata-rata salary untuk junior engineer, tercatat berkisar antara 6-10 juta rupiah per bulan.

4. Petrokimia

Petrokimia dinilai cukup menarik bagi sarjana Teknik Kimia sebab dunia Petrokimia juga dinilai erat kaitannya dengan studi pendidikan kurikulum sarjana Teknik Kimia. Proses di bidang petrokimia banyak melibatkan proses pencampuran, proses pemisahan, dan proses konversi kimia yang erat kaitannya dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia. Bidang petrokimia juga dinilai sangat “Teknik Kimia sekali”, karena ilmu Teknik Kimia sangat terpakai di bidang pekerjaan ini, seperti analisis kolom distilasi, analisis reaktor sintesis, analisis kolom absorber, trouble shooting, pengolahan limbah, dan banyak lagi. Bidang industri pupuk urea dan amonia menjadi favorit pertama bagi sarjana Teknik Kimia. Perusahaan favorit tersebut antara lain adalah Pupuk Sriwidjaja, Petrogres, Pupuk Kaltim, Candra Asri, Trypolita, dll. Range Salary: 6-10 juta rupiah per bulan.

5. Chemical Industry

Chemical Industry juga dinilai berhubungan langsung dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia. Hal tersebut menjadikan bidang ini juga menjadi favorit. Apalagi berhubungan dengan chemical. Perusahaan favorit sarjana Teknik Kimia adalah Nalco, Cognis, Givaudan, Lautan Luas, dan masih banyak lagi. Range Salary: 4-8 juta rupiah per bulan.

6. Consultant

Konsultan dinilai dapat mengasah sarjana Teknik Kimia di bidang business sense dan segi management skill. Bidang ini akan sangat mengasah di bidang analtycal thinking, outside the box, dan problem solving. Gaji yang tinggi juga merupakan benefit yang sangat mendukung pekerjaan ini diminati walaupun bidang ini hanya membutuhkan sedikit SDM. Jadi tentunya proses seleksinya juga akan relatif sulit dan peluangnya kecil. Bidang konsultan yang menjadi favorit adalah McKinsey & Company, BCG, Accenture, dan lainnya. Range Salary di konsultan ternama, sangat menggiurkan, sekitar 10-15 juta per bulan.

7. Lembaga Penelitian/Research & Development

Menjadi peneliti, baik di lembaga penelitian pemerintah maupun swasta, merupakan salah satu pilihan untuk sarjana Teknik Kimia. Sebut saja, LIPI, BPPT, LAPAN, Lemigas, BATAN, bekerja sebagau dosen/peneliti di universitas, dan berbagai lembaga penelitian lainnya.

8. PNS/TNI/POLRI

Sarjana Teknik Kimia, juga banyak mengisi posisi-posisi yang dibutuhkan di lembaga pemerintahan, sebagai PNS, atau di TNI/Polri. Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, Departemen ESDM, Kementerian BUMN, beberapa lembaga di TNI dan Polri.

9. Bisnis dan Entrepeneurship

Terakhir, sarjana Teknik Kimia sangat terbuka peluang membuka bisnis sendiri dan menjadi seorang entrepeneur. Berbagai industri dan pabrik yang berhubungan dengan proses kimia industri, tentu merupakan bidang yang familier, terkait erat dengan berbagai mata kuliah Teknik Kimia.

Sembilan bidang pekerjaan ini masih menjadi top favorite bagi sarjana Teknik Kimia. Ke-favorite- an bidang pekerjaan tertentu bisa muncul dari benefit salary, career development, tantangan pekerjaannya, training system, relationship dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia, business development, management development, dan masih banyak lagi tentunya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Bidang pekerjaan yang masih dapat dijelajahi oleh sarjana Teknik Kimia adalah bidang oleochemical, industri renewable energy (bioetanol, biodiesel, gasifikasi biomassa),
industri katalis, agrobisnis, dan berbagai industri speciality chemical , dan masih banyak lagi. Selain itu pekerjaan seperti dosen /pengajar dan peneliti merupakan bidang pekerjaan yang harus dikembangkan lebih besar agar ke depannya ilmu Teknik Kimia terus lestari dan berkembang pesat seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi zaman. Bidang entrepreneur di berbagai bidang usaha juga merupakan bidang yang sedang dijajaki oleh kaum-kaum muda sekarang-sekarang ini.

Terakhir, jika rekan2 atau adik2 yang masih SMA ingin menjadi seorang insinyur Teknik Kimia, universitas mana saja yang memiliki jurusan Teknik Kimia? Meski tidak sebanyak jurusan Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Mesin atau Teknik Elektro, ada beberapa universitas yang amat direkomendasikan, dengan pertimbangan reputasi, kualitas, fasilitas, dosen-dosennnya yang rata-rata berkualifikasi S3, dan yang paling penting, track record alumninya. ITB, UI, UGM, ITS dan UNDIP, dapat dimasukkan sebagai universitas yang memiliki departemen Teknik Kimia terbaik.

sumber:

http://www.kaskus. co.id/post/518ee25d3f42b27f 74000004/1#post518ee25d3f 42b27f74000004


Tanggapan 1 – Muh. Asyrofi

Dear Bu Rania,

Perangkingan 1-9 tsb dasarnya apa yaa Bu? Apakah ada lembaga survey nya siapa yg mensurvey, atau ada penelitian resmi di lapangan? Karena sumber kaskus nya juga tidak menyebutkan sumber data lapangannya. Atau, ini perkiraan penulis saja? Thanks.


Tanggapan 2 – DAM

Kalau sumbernya tidak menyebutkan metode surveynya seperti apa, samplenya diambil dari mana….. sebagai engineer layak kita TIDAK PERCAYA

Validitas sumber survey dan metodologinya penting, meski tentu saja tidak harus diungkapkan siapa saja yang disurvey, mengingat aspek kerahasiaan narasumber.

Tak lupa kredibilitas si tukang survey seperti apa.. tentu masih ingat kan beberaoa lembaga survey memprediksikan Foke menang dari Jokowi, padahal terjadi sebaliknya.


Tanggapan 3 – Aank

Ada lulusan teknik kimia lulusan universitas dalam negeri yang bekerja di industri migas luar negeri? Kalau boleh tahu tange gaji nya?


Tanggapan 4 – Dirman Artib

Informasi kurang akurat.

Seorang teman saya tamat Teknik Kimia ITB, dgn tidak menyebut nama sebagai Cak Dam, lebih memilih sebagai pelatih selam rekreasi, dan hanya bekerja sampingan di bidang Professional Process Safety.


Tanggapan 5 – DAM

Jujur kalau itu ditanyakan ke saya pas pertama kali lulus dari ITB.. saya gak pengen jadi insinyur.. tapi tuhan sudah terlanjur adil… rejekinya malah lancar di sini.

Kalau sekarang kan kerjanya 28 hari profesional migas, 28 hari profesional instruktur selam .. yang saya sebut terakhir belakangan ini rasanya lebih nikmat and enjoy…

Kalau pertanyaan dibawah ini range gajinya luas mas Aank, dari 2800 USD per bulan – 30,000 USD per bulan juga ada, semua itu tanyakan pada tuhan yang terlanjur adil…


Tanggapan 6 – Moch. Asyrofi

Permisi numpang OOT sejenak, sumber kaskus yg dikutip Bu Rania a.n mohammed.asyrofi & juga Bu Rania sendiri, sepertinya sosok yg misterius 🙂 Barangkali ada member di sini yg kenal beliau2 ini secara riil, boleh japri donk utk memperkenalkan beliau2 ini.


Tanggapan 7 – Cahyo Hardo

Allah itu tidaklah terlanjur adil, dia itu Maha Adil. Sebagaimana difirmankan dalam Al Quran, bahwa Dia melapangkan rejeki bagi siapa yg Dia kehendaki, dan Dia sempitkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki.

Di antara yang dilebarkan dan disempitkan rezekinya, keduanya adalah ujian sehingga terpisahlah mana manusia yg bertakwa dan mana yg suka maksiat.

Back to laptop, yg nulis orang mana neeh, yg pasti bukan dari Premier krn sarjana Teknik Kimia di Premier Jakarta tdk banyak. Utk IP di atas 3,2 regardless lulusan manapun? Masa seeh? Best of the best? Yg saya tahu di ITB memang jurusan Teknik Kimia adalah jurusan terfavorit dan the best dlm 5 tahun (untuk besarnya.syarat IP dari tahap persiapan bersama masuk ke jurusan Teknik Kimia) ini dan tak ada yg mengalahkannya, tapi apakah linear jadinya di dunia kerja? Ternyata tidak. Setahu saya, justru jurusan Geologi dan perminyakan yg megang peranan di bisnis ini dlm hal salary. Ketika masuk Teknik Kimia ITB tahun 91, setahu saya ranking jurusan Geologi itu amat di bawah, dan sedikit lebih baik dari Biologi, but di dunia nyata? Semua terbalik. Allah itu Maha Adil.

Intinya, buat adik2 mahasiswa yg jadi anggota milis ini, engga usah risau dgn tulisan itu dan jadi takut bersaing dengan lulusan Teknik Kimia, krn rezeki bukan diukur dari jurusan dan IP. Tahukah kita bahwa IP itu tidak linear dgn salary? Bahkan banyak yg kebalik? Saya membuktikannya sendiri.


Tanggapan 8 -batrou_aa

Dear rekan milis

Nice opinion for real motivation, Mr. Cahyo Hardo


Tanggapan 9 – Elwin Rachmat

Saya sendiri juga terlanjur lulus sarjana teknik kimia. Dulu teknik kimia tidak sefavorit sekarang, walaupun ternyata teknik kimia sudah lama favorit di negara maju. Saya kebetulan saja memang menyenangi kimia sejak SMA. Waktu itu industri kimia memberikan gaji yang tidak tinggi di pulau Jawa, diluar Jawa gajinya relatif lebih baik. Tetapi bukan itu sebabnya saya tidak bekerja di industri kimia. Saya memang berniat merantau ke luar Jawa. Disamping itu saya sangat ingin berkontribusi dipertambangan minyak yang menjadi penyumbang sekitar 60% pendapatan negara. Tanpa tahu berapa gajinya ternyata diterima bekerja di Sumsel sebagai Petroleum Engineer. Kaget juga gajinya ternyata sekian kali lipat bila bekerja di industri kimia di Jawa. Kaget juga diterima sebagai Petroleum Engineer walaupun melamar sebagai Production Engineer. Ternyata Production adalah salah satu spesialisasi PE selain Drilling dan Reservoir. Yang pertama tama saya lakukan adalah ubek ubekan mencari literatur tentang PE khususnya yang menyangkut produksi. Para senior bingung juga saya sering ke workshop dan lapangan sendiri mengkorelasikan literatur dan informasi teknik dengan yang ada di lapangan. Sebelum masa percobaan berakhir karena sudah mulai bosan, saya minta diberikan tugas yang sama dengan Engineer yang lebih senior. Design saya yang pertama menghabiskan waktu seharian. Atasan saya heran mengapa saya menggunakan metoda trial and error (karena ada beberapa data yang tidak tersedia) yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Atasan mendapatkan hasil yang sama melalui perhitungan dengan cara empiris yang baku ternyata hanya beberapa jam saja. Besoknya saya sudah dapat mendesign dalam waktu dalam belasan menit. Sejak itu saya tidak pernah lagi menggunakan ilmu teknik kimia. Sesudah pindah kerja dan dikirim perusahaan mengambil S2, barulah saya benar benar menjadi PE by profession and education yang ternyata menyenangkan. Sesudah pensiun ternyata ada lagi kesenangan baru berkaitan dengan ilmu lainnya yang tidak jauh dengan teknik kimia.

Jadi saya pikir jangan utamakan gaji dalam memilih pekerjaan. Utamakan maksud dan tujuan bekerja dan pelajari bagaimana mencapai tujuan. Peran minat sangat penting dalam memilih pekerjaan untuk meniti karir. Keberuntungan dalam meraih kesempatan tentu memiliki nilai tersendiri, tetapi ketekunan perlu diberi nilai lebih.

Pada akhirnya gaji adalah resultan dari banyak vektor yang dimiliki oleh karyawan, kondisi perusahaan, kondisi pekerjaan dan lain lain.

Teknik Kimia atau bukan, perusahaan migas atau bukan, gaji besar atau sedang, yang terpenting adalah apakah kita tahu dan menyukai apa yang kita lakukan dan jalani.


Tanggapan 10 – Ramzy

Ada yang menarik dari statement pa Elwin Rachmat, yaitu jangan pikirin salary dulu saat mau kerja. ini typical manusia jaman pa ER yang lebih memikirkan professionalism sehingga mereka2 jadi cinta sama profesinya, dan berprestasi baru dengan sendirinya salary akan ikut jadi profesionalnya. Kalau produk jaman sekarang yang pertama ditanya gajinya piro, padahal masih kinyis2 0 pengalaman, mereka kerjanya jadi kaya robot, bukan dengan heartnya (jantungnya) dan itu terjadi hampir disemua bidang. Bahkan perawat sekarang jauh dengan pera
wat2 senior yang memang bekerja dengan ikhlas, perhatikan kalau teman2 bernasib kurang baik alias harus masuk RS atau mendapat tindakan pada hari2 libur atau sabtu/minggu, biasanya adanya saja kurangnya. Sorry jadi ngelantur lagi boring euy

Share This

Miliki Sekarang!

You have Successfully Subscribed!